CINTA YANG BERBAHAYA

CINTA YANG BERBAHAYA
Chapter 13


__ADS_3

Malam hari


Tepatnya pukul 1 dini, suara gedoran pintu dari luar mengusik tidur mereka. Dean kecil dan Uncle D langsung bangun dari tidurnya.


"Uncle D...."


"Sepertinya yang mengendor- gedong pintu dari luar adalah pria tadi pagi." bisik Dean kecil.


"S.... diam-lah. Jangan bersuara. Lebih baik kamu bersembunyi di kolong tempat tidur. Jangan keluar sebelum Uncle panggil." bisik Uncle D mengelus kepala Dean kecil.


"Hati-hati Uncle. Mereka memiliki niat jahat datang kemari." ucap Dean. Ia khawatir sekaligus takut, kalau kedua pria itu benar-benar memiliki rencana jahat.


"Tenanglah.... Uncle pasti bisa mengatasi mereka. Yang penting ingat pesan Uncle, jangan keluar dari tempat persembunyian mu sebelum Uncle menyuruhmu keluar." ucap Uncle D menyakinkan Dean.


Dean menganggukkan kepalanya. Anak kecil itu lalu masuk ke dalam kolong tempat tidur.

__ADS_1


Sementara Uncle D langsung turun dari tempat tidur. Ia kemudian melangkah membuka pintu yang sudah mereka perbaiki tadi pagi.


Cklek


"Mengapa kalian menganggu waktu istirahat ku! sangat tidak sopan!" ucap Uncle D dengan kesal.


"Cih!"


Salah satu dari kedua pria itu berdecih mendengar ucapan Uncle D.


"Aku belum memiliki uang sepeserpun. Lebih baik, tunggu beberapa hari lagi. Aku pasti akan membayarnya. Kalian hanya perlu sabar dan memberiku sedikit tambahan waktu." ujar Uncle D tetap tenang.


"Aku tidak bisa memberikan tambahan waktu kepadamu. Lebih baik kau ikut kami ke suatu tempat. Kami akan menganggap hutangmu lunas, apabila kau mau ikut dengan kami." timpal pria satunya lagi. Pria itu tersenyum menyeringai melihat ekspresi tenang di wajah Uncle D.


Namun tidak dengan anak kecil itu. Ia sedari tadi gemetaran mendengar obrolan mereka. Ia takut kedua pria itu menyakiti Uncle D. Karena di kota itu, hanya Uncle D yang Dean kecil kenal.

__ADS_1


"Uncle D, jangan turuti tawaran mereka. Jangan percaya dengan janji palsu mereka." ucap Dean kecil dalam hati.


"Saya tidak bisa, karena saya sangat ngantuk." kata Uncle D pura-pura menguap.


"Tidakkah kalian melihat hari masih gelap? lagian untuk apa kalian menyuruhku mengikuti kalian? apa kalian merencanakan sesuatu? atau memiliki niat jahat?" tebak Uncle D pura pura tidak tahu.


"Ti-tidak. Kami hanya ingin mengajakmu pergi membeli alkohol. Bukankah kau sangat menyukai minuman itu?" elak salah satu pria itu. Sementara yang satu lagi warna mukanya, langsung berubah menjadi pucat pasi. Karena Ia tidak seberani temannya membuat masalah dengan Uncle D. Apa lagi pria itu tahu, kalau Uncle D ahli bela diri.


"Pergilah. Berikan aku tambahan waktu untuk melunasi hutang ku. Jangan takut, aku pasti melunasinya." ujar Uncle D menutup pintu.


Kedua pria itu terdiam lama, ketika mereka mendengar ucapan Uncle D. Salah satu dari pria itu merasa kesal dengan penolakan Uncle D. Karena rencananya harus gagal total. Padahal sedari tadi pagi di otak kecilnya, sudah terbayang-bayang uang ratusan dolar dari sang mafia.


"Sial!!" umpat pria itu menatap kesal kearah pintu rumah Uncle D. Sementara sang teman hanya diam tak berkutik mendengar kekesalan temannya.


Mereka kemudian berlalu dari sana, sembari memikirkan rencana-rencana licik.

__ADS_1


...***Bersambung***...


__ADS_2