
film pun berakhir ruangan yang gelap kini sudah terang kembali , semua orang berhamburan keluar dari ruangan tersebut termasuk Rosa dan Adrian
Sepanjang perjalanan keluar Adrian terus merangkul Rosa dengan sangat mesra , sedangkan Rosa hanya terdiam dan mengikuti langkah kaki suami nya , banyak mata yang memandang kagum ke arah Adrian karna ke tampanan dan ke gagahan nya membuat para wanita indonesian merasa sangat terkesima
" tuh cowo ganteng banget , mana gentle lagi sama cewek nya " ucap seseorang di belakang Rosa dan Adrian yang sedang berbisik pada teman nya yang lain pakai bahasa indonesia
" itu cewek nya orang kita loh ( maksd nya orang indonesia ) " sahut teman nya yang lain
" ah paling cuma cewek simpenan nya aja, selama tuh bule di indonesia , kebanyakan kaya gitu , mana ada orang ganteng gitu mau nikah sama orang kita secara syah kebanyakan kan kontrak" sahut teman nya yang lain
Rosa mendengar jelas orang orang yang berada di belakang nya kini sedang membicarakan diri nya , ia hanya terdiam sejujur nya hati Rosa teriris mendengar ucapan mereka , Rosa ingin sekali mengatakan pada mereka bahwa ia adalah istri syah nya , tapi Rosa tidak punya keberanian untuk itu jadi dia lebih memilih diam , sekilas Rosa melihat ke arah Adrian yang terlihat santai karna Rosa tau adrian tidak mengerti percakapan mereka
ini adalah risiko yang harus Rosa terima , karena ini adalah pilihan nya , Rosa harus terima hinaan dan cacian dari para masyarakat tersebut , kini mood Rosa berubah jadi hancur ia menyesal telah kembali ke indonesia pikir nya .
sepanjang perjalanan mengelilingi Mall pikiran Rosa menerawang entah kemana sampai mereka duduk di restoran pun Rosa masih tetap diam , meskipun Adrian mengajak nya bicara tetap saja pikiran Rosa sedang entah kemana , sejak ia dan Adrian keluar dari apartemen nya kesialan kini mulai muncul pada diri Rosa , ia berpikir bagai mana jika ia pulang ke kampung halamanya nanti mungkin semua tetangga nya akan berpikiran sama seperti orang orang tadi , di tambah lagi dengan gosip pekerjaan Rosa dulu , mungkin saat ini sudah tersebar ke seluruh kampung pikir Rosa
Rasa takut dan minder kini kembali memasuki pikiran dan perasaan nya, Rosa takut akan membuat Adrian malu dan merusak reputasi sang suami karna masa lalu nya , dan yang paling mengganjal dalam pikiran nya adalah rasa minder , Rosa minder karna merasa tidak pantas bersanding dengan Adrian itu semua yang ada dalam pikiran nya saat ini
sejak pertemuan nya dengan Chelsea mood Rosa berubah hancur di tambah dengan omongan orang yang di belakang nya tadi , rasa ingin menikmati momen indah pun hancur seketika .
__ADS_1
Adrian mengajak Rosa ke salah satu restoran yang berada di dalam mall tersebut , ia menduduki Rosa setelah mendapatkan tempat yang menurut nya nyaman , Adrian merasa tidak tenang saat melihat Rosa yang hanya terdiam , terlihat jelas perubahan sang istri sejak tadi
sejujur nya Rosa merasa tidak nyaman di sana , tapi ia tidak ingin mengecewakan suaminya , Rosa tidak nyaman karena ada beberapa orang yang menatap ke arah meja nya , Rosa pun jadi berpikir negatif saat ada mata yang menatap ke arah nya dan Adrian , ia jadi sering berpikiran buruk saat ada Orang yang menatap nya , yak walaupun dengan tatapan kagum pun Rosa tetap saja merasa parno , Rosa berpikir pasti orang itu sedang menjelekkan dan menggosipi nya , itu yang ada di pikiran rosa saat ini .
" Sayang kau ingin makan apa " tanya Adrian lembut
" terserah kau saja Adrian " ucap Rosa
Adrian tidak bertanya lagi pada Sang istri , ia pun langsung memesan makanan nya ke pelayan yang sudah datang ke meja nya dengan membawa buku menu , setelah pelayan pergi Adrian kembali menatap istri nya
" sayang apa kau baik - baik saja " tanya Adrian lembut seraya mengelus lembut pipi Rosa
" aku baik-baik saja Adrian " ucap Rosa sambil tersenyum dan melihat ke arah suami nya dengan tatapan sendu
" Sayang apa yang mengganggu pikiran mu , katakan pada ku " tanya Adrian lembut sambil menggenggam jari tangan istri nya
" Tidak ada Adrian " ucap Rosa berbohong sambil mengukirkan senyum agar adrian percaya
" Benar kah " ucap adrian tidak percaya
__ADS_1
Rosa hanya menganggukkan pelan kepala nya tanpa menjawab
" Sayang jangan berbohong pada ku , aku tau kau tidak baik-baik saja , katakan apa yang mengganggu pikiran mu , apa ucapan Chelsea tadi " ucap adrian
Rosa pun menundukkan kepala nya tanda bersalah , Adrian langsung menyentuh dagu Rosa dan mengangkat wajah nya dengan lembut sehingga mata mereka saling beradu dan menatap satu sama lain
" Adrian , menurut ku setelah anak kita lahir lebih baik kita tidak perlu melakukan perayaan " ucap Rosa takut-takut
" Ada apa kenapa seperti itu " tanya Adrian bingung sambil mengerut kan kedua alis nya
" emmm... emmm" sahut Rosa gugup
" Sayang aku mohon Lupakan ucapan Chelsea tadi , kita akan tetap melaksanakan perayaan pernikahan dan kelahiran anak anak kita nanti " ucap Adrian Lembut .
" Tapi adrian , bagaimana jika semua rekan bisnis mu tau bahwa aku adalah mantan wanita malam , itu akan merusak reputasi mu " ucap Rosa dengan suara Lirih
" Aku tidak perduli dengan Reputasi ku sayang , aku mohon berhentilah berpikir yang tidak tidak " ucap Adrian dengan nada memehon
Adrian terus membujuk sang istri agar tidak memikirkan yang tidak perlu di pikir kan, Adrian tidak ingin Rosa dan anak nya kenapa kenapa , maka dari itu Adrian harus Ekstra sabar meyakinkan Rosa bahwa semua nya akan baik baik saja , ia juga terus membujuk Rosa agar mood nya kembali membaik .
__ADS_1
Setelah selesai makan Rosa mengajak Adrian kembali ke apartemen , ia tidak ingin berlama lama di luar karna Rosa tidak ingin kejadian tadi terulang kembali hingga membuat mood nya hancur berantakan , Rosa merasa di luar Negri lebih baik dari pada di indonesia walau pun di sana bukan tanah kelahiran nya , tapi warga negara di sana cuek , tidak seperti warga negara di indonesia
-----