CINTA WANITA MALAM

CINTA WANITA MALAM
CWM_PART 24


__ADS_3

" tuan bagai mana keadaan anda "tanya Ella yang sudah berada di samping ranjang Adrian


Adrian pun membuka mata nya setelah mendengar suara Ella , ia langsung melihat ke arah Ella


" aku sudah merasa lebih baik , Kau pulang lah temani Rosa di sana " suruh Adrian


" Tapi tuan , siapa yang akan menjaga anda " tanya Ella khawatir


" Aku bisa sendiri di sini , oh ya aku memerlukan bantuan mu " ucap Adrian


" bantuan apa tuan " tanya Ella penasaran


" jika Rosa menanyakan keadaan ku bilang saja keadaan ku kritis saat ini " ucap nya tentang


Adrian sengaja melakukan itu agar hati Rosa bisa luluh ,Adrian berharap dengan cara seperti ini rasa benci rosa terhadap diri nya sedikit berkurang


" Baik tuan ," ucap nya patuh


" Tapi jika non Rosa ingin datang kesini bagaimana tuan , karna tadi non rosa ingin ikut tapi saya melarang nya " ucap Ella


" jika dia ingin datang biar kan saja dia datang , nanti aku akan bicara pada Dokter di sini untuk bekerja sama dengan ku " Ucap Adrian tenang


" baik lah tuan , saya akan meninggalkan satu supir di sini untuk menjaga anda " ucap Ella


dibalas anggukan pelan oleh Adrian


" Oh iya , apa perlu saya hubungi tuan Renal " Tanya Ella


" Tidak usah dia tidak perlu tau keadaan ku " ucap Adrian santai

__ADS_1


Adrian tidak ingin memberitahu kan keadaan nya pada Renal , karna Adrian yakin Renal pasti akan menertawakan diri nya


Kini Adrian sudah berada di ruang VIP , ia sudah bekerja sama dengan dokter dan para suster yang merawat nya


Ella pun pamit pada Adrian untuk kembali ke mansion , kini tinggal lah Adrian sendiri di kamar tersebut


Adrian terus Memikirkan Tentang Rosa , ia kembali mengingatkan kejadian tadi di saat Rosa menangis dan berteriak agar ia tidak mati itu membuat Adrian tersenyum sangat senang .


-----------


Kini Ella sudah sampai di mansion mewah milik Adrian , ia langsung menuju ke kamar rosa , untuk melihat keadaan sang majikan


" Gimana keadaan non Rosa " Tanya Ella pada Marni teman karja nya yang baru saja keluar dari kamar Rosa


" Non Rosa hanya duduk terdiam , aku sudah membujuk nya untuk pindah ke ranjang tapi dia tidak mau " ucap Marni memberitahukan pada Ella


Ella pun menyuruh marni untuk mengerjakan pekerjaan nya , lalu Ella masuk kedalaman kamar sang majikan , ia melihat Rosa yang terduduk di tempat adrian tergeletak tadi , darah di lantai dan di tangan Rosa kini sudah mengering


Rosa langsung melihat ke arah sumber suara tersebut


" Ella bagaimana keadaan nya " tanya Rosa khawatir mengalihkan pertanyaan Ella


" keadaan tuan saat ini kritis nona " ucap Ella dengan memasang wajah sedih agar Rosa percaya


" Ya tuhan ini salah ku Ella , andai saja aku tidak meminta nya untuk mati mungkin dia tidak akan kritis saat ini " ucap Rosa sambil menangis


" bagai mana kalau dia benar benar mati Ella , dan bagai mana dengan nasib anak ini nanti " sambung Rosa sembari sesegukan karna tangis nya


" Nona tenang lah kau tidak boleh terlalu banyak berpikir , iituakan memperburuk keadaan mu " ucap ella seraya menuntun Rosa ke ranjang nya

__ADS_1


" Tapi saat ini dia kritis karna aku Ella , karena permintaan konyol ku " ucap nya lirih


" Tenang lah nona saya yakin tuan akan baik baik saja " Ucap Ella menenangkan rosa


" Ella apa aku boleh melihat nya " pinta Rosa lirih


" kalo sekarang tidak bisa nona , karna anda perlu istirahat , pikir kan juga anak dalam kandungan anda , jika terjadi apa apa pada kalian tuan Adrian pasti merasa sangat sedih " ucap Ella meyakinkan Rosa


Rosa hanya terdiam mendengar ucapan Ella , saat ini Rosa sudah merasa agak sedikit tentang walau pikiran nya terus memikirkan keadaan Adrian


" Ella menurut kamu Adrian itu orang seperti apa " tanya Rosa pelan


" nona Dulu orang tua saya yang bekerja di sini mereka sudah bekerja saat tuan Adrian kecil , saat umur saya 10 tahun orang tua saya mengajak saya kesini dan saat itu umur tuan Adrian 13 tahun , saya sudah mengenal betul tentang tuan adrian dan kedua orangtua nya mereka adalah keluarga yang sangat baik " ucap Ella menjelaskan


"Waktu nyonya dan tuan Charolles masih ada tuan Adrian itu sangat murah senyum , baik dan sikap nya tidak seperti sekarang ini " sambung nya


" Lalu kenapa sikap dia berubah Seperti itu , dia terlihat dingin dan kejam " tanya Rosa penasaran


" Saat tuan Adrian berumur 21 tahun nyonya dan tuan Charolles meninggal karena di bunuh oleh Rekan bisnis nya , mereka tidak terima karna kalah Tender oleh perusahaan tuan Charolles , saat itu tuan dan nyonya sedang menghadiri pesan teman bisnis tuan besar , saat tengah malam mereka arah pulang mobil yang di kendarai tuan tiba-tiba berhenti di jalan dan di tabrak dari belakang dengan sangat kencang hingga nyonya dan tuan meninggal di tempat karna benturan keras , dan yang membuat aneh nya lagi mobil yang menabrak mobil tuan tidak ada korban saat di periksa mobil tersebut kosong tanpa penghuni "


" sejak saat itu tuan Adrian berubah dia sangat terpukul , beliau mengambil alih perusahaan tuan besar dan dia terus menyelidiki tentang kematian orang tua nya walau pun kasus nya sudah di tutup oleh pihak kepolisian , beberapa bulan kemudian tuan Adrian benar benar membuktikan ucapan nya , beliau menemukan pembunuh kedua orangtua tua nya tersebut dan sejak itu pula sikap tuan Adrian berubah menjadi sangat menakutkan dan dingin , iya tidak pernah tersenyum seperti dulu lagi " ucap Ella panjang lebar


Rosa hanya terdiam mendengar ucapan Ella tentang Adrian , pikiran nya melayang layang entah kemana , ada rasa iba terbesit dalam hati nya


" ternyata kita sama sama sebatang kara , pantas saja dia sangat menginginkan anak ini " ucap Rosa dalam hati


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2