
Rosa belum tertidur ia hanya memejamkan mata nya , ia hanya terdiam saat mendengar ucapan Adrian
" cklekkk " suara pintu tertutup
Rosa yang mendengar pintu tertutup langsung melihat ke arah pintu tersebut dan merubah posisi nya menjadi duduk dan menyandarkan tubuh nya di kepala ranjang
" Syukurlah akhirnya dia pergi juga , sungguh aku sangat lapar " ucap Rosa
Adrian yang kini berada di depan pintu pun tersenyum mendengar ucapan Rosa , ia menggelengkan pelan kepala nya
sejak keluar dari kamar Rosa Adrian memang tidak pergi , ia hanya berdiri di depan pintu kamar Rosa ia ingin memastikan kalau rosa benar benar akan makan .
Rosa pun mengambil piring nasi yang sudah berisi lauk pauk tersebut , ia memakan nya dengan sangat pelan saat suapan ke tiga tiba tiba perut rosa merasa seperti di aduk aduk , ia berjalan dengan susah payah menuju kamar mandi dan memuntahkan semua makan yang ia makan tadi
Tenggorokan nya terasa sangat sakit lidah nya terasa pahit , ia benar benar merasa sangat lemas , di tambah kelapa nya yang masih pusing
Adrian mendengar Rosa yang sedang muntah ia pun kembali masuk ke dalam kamar Rosa , mata nya tidak melihat Rosa di ranjang ia langsung menuju kamar mandi
benar saja Rosa berada di sana , Adrian melihat rosa yang sedang menyandarkan tubuh nya di dinding dan memejamkan mata nya
" Rosa mari aku bantu menuju ranjang mu " ucap Adrian lembut
Rosa yang kaget langsung membuka mata nya dengan cepat
__ADS_1
" Tidak perlu aku bisa sendiri lebih baik kau pergi " ucap nya ketus
" aku mohon kau jangan keras kepala untuk saat ini " ucap Adrian tulus seraya menggendong rosa ala pengantin
" sudah ku bilang tidak mau , cepat turun kan aku " ucap Rosa sambil memberontak
Adrian tidak menghiraukan ucap Rosa ia terus menggendong tubuh mungil itu dan menaruh nya ke ranjang dengan sangat pelan
" Aku bertanggung jawab untuk menjaga kau dan anak ku , aku akan lakukan apa pun untuk anak itu " ucap Adrian setelah menaruh tubuh Rosa di ranjang
Rosa terdiam sesaat ia sedang merasa bingung dengan detak jantung nya yang sedang berdetak lebih cepat dari biasa nya
" Kau yakin akan melakukan apa saja untuk anak ini " tanya Rosa tanpa menatap wajah Adrian
" kalo anak ini menginginkan kau mati , apa kau akan melakukan nya " tanya Rosa sinis
" jika memang dengan kematian kau bisa memaafkan semua kesalahan ku , aku bersedia melakukan nya " ucap Adrian meyakinkan Rosa
" hehm.. pembohong " ucap Rosa dengan senyum sinis nya
" aku tidak pernah berbohong dengan ucapan ku" ucap Adrian meyakinkan Rosa
minum lah obat nya dan beristirahat lah " sambung Adrian lembut seraya memberikan obat dan air untuk Rosa
__ADS_1
Rosa mengambil obat dan air tersebut dari Adrian dengan wajah tanpa ekspresi lalu meminum nya
" Lalukan lah jika memang kau tidak berbohong " ucap Rosa sinis
jantung Adrian serasa sesak seperti di ikat kenceng dengan tali setelah mendengar ucapan Rosa , Adrian tau yang mengingatkan ia mati bukan lah janin tersebut melain kan rosa yang menginginkan Adrian mati
" baik lah , tapi ada syarat nya " ucap Adrian tegas
",,,,,,," rosa dia tak menjawab ia hanya tersenyum sinis
" hehm aku yakin kau tidak akan bersedia jika mati dengan percuma " ucap rosa dalam hati
" jika aku mati , aku hanya ingin kau menyayangi dan mencintai anak ku dengan tulus " Ucap Adrian tenang
Prangggg
Adrian langsung memecahkan piring yang berada di meja , lalu ia mengambil pecah piring tersebut
Rosa mendengar bunyi pecahan piring ia langsung melihat ke arah Adrian yang sudah memegang pecahan beling tersebut
sungguh Rosa sangat terkejut melihat nya , ia tidak percaya jika Adrian akan melakukan permintaan konyol nya , tapi Rosa tidak bergeming ia hanya terdiam melihat aksi Adrian
Adrian masih bersikap tenang ia terus memandangi pecahan beling yang berada di tangan nya , ia menelan saliva nya dengan sangat berat
__ADS_1
dengan Perlahan Adrian mengiris tangan nya dengan pecahan beling tersebut , darah segar keluar dari tangan Adrian , ia meringis menahan sakit setelah tangan nya sudah teriris sempurna