
Di sisi lain...
Ella pun sudah meninggalkan Mension setelah berpamitan pada Rosa , Ella yang di antar oleh supir Mension pun langsung menuju Apartemen milik sang Kekasih.
" Pak anda sudah bisa langsung kembali ke mansion " suruh Ella saat sudah tiba di Apartemen Renal.
" Tapi , Nyonya menyuruh saya untuk menunggu anda di sini " Ucap sang supir
" Tidak apa saya bisa memanggil taksi nanti " Ucap Ella meyakinkan sang supir hingga membuat sang supir pun mengangguk tanda mengerti .
Ella langsung masuk menuju Apartemen milik Renal setelah kepergian sang supir , sesampai nya di dalam Ella tidak melihat seorang pun berada di sana.
" Renal kau di mana ? , mengapa perasaan ku tidak karuan seperti ini ? " tanya Ella bingung pada diri nya sendiri.
Ella pun langsung mengeluarkan ponsel nya untuk menghubungi seseorang yang tak lain adalah Adrian.
" Hallo... , Adrian aku sudah berada di Apartemen Renal tapi dia tidak ada di Apartemen nya " ucap Ella dengan suara lirih saat panggilan sudah tersambung.
" Emmm.. , Ella lebih baik kau kembali ke Mansion , tentang Renal aku akan mengurusnya " Ucap Adrian sedikit gugup hingga membuat Ella merasa curiga
" Adrian apa kau sedang menyembunyikan sesuatu dari ku ? " tanya Ella heran karna merasa aneh dengan suara Adrian.
" Adrian Sebenarnya ada apa dengan Renal ? , kau pasti mengetahui sesuatu kan " sembung Ella dengan pertanyaan berutun nya.
" Ella aku Kan mencari dan menyelidiki keberadaannya Renal , aku pasti akan menghubungi mu nanti , sekarang kau kembalilah ke mansion " Suruh Adrian dengan lembut.
" Baiklah , aku tunggu kabar dari mu " Ucap Ella seraya mematikan panggilan tersebut.
Ella terduduk di sofa dengan tubuh lemas seperti tidak ada tenaga dalam diri nya , rasa khawatir pun menyelimuti hati dan pikiran nya saat ini ia terus saja memikirkan keberadaan sang kekasih .
" Renal kau di mana ?? " Tanya Ella dengan nada lirih.
" Tuhan aku mohon lindungilah kekasih ku dimana pun dia berada , Aku berharap dia baik-baik saja " ucap Ella memohon dengan suara lirih.
setelah puas menenangkan diri akhirnya Ella pun berniat kembali ke mansion dan menunggu kabar dari Adrian tentang Renal.
.
__ADS_1
.
---
Di Kantor ...
Adrian terlihat sedang berjalan meninggalkan ruangan nya dengan wajah panik ia bergegas ke suatu tempat.
Dengan kecepatan tinggi ia menuju tempat tersebut , tak butuh waktu lama kini Adrian telah tiba di sebuah gedung besar yang tertulis kan Rumah Sakit ******* , Dengan sigap Adrian langsung menghampiri sang Resepsionis untuk menanyakan tentang kecelakaan tunggal yang di alami oleh Renal.
( Flasback on )
Saat sedang mengerjakan pekerjaan nya tiba- tiba ponsel Adrian berdering , dengan sangat malas Adrian mengangkat panggilan tersebut pasal nya yang menelepon Adrian adalah nomer yang tidak ia kenal.
" Hallo siapa ini ?? " Tanya Adrian saat panggilan sudah terhubung.
" Maaf Tuan , kami dari pihak Rumah Sakit ****** ingin memberitahu kan bahwa kerabat anda yang bernama Tuan Renal Albern mengalami kecelakaan tunggal dan saat ini beliau ada di Rumah sakit ******* " ucap Sang Resepsionis dengan nada sopan.
" Apa !! apa kau yakin dia Renal kerabat ku ? " tanya Adrian tidak percaya.
" Kami menemukan identitas dan kartu nama anda di dompet pasien Tuan " Ucap Sang Resepsionis meyakinkan Adrian.
" Keadaan Tuan Renal Kritis dan saat ini kami ingin meminta persetujuan keluarga untuk melakukan Oprasi " ucap Resepsionis menjelaskan .
" Lakukan yang terbaik untuk nya , aku akan segera datang " Ucap Adrian seraya mematikan panggilan tersebut.
" Rendy batalkan semua rapat hari ini , saat ini aku ada urusan mendesak " ucap Adrian melalui panggilan telepon nya.
" Baik pak " ucap Rendy dengan patuhdi sebrang sana.
saat sedang membereskan berkasnya tiba-tiba ponsel Adrian berdering nama Ella tertera di layar ponsel tersebut dengan tenang Adrian mengangkat panggilan tersebut .
Adrian tidak ingin membuat gadis itu khawatir maka dari itu adrian berbohong pada Ella saat di Telpon tadi.
( Flasback Off )
" Suster apa benar ada pasien bernama Renal Albern di sini ? " tanya Adrian panik saat tiba di depan meja Resepsionis.
__ADS_1
" Anda Tuan Adrian ?? " Tanya Resepsionis tersebut dan di balas anggukan oleh Adrian.
" Tuan Renal sedang di tangani dokter di ruang Oprasi Tuan , Anda bisa lewat sini untuk menuju kesana " Sambung nya seraya menunjukkan arah jalan.
Adrian pun langsung berjalan menuju ruang yang di tunjukkan , saat tiba di ruang oprasi tiba-tiba Adrian melihat seorang suster keluar dari tempat tersebut dengan wajah panik.
" suster apa benar pasien di dalam bernama Renal Albern ? " tanya Adrian pada suster tersebut .
" Benar Tuan " Ucap sang suster
" Bagaimana keadaannya saat ini sus ?? " Tanya adrian dengan wajah panik .
" Saat ini pasien masih dalam keadaan kritis tuan , saya permisi tuan " Ucap sang suster seraya meninggalkan Adrian yang masih mematung di tempatnya .
" Deggg " jantung Adrian terasa terhenti saat mendengar keadaan sahabatnya saat ini tubuh nya melemas seperti tidak ada tenaga ia menjatuhkan tubuh nya di kursi tunggu rumah sakit tersebut dengan pandangan mata yang sangat kosong.
hingga akhirnya suara langkah kaki yang terdengar sangat jelas pun menyadarkan lamunan nya , terlihat dua orang Doktor dan suster yang berbicara dengan Adrian tadi pun masuk ke dalam Ruangan tersebut dengan tergesa-gesa
" Tuhan tolong selamatkan sahabatku " pinta nya dalam hati
" Hanya Renallah saudara ku satu-satu nya , aku mohon Tuhan selamatkan dia " pinta Adrian seraya memejamkan mata nya
.
.
.
.
Apa yang terjadi dengan Renal sebenarnya ???
Author pun tak tau ðŸ˜ðŸ˜
pikiran author masih bercabang dan bingung gaes
jangan lupa like nya ya 😊
__ADS_1
Gumawo 😊