
tak terasa sudah Satu bulan Renal di rawat di sana , Kini Rumah Sakit tersebut sudah seperti Rumah kedua untuk Adrian dan Ella karna hampir setiap hari mereka menemani Renal secara berganti.
Siang itu Ella sedang melihat ponselnya tiba tiba saja rasa ngantuk menghampiri Ella dan akhirnya Ella pun tertidur dengan posisi kepala tertunduk di ranjang Renal , cukup lama Ella tertidur dengan posisi tersebut namun dengan seketika Ella terbangun saat sadar ada tangan besar yang berada di kepalanya , saat membuka matanya Ella sangat terkejut karna melihat Renal sudah membuka kedua matanya namun mata Renal terlihat sedikit basah , Ella merasa tidak percaya Ella takut ini hanya mimpi belaka , Dengan segara Ella langsung menyentuh jari tangan Renal dan mengelus lembut pipi Renal hingga membuat sang empunya tersenyum simpul
" Renal Kau sudah sadar ?? " tanya Ella antusias di balas anggun pelan oleh Renal seraya tersenyum tipis
" Sebentar akan ku memanggilkan Dokter untuk mu " Ucap Ella seraya meninggal kan ruangan tersebut
Saat Ella sudah berada di luar Ella hanya berdiri di depan pintu ruangan Renal seraya meneteskan Air matanya , kini air mata yang keluar dari pelupuk mata Ella adalah air mata bahagia karna sang kekasih telah sadar dari koma nya , Ella juga tak lupa menghubungi Adrian dan Rosa dengan suara serak Ella memberitahukan kabar bahagia tersebut pada Adrian dan Rosa.
Tak berapa lama Ella pun masuk ke dalam ruangan Renal seraya di temanin Sang Dokter dan beberapa orang suster , Sang Dokter pun langsung memainkan alat nya untuk memeriksa keadaan Renal dan di bantu oleh para suster yang sembari melepaskan Alat-alat di tubuh Renal , Ella yang berada di sana hanya menatap dengan seksama.
" Apa anda ingat nama Anda Tuan ? " Tanya Sang Dokter di balas anggukan pelan oleh Renal
Sang Dokter sengaja menanyakan hal tersebut karna biasa nya pasien yang terkena kerusakan otak / gegar otak akan mengalami amnesia , untungnya Renal tidak mengalami hal tersebut.
" Pasien sudah sadar sepenuh Nona , hanya saja beliau masih harus kami pantau untuk pemulihannya , jika dalam satu hari keadaannya semakin membaik pasien sudah bisa di pindakan ke ruang rawat inap " Ucap Sang dokter menjelaskan dengan ramah.
" Baik Dok saya mengerti " sahut Ella seraya tersenyum ramah
" Kalau begitu saya permis " ucap sang dokter seraya membalikkan badannya
Saat Sang Dokter hendak pergi tiba tiba suara serak Renal memanggil sang Dokter hingga membuat Sang Dokter kembali membalikkan badan nya ke arah Renal
" Ada apa Tuan ?? " Tanya Sang dokter
" Saya tidak bisa menggerakkan kaki saya Dok , Ada apa dengan kaki saya ??" tanya Renal pelan namun masih terdengar oleh Dokter dan Ella.
Ella yang mendengarnya merasa terkejut dengan ucapan Renal dengan segera sang Dokter pun memeriksa kedua kaki Renal dengan cara menyentuhnya dan membuat pukulan kecil di bagian dengkulnya.
__ADS_1
Saat sang Dokter sedang memeriksa Renal tiba-tiba pintu terbuka terlihat Rosa dan Adrian yang baru saja tiba mereka langsung menghampiri Ella yang saat itu berada di sisi ranjang Renal , dengan seksama Adrian dan Rosa melihat sang Dokter memeriksa keadaan Renal saat itu.
" Apa saya mengalami kelumpuhan Dok ? " Tanya Renal tiba-tiba hingga membuat Rosa dan Adrian terkejut
" Maaf Tuan saya belum bisa memastikan , Kami akan melakukan Rontgen untuk mengetahui penyebab tersebut , Semoga saja ini bukan kelumpuhan permanen " Ucap sang Dokter menjelaskan
" Jika hasil nya keluar saya akan segera mengabari nya , Untuk saat ini Anda tidak boleh terlalu stres dan banyak berfikir karna akan membahayakan saraf otak anda " sambung sang Dokter dengan sabar
" Baik Dok terimakasih " ucap Renal pelan.
Setelah usai memeriksa Renal sang Dokter pun pamit meninggalkan kamar tersebut , Rasa hening kini menyelimuti Ruangan tempat Renal , Renal Hanya terdiam di ranjang nya seraya menatap kosong ke arah langit-langit tanpa bicara hingga membuat Ella, Adrian dan Rosa pun terdiam dan menatap ke arah nya
" Kau pasti akan segera pulih Renal , Tenanglah semua akan baik-baik saja " Ucap Adrian memecahkan keheningan hingga membuat Renal tersadar dari lamunannya
Renal tersenyum lembut seraya menganggukkan pelan kearah Adrian seolah menutupi kesedihan nya.
" Terimakasih dan Maafkan aku , karna sudah merepotkan kalian " ucap Renal pelan namun masih terdengar jelas oleh mereka
" Kau tidak perlu berkata seperti itu , Kita adalah keluarga " Ucap Adrian hingga membuat Renal tersenyum seketika Renal mengalihkan pandangannya ke arah Ella
" Ella " Panggil Renal dengan suara sumbang nya Ella pun langsung menetap ke arah sang kekasih dengan mata berkaca-kaca
" Maafkan aku " Ucap Renal terhenti dengan suara pelan.
" Renal berhentilah meminta maaf kau tidak salah , ini adalah musibah " Ucap Ella menenangkan Renal
" Tidak Ella ini memang salah ku , aku bukan Laki-laki baik , aku merasa tidak pantas bersama dengan mu , Ella maaf aku ingin kita putus " Ucap Renal dengan suara pelan dan tertahan namun masih terdengar jelas di telinga Ella , Rosa dan Adrian , namun Renal hanya menatap kosong ke arah langit-langit.
Ella yang mendengarnya merasa sangat terkejut seperti tersambar petir tiba-tiba , begitu pun dengan Adrian dan Rosa ,
__ADS_1
Air mata Ella langsung menentes membasahi pipi nya , ia pun terdiam seraya menatap Renal dengan wajah basah karna air matanya.
hatinya seperti hancur jantungnya seperti terhenti detik itu juga.
" Renal " panggil Ella dengan suara lirihnya namun Renal hanya terdiam di posisi nya
Rosa dan Adrian saling bertatapan mereka yang mendengarnya pun merasa bingung dan tidak percaya dengan ucapan Renal pasalnya Adrian dan Rosa tau betapa dalam cinta mereka , Seketika ruangan menjadi hening mereka sibuk dengan pemikiran nya masing-masing.
" Renal kau tidak serius dengan ucapanmu kan ?? " Tanya Adrian memecahkan keheningan
" Aku serius dengan ucapan ku Adrian " ucap Renal pelan dan masih tetap menatap langit-langit
Ella masih tetap terdiam ia merasa dunianya sudah hancur saat mendengar ucapan Renal air mata nya tak henti-henti membasahi pipinya , Rosa yang berada di dekat nya pun langsung mengelus lembut punggung Ella seraya menenangkan sahabatnya , Rosa merasa ibah dengan Ella saat itu hingga Rosa pun hampir meneteskan air mata nya.
" Renal apa kau sudah gila ?? , Apa salah Ella sampai kau memutuskan hubungan dengannya ?? " ucap Adrian dengan nada penuh emosi.
" Adrian Ini adalah keputusan ku " Ucap Renal dengan suara pelan seraya menutup kedua matanya
" Persetan dengan keputusan mu , kau tidak memikirkan perasaan Ella " Ucap Adrian dengan nada kesal namun Renal hanya terdiam tanpa menjawab
" Sudahlah Adrian , aku akan terima apapun keputusan mu Renal walaupun itu sangat menyakitkan untuk ku " Ucap Ella lirih seraya bangkit dari duduk nya namun Renal tak sedikitpun melihat ke arah Ella ia masih memejamkan matanya dan menyampingkan wajah nya.
" Aku permisi , selamat tinggal " sambung Ella seraya meninggalkan ruangan tersebut dengan keadaan menangis.
" Ella tunggu " Panggil Rosa namun Ella tidak menggubrisnya ia tetap meninggalkan ruangan tersebut
Adrian hanya terdiam saat melihat situasi tersebut sungguh ia pun merasa bingung karna kedua orang tersebut adalah orang-orang terdekat nya , Adrian pun tidak habis pikir dengan ucapan Renal sejujur nya Adrian pun kesal dengan sikap Renal saat ini.
" Sayang aku akan menyusul Ella " Ucap Rosa di balas anggukan oleh Adrian
__ADS_1
Rosa pun dengan segera menyusul Ella namun saat keluar dari ruangan tersebut Rosa sudah tidak melihat keberadaan Ella , Rosa pun akhirnya menyusuri koordinator Rumah Sakit tersebut.