
" sayang " panggil Adrian seraya mengikuti langkah Rosa dari belakang
Rosa hanya terdiam ia tidak mengindahkan panggilan Adrian . ia merasa kesal dan malu , Rosa malu saat mengucapkan keinginan nya tadi dan malah di tertawakan oleh Adrian itu yang membuat nya merasa kesal saat ini .
" sayang jangan marah " ucap Adrian lembut seraya memeluk rosa dari belakang , saat Rosa hendak membuka knop pintu
" kau sangat menyebal kan adrian " ucap Rosa dengan nada jutek
" Sayang maaf " ucap Adrian seraya mengajak rosa masuk kedalam kamar nya dan mendudukan sang istri di tepi ranjang
Rosa hanya mengikuti dan terdiam di tempat duduk nya , ia masih merasa kesal pada Adrian kini mood nya sudah berubah berantakan
" sayang kau masih marah ya ? " Tanya Adrian menyesal
" Tidak , aku ingin istirahat saja " ucap Rosa cuek , seraya membaringkan tubuh nya di ranjang dan membelakangi Adrian
Adrian yang melihat nya merasa sangat bingung dengan sifat Rosa saat ini , karna tidak biasa nya Rosa seperti ini , Rosa sangat sensitif sekarang ini , karna bingung Adrian menggaruk kepala nya yang tidak gatal . ia mendekat kan tubuh nya ke sisi samping Rosa seraya memeluk tubuh mungil nya dan mengelus perut buncit sang istri
" Sayang maafkan aku, aku janji tidak akan menertawakan mu lagi " ucap Adrian penuh penyesalan
Rosa hanya terdiam tanpa menjawab ucapan Adrian , ia malam sengaja memejamkan mata nya dan berpura pura tidur
" sayang " panggil Adrian lembut
",,,,,,"
" saaayaaang " panggil nya lagi karna Rosa hanya terdiam tanpa bicara membuat Adrian frustrasi
",,,,,,"
Adrian menyesal dengan tingkah yang sudah ia lakukan tadi , Adrian membaring kan tubuh nya dan menatap kearah langit langit ia mengusap wajah nya dengan kasar
sedangkan Rosa masih setia di posisi tersebut , ia hanya ingin membuat sedikit pelajaran Untuk suami nya
tak lama kemudian Adrian kembali memeluk Rosa , lalu ia membalikkan tubuh Rosa agar merubah posisi tidur nya , Adrian yakin Rosa masih belum tidur , ia menyangga kepala nya dengan satu tangan dan tangan satu nya mengelus perut buncit sang istri
__ADS_1
Rosa masih setia memejamkan mata nya , ia lebih memilih berpura pura tidur , Rosa tidak perduli dengan pelakuan Adrian saat ini
" Sayang kalian sedang apa di sana " ucap Adrian lembut seraya mendekat kan wajah nya ke atas perut Rosa dan mengelus perut buncit tersebut
" Sayang Mommy kalian sedang marah , dia tidak ingin bicara dengan Daddy , ini membuat Daddy sedih Sayang " ucap Adrian mengadu pada anak anak nya yang masih berada di dalam perut dengan suara di buat sedih
Rosa pun membuka mata nya dan melihat ke arah Adrian , ia hanya terdiam dan tersenyum saat melihat Adrian berbicara pada perut nya yang buncit .
Adrian terus berbicara pada perut Rosa , ia mengadukan kesedihan nya pada janin tersebut , sesekalin ia melirik ke arah sang istri dengan ekor mata nya , saat rosa sedang tersenyum Adrian langsung mengalihkan pandangan nya ke arah sang istri
Rosa merasa salah tingkah saat wajah Adrian melihat ke arah nya , ia langsung mengalihkan pandangan nya dan menghapus senyum di bibir nya , Rosa tidak ingin Adrian tau bahwa ia sedang tersenyum
" Sayang jangan marah " ucap Adrian memohon seraya mengubah posisi dan mendekat ke arah sang istri
" baiklah aku tidak akan marah , tapi kau harus menuruti keinginan ku " ucap Rosa sambil melihat ke arah Adrian
" baiklah aku akan menuruti apapun keinginan mu Tuan Putri " ucap adrian dengan tersenyum menggoda sambil mengangkat kedua alis nya
" kau menginginkan yang tadi , dengan senang hati aku akan melakukan nya " sambung Adrian dengan senyum tampan nya seraya merubah posisi tubuh nya menjadi duduk dan mengangkat baju nya
Adrian langsung mematung saat mendengar ucapan Rosa , ia menghentikan tangan nya hingga membuat baju yang ingin ia buka tersangkut di siku tangan nya
" why honey " tanya Adrian bingung sambil menurunkan baju nya kembali
" Aku sudah tidak berminat karna mu " ucap Rosa dengan tatapan kesal
" maaf " ucap adrian sambil tersenyum kuda tanpa dosa
" lalu kau menginginkan apa Sayang " sambung Adrian lembut seraya membaringkan tubuh nya lagi sambil menyangga kepala nya dengan satu tangan
" aku ingin jalan jalan , aku bosan di apartemen " jawab rosa santai
" kamu ingin jalan jalan ke mana " tanya Adrian
" Entah lah , bagai mana kalo kita ke Mall dan nonton bioskop pasti seru " jawab Rosa riang
__ADS_1
" Lebih baik kita nonton di sini saja " ucap Adrian mengusul kan hingga membuat wajah Rosa berubah melas
" aku ingin keramaian , nonton berdua saja tidak seru " ucap Rosa dengan nada melas nya
" baik lah kita akan pergi " ucap Adrian lembut sambil tersenyum
Rosa pun hendak bangkit dari tidur nya untuk bersiap siap tapi tidak dengan Adrian , saat bangkit pundak Rosa malah di tahan oleh Adrian membuat Rosa mengalihkan pandang nya ke arah sang suami
" Adrian kenapa " tanya Rosa heran
" kau belum mencium ku sayang " ucap Adrian polos sambil memajukan bibir nya
Rosa yang melihat nya pun tersenyum lucu membuat Adrian heran dan mengerutkan kedua alis nya
" tidak mau Adrian " ucap Rosa masih dengan senyum nya
" Kenapa tidak mau , baik lah biar aku yang mencium mu " ucap Adrian menggoda dengan senyum jail nya seraya mendekatkan bibir nya ke bibir Rosa
Rosa yang bilang nya tidak mau malah membalas ciuman sang suami hingga membuat Adrian ingin melakukan lebih pada nya , saat Adrian ingin melakukan aksi nya Rosa malah menahan nya hingga membuat Adrian menghentikan aksi nya dan melihat ke arah sang istri
" why " tanya Adrian
" aku ingin mandi dan bersiap-siap , kita akan telat nonton nya jika seperti ini " ucap Rosa sengaja ingin membalas perbuatan Adrian tadi
Adrian tidak merasa putus asa dengan ucapan istri nya, ia malah bangkit dari tidur nya dan menggendong tubuh Rosa menuju kamar mandi
" kita akan mandi bersama dan meneruskan nya di sana sayang " ucap adrian sambil tersenyum tampan seraya berjalan menuju kamar mandi
Rosa hanya bisa pasrah dengan apa yang di lakukan suami nya , karna ia juga menginginkan hal tersebut
permainan pun di mulai , Adrian terus membuat Rosa merasa nikmat atas permainan yang berlangsung , mereka pun melakukan nya hingga kedua nya merasa puas dan mencapai puncaknya.
.
.
__ADS_1