
" aawwwa " teriak Rosa penuh kesakitan
" Ella tolong selamat kan anak-anak ku " ucap Rosa memohon sambil menahan rasa sakit nya
" nona bertahan lah saya mohon " ucap Ella dengan wajah panik
wajah Rosa saat ini sangat lah pucat , ia sunggung tidak kuat menahan rasa sakit yang amat sangat menyiksa nya . kini rasa sakit , takut dan khawatir telah bercampur menjadi satu dalam diri dan pikiran Rosa , Rosa takut tidak bisa bertahan untuk anak anak nya , ia juga khawatir dengan keadaan kedua anak nya .
Ella yang melihat keadaan majikannya merasa sangat panik dengan kondisi sang majikan , dalam diri nya sangat menyesal tidak bisa menjaga majikannya dengan baik, Dengan sangat panik Ella mengeluarkan handpone nya untuk menghubungi Adrian .
Tak butuh waktu lama kini Rosa dan Ella sudah berada di rumah sakit , Rosa langsung di larikan ke ruang UGD , Dokter dengan segera menangani keadaan Rosa saat ini
---
Di Kantor adrian..
Adrian sedang berada di ruang Rapat nya , ia sedang membahas tentang tender yang baru saja di menangkan oleh perusahaan nya , saat Adrian sedang Rapat tiba-tiba ponsel nya bedering ,
wajah Adrian kini berubah panik setelah menerima panggilan tersebut , Renal yang melihat wajah panik Adrian pun merasa heran dan penasaran
" apa ada masalah " tanya Renal
" aku harus pergi , kau lanjutkan Rapat nya " ucap Adrian tanpa menghiraukan pertanyaan sahabatnya
__ADS_1
Adrian pun langsung meninggalkan Ruangan tersebut dengan sangat terburu-buru , Renal yang tidak mendapat jawaban dari Adrian pun mengikuti langkah Adrian
" Ada masalah apa " tanya Renal lagi dengan rasa penasaran .
" Ada yang mendorong Rosa saat di Mall , dan saat ini Rosa mengalami pendarahan ,aku harus menemui nya " ucap Adrian dengan wajah panik
Renal yang mendengar nya pun merasa sangat kaget , Renal sangat yakin bahwa kecelakaan Rosa ini sudah di rencanakan oleh seseorang.
" kau pergi lah , aku akan mengurus semua dan menyelidiki nya " ucap Renal sambil menepuk pelan bahu Adrian
Adrian pun menganggukkan kepalanya pada Renal tanda setuju , setelah perbincangan nya dengan Renal selesai Adrian pun langsung pergi menuju Rumah sakit.
tak butuh waktu lama kini Adrian sudah sampai di Rumah sakit tempat Rosa di larikan , dengan wajah panik dan langkah terburu-buru Adrian melewati Lorong Rumah sakit yang saat itu sedang ramai oleh pasien dan suster yang berlalu lalang , banyak mata yang memandang kagum ke arah Adrian , tapi ia tidak menghiraukan nya karna saat ini isi kepala nya hanya ada Rosa dan kedua anak nya .
" Nona sedang di tangani di dalam tuan " ucap Ella terbata-bata
Adrian langsung menghampiri pintu ruangan operasi tersebut , berharap dokter keluar membawa kabar baik tentang Rosa dan kedua anak nya , kini wajah Adrian sangat lah kacau penampilan nya sangat berantakan tidak serapi saat ia berangkat ke kantor pagi tado meskipun terlihat berantak tapi adrian masih terlihat tampan dan gagah , Adrian tidak menghiraukan penampilan nya saat ini yang ia pikir kan adalah keadaan Rosa dan anak-anak nya
" tuhan tolong selamat kan istri dan kedua anak ku " ucap Adrian memohon dalam hati
" tuan minumlah " ucap Ella sambil memberikan minuman yang baru saja ia beli untuk majikan nya
" Ella bagai mana ini bisa terjadi " tanya Adrian sambil menerima minuman tersebut
__ADS_1
Ella pun menceritakan kejadian yang terjadi saat ia dan Rosa berada di Mall , saat Ella menjelaskan tiba-tiba rahang adriam mengeras seperti menahan sebuah amarah yang sangat memuncak , Adrian berjanji akan menemukan dan menghabisi orang yang sudah mencelakakan istrinya
tak betapa lama seorang dokter pria pun keluar dari ruang operasi membuat Adrian dan Ella menghampiri sang dokter tersebut
" keluarga pasien " ucap Sang Dokter
" gimana keadaan istri dan anak saya dok " tanya Adrian
" mari ikut ke ruangan saya " ajak sang dokter
Adrian pun mengikuti langkan sang dokter menuju ruangannya yang tak jauh dari ruang operasi .
" jadi begini Tuan kamu harus minta persetujuan untuk melakukan oprasi kepada Nyonya Rosa , tapi.... " ucap sang Dokter menggantung
" Tapi apa dok " tanya Adrian penasaran
.
.
.
.
__ADS_1