CINTA WANITA MALAM

CINTA WANITA MALAM
CWM_PART 61


__ADS_3

Tiga Hari kemudian...


DI salah satu ruangan besar terlihat seorang Pria paruh baya yang memakai pakaian sangat rapi terlihat Raut wajah penuh emosi dan kemarahan , ia tak lain adalah Richard William Pria yang sangat membenci Keluarga Charolles Bagai mana tidak Adrian dan Ayah nya adalah pesaing Bisnis nya sejak orang tua Adrian masih hidup


" bagai mana ini bisa terjadi " ucap Richard penuh kemarahan kepada beberapa anak buah nya


" Saya tidak tahu Tuan , harga sahan saat ini turun drastis dan investor yang menanamkan modal nya di perusahaan kita langsung menarik nya kembali " ucap Salah satu anak buat tersebut dengan takut takut


" Keluar kaliana semua , kalian tidak berguna " teriak Richard dengan penuh kemarahan hingga membuat beberapa anak buah nya ketakutan dan berlalu dari ruangan tersebut


" Aku yakin ini adalah perbuatan mu Adrian Charolles , Aku akan membuat perhitungan dengan mu " Ucap Richard Penuh kebencian


Richard pun langsung menghubungi seseorang melalui ponsel nya dan membuat janji untuk bertemu di salah satu Caffe ternama .


------

__ADS_1


Di Rumah sakit...


Keadaan Rosa kini semakin membaik tapi tetap saja Rosa masih merasa bersedih dengan keadaan kedua anak nya yang masih berada di ruang NICU .


sedangkan Adrian , ia masih setia menemani sang istri di Rumah sakit , untung saja ada Renal yang membantu mengurus perusahaan milik nya , jika tidak mungkin semua akan terbengkalai


Adrian merasa sangat beruntung memiliki Renal sebagai sahabat sekaligus saudara laki-laki nya


Pagi itu Adrian sedang memberi makan Rosa , ia dengan sabar memberikan suapan demi suapan kepada sang istri


" Adrian aku sudah tidak mau lagi " ucap Rosa pelan menolak suapan dari Adrian


" tapi aku sudah kenyang " ucap Rosa lirih sambil menundukkan wajahnya


" Baik lah " ucap Adrian singkat

__ADS_1


Adrian dengan sabar meletakkan piring tersebut di atas meja , Tak berapa lama Pintu Ruangan Rosa pun terbuka Terlihat Seorang dokter dan salah satu suster masuk kedalam Ruangan tersebut


" Pagi " sapa sang Dokter dan di balas dengan senyum oleh Rosa dan Adrian


" Keadaan Nona sudah membaik , Tapi saya sarankan untuk tidak telalu stres agar Asi Nona tetap lancar " ucap sang Dokter Ramah Dan di balas dengan anggukkan sopan oleh Rosa.


meskipun Rosa tidak bertemu dengan anak-anak nya akan Tetapi ia tetap harus memompa Asi nya untuk kedua buah hati nya .


Setelah usai memeriksa keadaan Rosa dan berbincang-bincang tentang keadaan sang Bayi akhirnya Dokter pun pamit , kini Wajah Rosa dan Adrian terlihat sangat bahagi karena mereka sudah bisa melihat keadaan kedua buah hati nya walau pun hanya sehari dua kali itu sudah lebih dari cukup untuk Adrian dan Rosa


Air mata Rosa mengalir saat baru saja tiba di depan Ruang NICU , Adrian pun mengelus bahu Rosa dengan Lembut sambil memegang gagang Kursi Roda


" Sayang jangan seperti ini , kuat lah untuk mereka " ucap Adrian menguatkan Rosa


Rosa hanya menganggukkan pelan kepala nya sambil mengusap air mata nya yang membasahi pipi .

__ADS_1


Adrian dan Rosa pun masuk kedalaman Ruang NICU tersebut dengan mengenakan pakaian Steril , di dalam sudah ada Dokter khusus dan juga Sunter yang menangani kedua anak nya tersebut


Rosa dan Adrian pun melihat kedua anak nya senyum bahagia terpancar dari wajah mereka , Hati Rosa dan Adrian sebenarnya sangat teritis melihat kondisi kedua anak nya saat ini bagai mana tidak bayi mereka tidak seperti bayi pada umum nya , Bayi mereka tidak lahir dengan berat yang Normal dan memiliki masalah pernapasan nya dan lagi jantung dan paru-paru mereka belum berbentuk dengan sempurna , Tapi Adrian dan Rosa tidak memperlihatkan kesedihan nya saat ini , mereka Tersenyum bahagia karna sudah bisa melihat kedua buah hati nya


__ADS_2