CINTA WANITA MALAM

CINTA WANITA MALAM
CWM_PART 23


__ADS_3

Rosa tercengang dan kedua mata nya membulat melihat aksi nekat Adrian , ia melihat Adrian yang sudah terduduk dan tersenyum manis ke arah nya , sungguh seperti ada aliran listrik yang masuk langsung ke dalam hati Rosa


Rosa hanya terdiam ia merasa bingung pada hati dan perasaan nya . ia merasa hati nya sakit saat melihat Adrian terkulai lemah dengan bersimbah darah di pergelangan Tangan nya


" Rosa aku mohon jaga anaku dengan baik " ucap Adrian pelan dan lirih


Mendengar ucapan Adrian Rosa langsung sadar dari lamunan nya , ia bingung harus berbuat apa wajah nya mulai terlihat panik


" Apa kau sudah gila Adrian " bentak nya sambil menghampiri Adrian


" Aku tidak ingin merawat anak ini sendirian " teriak nya sambil menangis .*


*" kamu tidak boleh mati , tidak boleh , tidak boleh " raung nya


Rosa langsung menutup pergelangan tangan Adrian dengan kain agar darah nya tidak keluar terlalu banyak


Adrian tidak menjawab ia hanya terdiam sambil memejamkan mata nya karena menahan rasa sakit , sebenarnya Adrian tidak mengiris tepat di urat nadi nya , ia mengiris di bagian lain tapi masih di dekat pergelangan tangannya nya


Adrian hanya ingin Rosa melihat kesungguhan nya , ia sangat senang saat mendengar ucapan Rosa yang tidak mau dirinya mati , saat itu Adrian ingin sekali membuka mata nya dan tersenyum tapi ia tahan


" Elllllaaaaaaaa " teriak Rosa


" Ellaaaaaaa " panggil nya lagi

__ADS_1


Ella yang mendengar teriakan Rosa langsung buru-buru masuk ke kamar Rosa


" ya tuhan tuan , apa yang terjadi " tanya nya panik


" ini salah ku Ella , aku yang menyuruh nya untuk mati " ucap nya sambil menangis


" Ya tuhan " ucap ella kaget saat mendengar penjelasan Rosa


Ella lalu keluar dari kamar tersebut ia memanggil Supir yang ada di bawah untuk membawa Adrian ke rumah sakit , dua orang supir pun datang mereka memapah majikan nya menuju mobil


" Ella apa aku boleh ikut " tanya Rosa lirih


" Tidak bisa nona , kau juga sedang sakit, biar aku saja dan supir yang membawa tuan ke rumah sakit " ucap nya seraya berjalan meninggalkan kamar Rosa


Rosa hanya terdiam menatap kepergian Ella , ia kembali melihat darah yang ada di lantai dan tangan nya , ia kembali menangis saat mengingat Adrian yang mengiris pergelangan tangan nya sendiri


" padahal sebelumnya aku yang memang menginginkan dia mati , tapi kenapa aku merasa begitu sedih " ucap nya


" apa anak ini yang merasa sedih hingga aku ikut terbawa sedih " ucap rosa sambil memegang perut nya yang masih rata


" aku mohon maafkan aku " ucap Rosa lirih yang masih memegang perut nya


-------------

__ADS_1


Di rumah sakit ...


kini Adrian susah berada di ruang UGD , dokter sedang menangani pendarahan di tangan nya , setelah hampir satu jam akhirnya sang dokter pun keluar


" maaf Dokter gimna keadaan tuan kami " tanya Ella yang sejak tadi menunggu bersama dua orang supir di depan ruang UGD


" Apa tidak ada keluarga pasien " tanya sang Dokter


" emmm.. istrinya ada di rumah dok beliau juga sedang sakit saat ini " ucap Ella


" oh baik lah , tuan anda tidak apa apa pendarahan nya juga sudah berhenti , untung saja luka nya tidak sampai kena urat nadi nya , dan sekarang beliau sudah bisa di pindah kan ke ruang rawat inap " tutur nya lembut


" Syukur lah , terimakasih dok " ucap Ella ramah


sang dokter pun membalas dengan senyuman ramah , tiba-tiba ada seorang suster yang keluar dari ruang UGD


" permisi pasien sudah siuman , kata nya beliau ingin bertemu dengan Ella " ucap sang suster


" ah iya sus saya Ella " Sahut Ella


" Silakan masuk pasien menunggu anda " ucap suster dengan ramah


Ella pun masuk ke ruangan Adrian , ia melihat majikan nya yang sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit sambil memejamkan kedua mata nya .

__ADS_1


.


.


__ADS_2