
" akan sangat beresiko untuk kedua janin nya nanti , karna ini belum waktunya untuk mereka lahir saya sangat khawatir dengan kondisi paru-paru dan berat badan kedua janin tersebut " ucap sang dokter menjelaskan .
" dok saya mohon lakukan yang terbaik untuk mereka , berapa pun biayanya akan saya bayar " ucap Adrian memohon pada sang dokter
" bersabar lah Tuan kami akan melakukan yang terbaik untuk ibu dan kedua janin nya , saat ini saya sudah memberikan penanganan untuk pendarahan nya " ucap sang dokter
Setelah berbincang akhirnya sang dokter langsung menyuruh Adrian untuk menandatangani kertas persetujuan operasi , Adrian dengan sangat patuh menuruti perintah sang dokter , Setelah selesai Adrian pun kembali menghampiri ruang UGD , tempat di mana Rosa berada saat ini
Perasaan adrian kini telah bercampur aduk ia selalu memohon dan berdoa pada Tuhan di dalam hati nya , Adrian berdoa agar Rosa dan anak anak nya bisa selamat , sesungguhnya ia ingin sekali melihat Rosa saat ini tapi dokter melarang nya jadi adrian hanya bisa menunggu istrinya di luar ruangan tersebut
--
sementara di dalam ruangan Rosa sedang berbaring tak sadar kan diri di ranjang nya karna pengaruh obat dengan alat rumah sakit yang terpasang di tubuh nya , Rosa di pasang kan alat untuk mendeteksi kontraksi dan detak jantung si janin yang di sebut Cardiotopography ( CTG ) , dokter juga sudah memberikan penanganan tentang pendarahan yang di alamai Rosa , untung saja Rosa cepat di larikan Ke RS tersebut .
Setelah hampir satu jam hasil CTG pun keluar Dokter langsung memberikan penanganan pada Rosa , Dengan sangat barat hati dokter harus melakukan oprasi caesar walau pun hasil dari CTG kedua janin sangat tidak bagus , jika tidak melakukan oprasi sekarang maka kemungkinan besar kedua janin tidak akan bertahan di dalam rahim sang ibu mungkin saja bisa mengalami ke guguran , walau pun hasil nya 50 per 50 tapi Dokter yakin kedua janin akan selamat walau lahir dalam keadaan prematur , tapi kemungkinan besar akan ada masalah dalam tubuh si bayi .
sedang kan Adrian masih setia menunggu Rosa di depan ruang oprasi sendrian , ia menyuruh Ella kembali ke mansion untuk mempersiapkan perlengkapan nya dan Rosa selama di rumah sakit , wajah nya kini sangat sangat kacau , pikiran nya sangat tidak menentu rasa takut dan khawatir menjadi satu saat ini , saat Adrian sedang duduk sambil menundukkan kepala nya tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundak nya hingga membuat Adrian menoleh ke arah orang tersebut ,
" Bagaimana keadaan Rosa dan janin nya " tanya Renal yang baru saja tiba sambil menepuk pundak Adrian
" Dokter sedang menangani oprasi nya " ucap Adrian tidak bersemangat
__ADS_1
" Bersabarlah aku yakin mereka akan selamat " ucap Renal menguatkan sahabat nya
" aku pun berharap demikian " ucap Adrian lirih sambil memegang kepalanya yang terasa ingin pecah
Renal merasa sangat simpati terhadap sahabatnya , Renal melihat keadaan Adrian saat ini sama persis seperti saat dia tau bahwa kedua orang tua nya mengalami kecelakaan dan meninggal , Di situ lah Adrian benar - benar Rapuh dan saat ini Renal harus melihat momen itu lagi , momen di mana sahabatnya terlihat kacau dan putus asa
" Aku sudah menyuruh Robert dan anak buah nya untuk menyelidiki kejadian ini " Ucap Renal membuat Adrian melihat ke arah nya
" lalu apa sudah ada hasil " Tanya Adrian antusias
Renal pun menggelengkan kepala nya tanda belum ada hasil , tiba-tiba saja ponsel Renal berdering dengan segera Renal mengangkat panggil tersebut .
" sudah Tuan , kami sudah menemukan pelaku yang mendorong nona Rosa dan dalang dari kejadian ini adalah Tuan Richard William dari perusahaan JH Company , menurut pelaku Tuan Richard tidak terima atas kekalahan nya " ucap seseorang disebrang sana
tiba-tiba Rahang Renal pun mengeras saat mendengar penjelasan dari anak buah nya membuat Adrian menatap nya penuh ke Heranan , dan langsung merebut Ponsel milik Renal
" Siapa Dalang nya " Tanya Adrian tho the poin
" dalang nya adalah Tuan Richard William tuan , dia menyuruh anak buah nya untuk mencelakakan Nona Rosa " Ucap Robert
" Habisi anak buah nya " perintah Adrian dan langsung mematikan ponsel tersebut
__ADS_1
kini wajah Adrian tak kalah garang dari Renal , Rahang nya mengeras menahan emosi yang semakin meningkatkan
" kau Habisi semua perusahaan milik Richard jangan sampai ada yang tersisa " perintah Adrian pada Renal
" baiklah , apa perlu aku habisi juga si tua bangka itu " tanya Renal antusias
" tidak perlu , aku akan memberikan pelajaran terlebih dulu pada nya agar dia merasakan sakit yang di derita oleh istri dan anak ku " ucap adrian Dingin
Setelah mendapat perintah dari Adrian akhirnya Renal pun langsung meninggalkan Adrian yang masih setia menunggu kabar baik dari sang dokter tentang istri dan anak nya .
.
.
.
.
***UNTUK PARA PEMBACA MOHON MAAF KLO ADA KESALAHAN DALAM URUSAN MEDIS KARNA AUTHOR TDK TERLALU PAHAM DNGN URUSAN KE DOKTERAN MOHON DI MAKLUM YA 😊 INI KAN HANYA CERITA NOVEL SAJA DAN ALUR TERSERAH AUTHOR DONG 😂
MAAF BLM BISA UP BANYAK BANYAK, JANGAN LUPA VOTE, LIKE DAN COMMENT NYA YA SAY TERIMAKASIH BANYAK***
__ADS_1