
ternyata Renal lah yang telah masuk kedalam tanpa mengetuk pintu terlebih dulu , hingga membuat Rosa langsung tertunduk malu , sedangkan adrian ia menatap tajam ke arah sahabat nya tatapan mata Adrian menunjukan ke kesalan nya , Renal yang di tatap oleh adrian hanya tersenyum tanpa rasa berdosa
" ups .. Sorry " ucap Renal polos sambil nyengir kuda
" mau apa kau kemari " tanya Adrian kesal
" hay aku kesini karna aku mengkhawatirkan mu , apa kau tidak bisa menghargai niat baik ku " ucap Renal dengan memasang wajah sok memelas
" Renal aku ini masih normal , jadi berhenti bersikap seperti pacar ku " ucap adrian ketus
Renal tidak marah dengan ucapan Adrian ia malah tertawa senang mendengar nya , rosa yang sejak tadi menundukan kepala nya ,akhir nya ia Mengangkat kepala nya setelah mendengar tawa Renal
" ha,,ha,,ha kau ini lucu adrian , dulu kau yang selalu mengikuti ku kemana pun seperti pacar ku " ucap renal di selah selah tawa nya
" bahkan saat ada yang bilang kita homo kau malah diam saja seperti mengiyakan " sambung Renal masih dengan tawa nya ia senang menggoda Adrian hingga merasa kesal
Persahabatan mereka tidak akan tergantikan oleh apa pun , mereka saling melengkapi satu sama lain Renal sudah tau semua tentang adrian dan begitu pula dengan adrian .
bahkan mereka sudah seperti saudara kandung
" Hay sialan berhenti " ucap adrian malu sambil melayangkan bantal ke arah Renal
Rosa hanya tersenyum melihat dua pria tampan di depan nya tersebut
" ha .. ha .. ha sudah sudah aku lelah " ucap nya sambil tersenyum
" bagai mana keadaan mu sekarang " tanya Renal serius seraya berjalan menghampiri adrian
" ya seperti yang kau lihat saat ini , aku sudah baik baik saja dan besok juga sudah di izin kan pulang " ucap adrian santai
" bagus lah ,, aku membawa beberapa berkas yang harus kau tanda tangani , nah .." ucap Renal seraya memberikan map tersebut pada Adrian
__ADS_1
Adrian pun mengambil berkas tersebut dan membaca nya terlebih dulu sebelum ia menanda tangani nya , Renal pun menjauh dari adrian ia seraya berjalan menuju sofa yang berada di belakang Rosa
tak lama kemudian Ella datang dengan membawa kantong belanjaan nya
" nona ini pesanan anda dan tuan " ucap Ella seraya memberi kan belanjaan nya
" Terimakasih banyak Ella " ucap rosa lembut sambil tersenyum
Ella pun beranjak keluar dari ruangan tersebut ,tinggal lah mereka bertiga di dalam sana suasana kembali hening
Mereka sibuk dengan kegiatan masing masing , Adrian dengan berkas nya , Renal dengan handpone nya dan Rosa dengan makanan nya , ia sedang menyiapkan makan untuk Adrian
" Adrian lebih baik kau makan dulu ,nanti rasa nya tidak enak jika sudah dingin " ucap Rosa pelan
" iya sebentar lagi aku makan " sahut nya tanpa melihat wajah Rosa
Rosa pun terdiam ia tidak bicara lagi karna rosa tau adrian sedang sibuk dengan berkas nya , dan lagi rosa juga bingung harus bicara apa pada adrian , karna mereka memang tidak pernah ngobrol secara formal setelah menikah , jika bicara pun itu hanya meluap kan kebencian nya saja pikir Rosa
" Rosa kemarikan makanan nya biar aku yang menyuapini nya " sahut Renal yang tiba tiba sudah berada di belakang Rosa
" No .... aku bisa makan sendri , lebih baik di suapinin dari tangan Rosa lebih nikmat , dari pada di suapini mu yang ada aku merasa mual nanti " tolak Adrian lantang
Deg
jantung Rosa langsung berdetak tak karuan saat mendengar ucapan adrian , walau pun adrian hanya bercanda tapi hati rosa sudah merasa senang
" Why ...apa kau lupa saat kau sakit dulu aku yang menyuapini mu makan " goda Renal sambil tersenyum penuh kemenangan
" siallll .. nah berkas nya , lebih baik kau cepat pergi lah dari sini " umpat Adrian kesal seraya memberikan berkas ke Renal
" baik lah aku memang ingin pergi " ucap nya sambil mengambil berkas nya dan berjalan ke arah pintu
__ADS_1
saat membuka knop pintu Renal terhenti sejenak ia membalikan muka nya ke arah Adrian dan Rosa
" apa kalian akan melanjutkan yang tadi,,? " tanya Renal menggoda dengan senyum mengngembang nya
wajah rosa kini sangat merah setelah mendengar nya , ia malu karna renal melihat nya saat ciuman dengan adrian tadi
" Renal sialan pergi kauuu " Teriak Adrian seraya mau melempar kan bantal nya lagi tapi ia tahan karna Renal sudah buru buru pergi
Renal berjalan melewati lorong Rumah sakit dengan senyum kemenangan nya , ia senang karna berhasil membuat sahabat nya malu malu dan kesal
Adrian melihat ke arah rosa yang sedang terduduk malu karna ulah Renal ,
suasana kini menjadi hening dan canggung , mereka sama sama terdiam , Adrian pun akhir nya memulai Pembicaraan
" Rosa ayo kita makan " Ajak Adrian memecah kan kecanggungan nya
" Eeemmm ,, ahhh iya " ucap nya kaget
Rosa langsung mengambil kan makanan milik adrian dan memberikan nya ke si pemilik
Adrian pun memakan bubur nya dan Rosa memakan Rujak nya dengan sangat lahap , sesekali Adrian melihat ke arah Rosa ia merasa senang karna sudah bisa sedekat ini dengan Rosa
" Terimakasih Tuhan karna telah membuat Rosa memaaf kan ku " ucap Adrian dalam hati
" Aku janji tidak akan menyakiti nya lagi , aku akan menjaga dia dan anak ku sampai kapan pun "
" Rosa aku bakal ungkapin perasaan aku ke kamu nanti bila saat nya tiba "
suasana saat ini menjadi sangat tenang dan nyaman rasa bahagia menyelimuti hati adrian
.
__ADS_1
.
.