CINTA YANG BERBAHAYA

CINTA YANG BERBAHAYA
Chapter 47


__ADS_3

"Apakah hotel ini memiliki bar?" tanya Dena tiba-tiba mengalihkan topik pembicaraan mereka.


"Ya.... sepertinya hotel ini memiliki bar untuk tamu-tamu VIP." sahut Olivia mendudukkan tubuhnya.


" Apa kau ingin mencoba bar di hotel sebesar ini? sepertinya kita bisa cuci mata di lantai bawah." ujar Olivia tersenyum lebar. Ia juga sudah lama tidak pergi ke bar menjernihkan pikirannya. Entah mengapa Olivia merasa lebih tenang berada di tengah bar menghabiskan segelas atau sebotol wine.


Di Lantai Bawah, tepatnya di Bar hotel Royal. Dua orang pria sedang duduk di meja kasir sembari memeriksa laporan harian keuangan bar.


"Menurutmu apa yang akan Bos lakukan ketika melihat kecurangan ini?" tanya Rain. Bukan hanya ahli dalam bidang hacker, Rain juga ahli analisis keuangan. Karena kepintaran pria itu di atas rata-rata.


"Sepertinya Ketua tidak akan segan-segan memutilasi tubuh orang-orang yang berani mengkhianatinya." seru Dean tanpa merasa bersalah sedikitpun.


Sementara kasir itu tidak bisa berkutik, ia merasa bersalah telah menggelapkan beberapa puluh juta uang yang bukan miliknya.


"Tuan... maafkan saya.... saya benar-benar sedang memerlukan uang untuk biaya operasi ibu saya." seru pria itu dengan suara bergetar menahan tangisnya. Meskipun gajinya cukup besar, namun uang itu tidak cukup menutupi biaya rumah sakit ibunya.


"Cih! apa kau pikir kami akan tertipu dengan alasanmu!" ketus Dean membuat seorang wanita yang baru saja menginjakkan kakinya di Club hotel itu tiba-tiba meradang.


"Cih! berapa uang yang dia curi? aku yang akan menggantinya!" ketus Olivia membuat Dena kalang kabut. Meskipun hanya Jack yang mengenal Denada, tapi tidak menutup kemungkinan Dean dan Rain juga bisa mengenalinya. Karena pemberitaan berlebih dari beberapa media. Meskipun sebenarnya pemberitaan itu cukup menguntungkan untuk karirnya.

__ADS_1


Dean menaikan sebelah alisnya mendengar perkataan tiba-tiba Olivia. Dean tidak bisa mengenali Olivia dengan dandanan modis seperti itu.


"Cih! apa kau mau mengganti uang yang sudah pria ini curi?" tanya Dean menatap tajam Olivia.


"Ya! aku akan menggantinya!" tegas Olivia tak merasa takut sedikitpun dengan tatapan intimidasi Dean.


Entah mengapa tiba-tiba hati Olivia tergerak membantu wanita yang berprofesi sebagai kasir itu. Apa lagi kata ibu terucap dari bibir wanita itu.


"Baiklah.... sekarang kau boleh mengganti uang sesuai dengan nominal uang yang digelapkan wanita ini." ujar Rain cukup terkejut melihat keberadaan Olivia.


"Oliv! sudahlah jangan mencari masalah dengan mereka." seru Dena sedikit menunduk agar tidak dikenali oleh Dean dan Rain. Karena suasana di bar itu cukup remang-remang.


"Aku masih punya hati Dena. Aku tidak tega membiarkan seorang wanita di intimidasi oleh seorang pria. Itu terdengar seperti pengecut." celetuk Olivia membuat Dean emosi, namun pria itu berusaha menahan emosinya mendengar perkataan gadis itu.


Dean memberikan nomor rekeningnya kepada Olivia. Karena Dean dan Rain juga harus segera menyelesaikan urusan itu sebelum kembali ke mansion klan king.


"Aku sudah transfer uangnya sesuai nominal yang kalian sampaikan. Dan sekarang hutang wanita itu lunas." ujar Olivia tersenyum manis menatap wanita itu.


"Tidak usah takut. Hutangmu sudah lunas. Semoga kesehatan ibumu lekas membaik." ujar Olivia berlalu dari sana setelah mendengar ucapan terima kasih dari wanita itu.

__ADS_1


Sementara Dean masih tertegun melihat nama yang tidak asing di Ingatannya.


"Bukankah wanita itu sangat keren?" celetuk Rain membuat Dean terdiam.


"Apa kau tidak merasa penasaran dengan nama ini?ujar Dean menunjukkan layar ponselnya ke dekat wajah Rain.


"Olivia Raulse...."


"Bukankah nama ini sama dengan nama dokter udik yang sering kali kau ejek itu?" tanya Rain tersenyum kecil.


"Mereka tidak mungkin orang yang sama.... gaya berpakaian mereka juga berbeda. Satu berkulit kuning langsat dan satu lagi berkulit putih bersih. Menurutku mereka dua orang yang sama." celetuk Dean.


"Ya! kau benar.... mereka memang terlihat sangat berbeda." sahut Rain mengalihkan pandangannya menatap kearah meja bartender.


"Dan wanita itu juga ternyata sangat cantik dan seksi." puji Rain membuat Dean meradang.


"Jangan memujinya terlalu berlebihan!" ketus Dean membuat Rain tersenyum samar.


"Apa kau sedang cemburu? kau masih normal kan?" celetuk Rain tiba-tiba merinding.

__ADS_1


"Cih kau pikir aku homo! adik kecilku masih suka goa sempit!" dengus Dean berlalu dari sana ketika melihat beberapa anggota klan king sudah berdiri di luar bar.


...***Bersambung***...


__ADS_2