CINTA WANITA MALAM

CINTA WANITA MALAM
CWM_PART 64


__ADS_3

Maria melihat ke arah Rosa yang baru saja tiba , Meria tersenyum sinis ke arah Rosa yang masih termenung menatap ke arah nya


" Senang bertemu dengan mu lagi Nona " ucap Maria dengan senyum angkuh


" Ada perlu apa anda mencari suami Saya " tanya Rosa tak kalah angkuh


" Ada Negosiasi yang harus kami bicarakan berdua , sekaligus melepas Rindu " Ucap Maria dengan sengaja agar membuat Rosa panas


" Negosiasi ? " tanya Rosa heran tanpa memikirkan perkatan Maria yang lain


" Negosiasi apa yang ingin kau bicarakan pada ku " sambung Adrian yang baru saja tiba di ruangan tersebut hingga membuat Rosa dan Maria melihat ke arah nya


" Apa kau yakin akan membicarakan ini di depan istri mu " ucap Maria sambil tersenyum licik dan menunjukkan Amplop coklat yang berada di tangan nya hingga membuat Rosa bertambah penasaran


" Bicaralah apa yang perlu kau bicarakan , aku dan Istriku akan mendengarkan nya dengan baik " Ucap Adrian tenang seolah tidak terjadi apa apa


Sedangkan Rosa yang mendengarnya merasa sangat bingung , karna Ia tidak tau hal apa pun yang sudah terjadi antara Adrian dan Maria , Rosa menatap ke arah Adrian untuk meminta penjelasan namun Adrian hanya menganggukkan pelan kepala nya seolah mengerti apa yang Rosa pikiran saat itu


" Baik lah jika itu mau mu , aku datang untuk bernegosiasi dengan mu , aku minta kau kembalikan semua Reputasi ku yang sudah kau hancurkan atau... " Ucap Maria menggantung penuh kebencian


" Atau apa , kau ingin mengancam ku " ucap Adrian menentang


" ha.. ha.. ha Mana berani aku mengancam mu Adrian Charolles , Aku hanya ingin bernegosiasi dengan mu sayang " Ucap maria sengaja sambil tertawa bak orang tidak waras


" Lihat lah " sambung Maria sambil meletakan Amplop coklat nya di meja Amplop yang sejak tadi membuat Rosa penasaran


Adrian Langsung mengambil Amplop tersebut dan membuka nya , Adrian hanya tersenyum sinis melihat foto-foto tersebut , lain hal nya dengan Rosa , Rosa merasa sangat terkejut melihat gambar yang sedang Adrian pegang , bagaimana tidak Rosa melihat Foto Adrian bersama wanita lain yang sedang tertidur pulas di ranjang tanpa sehelai benang pun di sana


" Adrian " panggil Rosa dengan suara bergetar


" tenanglah sayang , ini tidak seperti yang kau lihat " ucap Adrian lembut seraya menatap mata Rosa


Rosa terus memandang wajah Adrian dengan tatapan lirih , ia coba mencari kejujuran di mata sang suami , Rosa merasa sangat bingung , ia bingung harus percaya atau tidak , ya walau Rosa tahu sebelum bersama dengan nya Adrian pasti bukan pria yang baik seperti saat ini , Tapi hati wanita mana yang Rela melihat Foto suami nya bersama dengan wanita lain


" Aku ingin kau mengembalikan semua Reputasi ku di publik , atau Foto-foto itu akan tersebar dan Reputasi mu juga akan Hancur " ucap Maria lantang

__ADS_1


Adrian hanya terdiam tanpa menjawab ucapan Maria , Tiba-tiba Adrian mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi seseorang , hingga membuat Dua wanita itu merasa heran


" Masuk lah " ucap Adrian singkat pada benda pipih tersebut


Tak butuh waktu lama akhirnya beberapa Orang yang berbadan besar pun masuk kedalam ruangan tersebut yang tak lain adalah anak buah Adrian dan Renal , seraya menyeret seorang pria yang wajah nya sudah babak belur dan sudah tidak berdaya karna di hajar oleh anak buah Adrian


Maria yang melihat nya merasa sangat shock karna Maria sangat mengenal pria yang babak belur tersebut tapi Ia mencoba tetap tenang agar tidak di curigai oleh Adrian , sedangkan Rosa ia merasa sangat kaget dan bingung karna ia tidak tau apa apa , jadi ia lebih memilih diam dan menonton walau pun hati dan pikiran nya saat ini di penuhi oleh rasa penasaran


" Apa kau mengenal pria ini " tanya Adrian pada Maria


" Ti.. tidak aku tidak mengenal nya " ucap Maria gugup


" Benarkah , Baiklah aku akan menyuruh anak buah ku untuk menghabisi nya


jika kau tidak mengenal nya " ucap Adrian santai , namun sukses membuat wajah maria pucat pasi


Maria hanya terdiam mendengar ucapan Adrian , wajah nya kini pucat dan tubuh nya bergetar hati nya seperti teriris melihat keadaan kekasihnya yang sudah tak berdaya tersebut


Adrian terus menatap wajah Maria dengan senyuman sinisnya , sedangkan Rosa hanya terdiam ia seperti penonton yang sedang melihat film layar lebar di televisi


" Habisi dia " suruh Adrian dengan suara dingin pada anak buah nya hingga membuat Rosa menatap ke arah nya


" Aku mohon maafkan kami " Sambung Maria seraya memeluk pria tersebut


" Maaf " ucap Adrian singkat


Maria hanya menganggukkan kepala nya dan memandang wajah Adrian dengan tatapan lirih seolah meminta belas kasihan


" Katakan yang sejujur nya " Ucap adrian Dingin


" foto-foto itu bukanlah foto mu kami mengedit nya seperti wajah mu agar bisa bernegosiasi dengan mu , aku mohon maaf kan kami " ucap Maria sembari terisak


Rosa yang mendengar pengakuan dari Maria pun merasa kaget , ya tidak di pungkiri ada rasa senang juga dalah hati Rosa karna foto tersebut bukalah foto suaminya


" Semudah itu kah kau meminta maaf , setelah apa yang sudah kau dan Oom mu perbuat pada istri dan anak ku , kalian hampir saja membunuh mereka " Ucap Adrian penuh kemarahan

__ADS_1


" Adrian dengar , aku tidak turut andil dalam perbuatan Oom ku , Aku benar - benar tidak melakukan nya , aku berani bersumpah demi janin yang ada dalam rahim ku , aku mohon maaf kan kami Adrian " ucap Maria memohon


" Nona maafkan kami , kami bersumpah tidak akan mengganggu kehidupan kalian " sambung Maria seraya bersujud di kaki Rosa hingga membuat hati Rosa merasa ibah


Rosa menatap kearah Adrian yang masih terdiam , kini wajah Adrian sangat merah seperti menahan amarah dan kebencian , Rosa memeluk lengan Adrian seraya menenangkan sang Suami , Sedangkan Adrian yang merasa tangan nya di peluk pun langsung menatap ke arah Rosa


" Sayang menurut mu hukuman apa yang pantas mereka dapat kan " tanya Adrian pada Rosa


" Adrian lepaskan saja mereka " ucap Rosa hingga membuat Adrian heran


" tapi mereka ----" ucap Adrian terpotong


" Sayang kejahatan tidak perlu di balas dengan kejahatan , jadi aku mohon lepaskan mereka " Ucap Rosa memotong ucapan Sang suami


" Baik lah , Berterimakasih lah kalian karna terselamat kan oleh Istri ku , jika tidak mungkin kalian sudah tidak ada lagi di dunia ini " Ucap Adrian lantang


"Pergilah dan jangan pernah kalian memperlihatkan wajah kalian di hadapan ku " sambung Adrian


Maria pun tak henti-henti mengucapkan terimakasih pada Rosa karna sudah menolongnya dari maut , akhirnya Maria dan kekasihnya pun di bawa pergi oleh anak buah Adrian


" Adrian Terimakasih " Ucap Rosa seraya menatap dan tersenyum ke arah Adrian


" Terimakasih untuk apa " tanya Adrian Heran


" Terimakasih karna sudah melindungi kami , dan terimakasih karna sudah menjadi suami dan ayah yang bertanggung jawab " ucap Rosa seraya memeluk erat lengan sang suami .


Adrian sangat senang mendengar pujian dari sang istri untung saja ia tidak lengah , saat Richard dan Maria bertemu untuk membicarakan tentang misi nya perihal menghancurkan keluarga Charolles tanpa di sadari mereka ada sepasang mata yang mengintai mereka , sepasang mata tersebut tak lain adalah anak buah Adrian


Adrian menyuruh anak buah nya untuk terus memantau gerak gerik Richard karna Adrian tidak ingin kejadian kemarin terulang kembali dan benar saja Richard masih saja terus berulah dan dengan segera Adrian membereskan Maria dan Richard dengan cara membuat mereka bangkrut .


Adrian pun tersenyum seraya mencium kening sang istri dan tak lama mereka pun akhirnya pergi ke Rumah sakit intuk menjemput kedua buah hati nya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2