
Ella merasa bingung melihat Rosa hanya terdiam dan melamun sejak ia bercerita tentang majikan laki-laki nya
" Nona , apa anda baik baik saja " tanya Ella
" Emmm ,, iya aku baik baik saja ella " ucap nya kaget karna baru sadar dari lamunan nya
" nona apa anda butuh sesuatu biar saya ambil kan " tanya Ella
" tidak perlu Ella aku tidak membutuh kan apa apa " ucap Rosa
" Baiklah kalo begitu lebih baik anda beristirahat " ucap Ella sambil tersenyum
" baik lah terimakasih " ucap Rosa seraya membaringkan tubuh nya
" Emm Ella , apa besok pagi aku boleh melihat keadaan Adrian " tanya nya hati hati
" boleh Nona tapi nona harus istirahat dulu " ucap nya lembut
Rosa pun mengangguk kan kepala tanda mengerti , ia memejam kan mata nya untuk beristirahat walau pun pikiran nya selalu mengingat kejadian adrian tadi .
Ella membereskan kamar Rosa ia mengelap darah yang berceceran di lantai , setelah selesai Ella pun keluar saat sampai di bawah ia menghubungi majikan laki-laki nya
----------
Di rumah sakit ....
Adrian sedang bersandar setengah duduk , ia sedang mengecek email melalui handpone nya Tiba-tiba handpone tersebut berdering
__ADS_1
tertera nama Ella di sana , Adrian langsung mengangkat telepon tersebut
" Ya ... gimana keadaan nya " tanya Adrian langsung
" Keadaan nya sudah mulai membaik Tuan , Non Rosa merasa sangat bersalah saat saya bilang tuan kritis " ucap Ella
" Dia terus memaksa untuk melihat keadaan tuan , kemungkinan besok pagi kami kesana " Sambung Ella
Adrian yang mendengar ya pun tersenyum senang karena rencana nya berjalan walau belum sepenuh nya
" Baik lah..biarkan saja dia beristirahat " ucap Adrian seraya mematikan telpon nya
senyum senang terpancar jelas di wajah Adrian , tanpa ia sadari senyum manis yang telah hilang beberapa tahun lalu kini telah kembali ke diri nya .
" Aku janji akan mendapatkan hati mu Rosa " ucap nya pada diri sendiri
" aku akan membuat kau menerima anak ku dan tidak akan aku biarkan kau pergi Meninggalkan kita " ucap Adrian penuh keyakinan sambil tersenyum
Adrian membaringkan tubuh nya dan beristirahat , ia terus membayangkan wajah cantik dan mungil milik Rosa .
-------------------
Keesokan hari nya ...
Rosa baru saja terbangun dari tidur nya , seperti biasa perut nya merasa sangat mual , ia berjalan menuju kamar mandi untuk memuntahkan isi dalam perut nya walau pun hanya cairan bening yang keluar
Ella pun masuk kedalam kamar Rosa seraya membawa nampan berisi sarapan Untuk Rosa
__ADS_1
" Nona apa anda baik baik saja " tanya Ella yang baru melihat Rosa keluar dari kamar mandi
" aku merasa sangat mual " ucap Rosa lirih
" itu normal untuk wanita hamil nona , mari sarapan biar saya bantu " ucap Ella seraya menuntun Rosa ke ranjang
Rosa hanya menuruti ucapan Ella , ia pun duduk di tepi ranjang nya dan memakan sarapan nya dengan malas seperti tidak berselera
" Ella jam berapa kita akan ke rumah sakit " Tanya Rosa
" setelah nona Rapi kita sudah bisa berangkat ke sana " sahut Ella
" baik lah kalau begitu aku mandi dulu " ucap nya seraya berdiri
" Tapi nona sarapan anda belum habis " tanya Ella
" Aku sudah kenyang Ella " ucap nya sambil memasuki kamar mandi
Rosa ingin sekali melihat keadaan Adrian karna ia selalu di hantui rasa bersalah dalam hati nya , dan juga ia khawatir dengan kondisi Adrian yang kritis sejujur nya rosa merasa bingung dengan perasaaan nya ,
Rosa bingung kenapa ia harus khawatir dengan Adrian jelas jelas Adrian telah mengambil kesucian nya secara paksa , tapi setelah melihat Adrian yang rela mati membuat perasaan Rosa tidak karuan apa lagi saat adrian tersenyum pada nya membuat jantung Rosa berdetak lebih kencang
Tapi Rosa selalu menyangkal nya , ia berfikir karna kehamilan nya yang membuat ia seperti ini .
.
.
__ADS_1
.
.