CINTA WANITA MALAM

CINTA WANITA MALAM
CWM_PART 17


__ADS_3

Jam pun berjalan begitu cepat , siang itu Rosa masih berada di dalam kamar nya tubuh nya masih terasa sangat lemah kepala nya masih terasa sakit ia terus memejamkan mata nya , bahkan ia sampai mengeluarkan keringat dingin , ia hanya terbaring lemah di ranjang nya


Saat itu Ella sedang berada di depan kamar Rosa ia membawa kan makanan siang untuk Rosa Ella pun beberapa kali mengetuk pintu kamar majakian nya tapi tidak ada jawaban dari Rosa


akhirnya Ella nekat membuka pintu kamar Rosa , ia terkejut melihat sang majikan yang terlihat sangat pucat dan berkeringat


" ya Tuhan Nona " teriak nya


ella berjalan menuju kearah Rosa , ia menaruh nampan nya di Meja


" mari nona kita ke rumah sakit " ajak Ella


Rosa hanya menggeleng lemah


" sebentar nona saya telepon dokter Romy dulu " ucap nya seraya berjalan keluar kamar


Rosa hanya terdiam tanpa menjawab


di luar Ella segera menelepon dokter pribadi milik Adrian dan ia juga tidak lupa menghubungi Adrian


Ella memberitahu kan keadaan Rosa saat ini pada Adrian


---------------------


Di kantor ...


Adrian sedang berada di ruangan nya ia sedang berkutik dengan berkas berkas nya tiba-tiba saja handpone nya berdering ia langsung mengangkat telepon tersebut


" ada apa " tanya nya darat


" Tuan Sakit non rosa bertambah parah " ucap Ella panik


" apa kamu sudah menghubungi dokter Romy " tanya nya tenang

__ADS_1


" sudah Tuan beliau sedang dalam perjalanan " ucap Ella


" Baiklah " ucap nya singkat seraya mematikan telepon secara sepihak


Pikiran nya seketika langsung kacau ia merasa sangat khawatir dengan keadaan Rosa saat ini.


" Mengapa aku begitu mengkhawatirkan nya , sebenarnya ada apa dengan ku " Tanya adrian pada diri nya sendiri


tanpa berpikir panjanh lagi kini Adrian langsung membereskan berkas berkas nya ia bergegas pergi meninggalkan ruangan nya


" Rendy kosong kan jadwal saya hari ini " pinta Adrian pada sekretaris nya


" Baik pak " ucap nya patuh


Adrian berjalan menuju lift , saat menuju ke lift Adrian bertemu dengan Renal


" Hay kau mau kemana.. ? " tanya Renal


" Aku mau pulang " ucap nya datar


" Kau saja lah yang urus aku ada urusan mendadak " ucap nya sambil berlalu masuk ke dalam lift


" cckk kau ini " umpat Renal sambil melihat ke arah Adrian yang sudah masuk ke dalam lift


" ada apa sebenarnya dengan anak itu , seperti bukan Adrian saja " ucap Renal heran sembari berjalan menuju ruangan nya


pasal nya Renal tau betul sifat Adrian dia tidak akan meninggalkan pekerjaan nya demi apa pun Adrian adalah pria penggila kerja pikir nya


Adrian telah berada dalam mobil nya , ia menjalankan mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata , tak butuh waktu lama kini Adrian sudah tiba di depan mansion nya , ia berjalan gagah memasuki mansion tersebut dan melangkah kan kaki nya ke kamar Rosa


" bagaimana keadaan nya " tanya Adrian pada Ella yang saat itu berada di luar kamar Rosa


" Non Rosa sedang di periksa dokter tuan " ucap Ella

__ADS_1


Adrian pun masuk kedalaman kamar Rosa , ia melihat keadaan Rosa ya sangat memperihatin kan , wajah nya yang cantik kini pucat pasi dan keringat sebesar butiran jagung membasahi dahi Rosa


Adrian terlihat heran karna melihat Rosa menangisi , dalam pikiran nya Adrian bertanya sebentar nya wanita itu sakit apa kenapa ia sampai menangis pikir Adrian


" Siang tuan Adrian " sapa dokter Romy


Adrian pun mengangguk


" bagai mana keadaan nya " tanya Adrian


" istri anda sedang mengandung sekitar 2 minggu , tubuh nya terlalu lemah , tekanan darah nya juga rendah saya sarankan agar istri anda banyak beristirahat tidak boleh stres dan terlalu capek , ini resep yang harus di tebus di apotik saya juga sudah menambah kan obat pereda rasa mual dan pusing nya " ucap sang dokter panjang lebar


Adrian yang mendengar ucapan sang dokter hanya terdiam tanpa menjawab , sebenarnya Adrian sangat senang saat mendengar ia akan memiliki keturunan , tapi di sisi lain ia takut Rosa akan shock dan tidak menginginkan janin dalam perut nya tersebut itu yang membuat Adrian bingung


Adrian pun menerima kertas resep yang di berikan oleh dokter Romy


" Ellaaaa" panggil Adrian


" Iya tuan " jawab nya


" Antara dokter Romy sampai depan dan tebus kan resep ini ke apotik " suruh nya


" Baik tuan " jawab nya patuh


sang dokter pun pamit , di balas anggukan oleh Adrian , Ella dan Dr Romy pun pergi meninggalkan kamar Rosa


kini tinggal Adrian dan Rosa yang berada di kamar tersebut , adrian menutup pintu kamar Rosa , ia berjalan menuju ranjang Rosa dan duduk di bangku rias yang ada di samping ranjang


Adrian melihat Rosa hanya terbaring , mata Rosa terus mengeluarkan buliran air mata


dia menangis tanpa suara membuat Adrian merasa sangat ibah dan bersalah


jujur Adrian merasa sangat bersalah pada Rosa dan saat ini Adrian sangat bingung , ia bingung harus bicara apa terhadap Rosa

__ADS_1


seketika kamar itu terasa sangat hening tidak ada yang memulai pembicaraan , adrian masih terduduk dan menatap Rosa dan Rosa masih dengan tangis diam nya


__ADS_2