CINTA WANITA MALAM

CINTA WANITA MALAM
CWM_PART 22


__ADS_3

Rosa belum tertidur ia hanya memejamkan mata nya , ia hanya terdiam saat mendengar ucapan Adrian


" cklekkk " suara pintu tertutup


Rosa yang mendengar pintu tertutup langsung melihat ke arah pintu tersebut dan merubah posisi nya menjadi duduk dan menyandarkan tubuh nya di kepala ranjang


" Syukurlah akhirnya dia pergi juga , sungguh aku sangat lapar " ucap Rosa


Adrian yang kini berada di depan pintu pun tersenyum mendengar ucapan Rosa , ia menggelengkan pelan kepala nya


sejak keluar dari kamar Rosa Adrian memang tidak pergi , ia hanya berdiri di depan pintu kamar Rosa ia ingin memastikan kalau rosa benar benar akan makan .


Rosa pun mengambil piring nasi yang sudah berisi lauk pauk tersebut , ia memakan nya dengan sangat pelan saat suapan ke tiga tiba tiba perut rosa merasa seperti di aduk aduk , ia berjalan dengan susah payah menuju kamar mandi dan memuntahkan semua makan yang ia makan tadi


Tenggorokan nya terasa sangat sakit lidah nya terasa pahit , ia benar benar merasa sangat lemas , di tambah kelapa nya yang masih pusing


Adrian mendengar Rosa yang sedang muntah ia pun kembali masuk ke dalam kamar Rosa , mata nya tidak melihat Rosa di ranjang ia langsung menuju kamar mandi


benar saja Rosa berada di sana , Adrian melihat rosa yang sedang menyandarkan tubuh nya di dinding dan memejamkan mata nya


" Rosa mari aku bantu menuju ranjang mu " ucap Adrian lembut


Rosa yang kaget langsung membuka mata nya dengan cepat

__ADS_1


" Tidak perlu aku bisa sendiri lebih baik kau pergi " ucap nya ketus


" aku mohon kau jangan keras kepala untuk saat ini " ucap Adrian tulus seraya menggendong rosa ala pengantin


" sudah ku bilang tidak mau , cepat turun kan aku " ucap Rosa sambil memberontak


Adrian tidak menghiraukan ucap Rosa ia terus menggendong tubuh mungil itu dan menaruh nya ke ranjang dengan sangat pelan


" Aku bertanggung jawab untuk menjaga kau dan anak ku , aku akan lakukan apa pun untuk anak itu " ucap Adrian setelah menaruh tubuh Rosa di ranjang


Rosa terdiam sesaat ia sedang merasa bingung dengan detak jantung nya yang sedang berdetak lebih cepat dari biasa nya


" Kau yakin akan melakukan apa saja untuk anak ini " tanya Rosa tanpa menatap wajah Adrian


" kalo anak ini menginginkan kau mati , apa kau akan melakukan nya " tanya Rosa sinis


" jika memang dengan kematian kau bisa memaafkan semua kesalahan ku , aku bersedia melakukan nya " ucap Adrian meyakinkan Rosa


" hehm.. pembohong " ucap Rosa dengan senyum sinis nya


" aku tidak pernah berbohong dengan ucapan ku" ucap Adrian meyakinkan Rosa


minum lah obat nya dan beristirahat lah " sambung Adrian lembut seraya memberikan obat dan air untuk Rosa

__ADS_1


Rosa mengambil obat dan air tersebut dari Adrian dengan wajah tanpa ekspresi lalu meminum nya


" Lalukan lah jika memang kau tidak berbohong " ucap Rosa sinis


jantung Adrian serasa sesak seperti di ikat kenceng dengan tali setelah mendengar ucapan Rosa , Adrian tau yang mengingatkan ia mati bukan lah janin tersebut melain kan rosa yang menginginkan Adrian mati


" baik lah , tapi ada syarat nya " ucap Adrian tegas


",,,,,,," rosa dia tak menjawab ia hanya tersenyum sinis


" hehm aku yakin kau tidak akan bersedia jika mati dengan percuma " ucap rosa dalam hati


" jika aku mati , aku hanya ingin kau menyayangi dan mencintai anak ku dengan tulus " Ucap Adrian tenang


Prangggg


Adrian langsung memecahkan piring yang berada di meja , lalu ia mengambil pecah piring tersebut


Rosa mendengar bunyi pecahan piring ia langsung melihat ke arah Adrian yang sudah memegang pecahan beling tersebut


sungguh Rosa sangat terkejut melihat nya , ia tidak percaya jika Adrian akan melakukan permintaan konyol nya , tapi Rosa tidak bergeming ia hanya terdiam melihat aksi Adrian


Adrian masih bersikap tenang ia terus memandangi pecahan beling yang berada di tangan nya , ia menelan saliva nya dengan sangat berat

__ADS_1


dengan Perlahan Adrian mengiris tangan nya dengan pecahan beling tersebut , darah segar keluar dari tangan Adrian , ia meringis menahan sakit setelah tangan nya sudah teriris sempurna


__ADS_2