
Saat sedang asik mengamati mesin waktu dan red diamond yang saling terhubung dengan mesin itu. Suara Dean tiba-tiba mengejutkan Olivia.
"Hey gadis udik! apa kau akan tetap diam saja di situ tanpa berniat sedikit pun membantu dokter Tom yang sedang membantu persalinan Nona muda." bentak Dean mengepalkan kedua tangannya.
"Aku---"
"Apa sekarang kau sudah berubah jadi tuli dan gagu!" tanya Dean lagi membuat Olivia tiba-tiba kesal dengan sikap Dean.
"Aku tidak tuli! aku hanya sedang melaksanakan pekerjaan ku mengawasi benda jelek ini! apa kau tidak bisa berbicara lebih sopan kepadaku?" ketus Olivia. Kini giliran Dena yang terkejut melihat keberadaan Olivia.
"Sudah-sudah! Olivia! sekarang ikut aku ke kamar Tuan Douglas." potong Tom Cruise yang baru saja mendengar pertengkaran mereka. Jika dibiarkan bertengkar seperti itu, bisa-bisa apa yang mereka lihat jadi senjata saling menyerang.
"Baik Senior!" seru Olivia dengan cepat melewati Dean begitu saja.
"Dasar bajingan!" ketus Olivia sebelum menghilang dari sana.
Perkataan seperti itu tentu saja membangkitkan iblis dalam diri Dean. "Awas kau gadis udik!" maki Dean menendang udara.
Olivia terkejut melihat seorang wanita hamil besar sedang mengerang kesakitan di atas tempat tidur. Olivia bertanya-tanya dalam hati kira-kira siapa wanita itu.
"Apakah ini istri tersembunyi Ketua?" gumam Olivia dalam hati.
"Apa kamu sudah siap menjadi asisten ku membantu persalinan Nyonya Douglas?" tanya Tom membuat Olivia langsung mengangguk.
"Aku akan membiarkan kalian berdua yang melakukannya! karena Ketua tidak suka kalau miliknya di sentuh oleh pria lain." ujar Tom menatap Olivia dan seorang dokter wanita paruh baya.
__ADS_1
"Lakukan yang terbaik." ujar Tom sebelum keluar dari ruangan kesehatan yang tersedia di kamar Greyson.
Satu jam lebih mereka bergelut dengan pekerjaan mereka. Hingga terdengar suara tangisan bayi berjenis kelamin laki-laki.
Oek
Oek
Oek
"Bayinya sangat tampan." gumam Olivia dalam hati mengangumi ketampanan putra pertama Greyson.
"Letakkan bayi itu di inkubator setelah kau membersihkan tubuhnya dengan air hangat" kata dokter senior yang bersama Olivia. Olivia menuruti perkataan dokter itu.
Dokter itu lalu membersihkan sisa-sisa darah yang masih menempel di atas kasur dan tubuh Stevi. Sejam kemudian dokter itu keluar menemui Greyson. Sementara Olivia masih setia di dalam memeriksa alat-alat medis yang melekat di tubuh Stevi.
Tak beberapa lama setelah dokter itu keluar, Greyson masuk ke dalam ruangan kesehatan.
"Tuan Kondisi bayinya lahir prematur sehingga masih harus di letakkan di inkubator. Berat badannya mencapai 2,5 kilogram dan tinggi nya mencapai 55 cm." ujar Olivia.
Greyson terlihat menghiraukan perkataan Olivia itu. Pandangannya hanya tertuju ke arah wanita yang masih terbaring koma di tempat tidur. "Keluarlah tinggalkan kami bertiga" ujar Greyson dengan pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari ranjang pembaringan Stevi.
Olivia langsung keluar dari ruangan itu mendengar perintah Ketua Klan King itu. Olivia pikir Greyson membutuhkan waktu untuk berbicara banyak hal kepada istrinya. Bagaimana pun Stevi sudah berjuang melahirkan keturunan untuk Ketua klan king.
#
__ADS_1
#
Keesokan harinya
Olivia di tugaskan merawat Stevi dan putra Greyson. Tentu saja Olivia menyanggupi pekerjaan barunya. Ia jadi tidak suntuk lagi, dan bisa cuci mata melihat ketampanan putra Greyson.
Di sela aktifitas Olivia membersihkan tubuh Stevi, tiba-tiba Greyson bertanya kepadanya.
"Kapan kira-kira putra saya bisa dikeluarkan dari inkubator?"
"Kita tunggu seminggu lagi tuan. Kekebalan tubuh bayinya sudah cukup bagus untuk di keluarkan dari inkubator" ujar Olivia mengamati wajah tampan Ketua Klan King yang masih berdiri di samping inkubator bayinya.
"Bagaimana dengan keadaan ibunya?" tanya Greyson lagi.
Olivia melihat Greyson mengalihkan pandangannya kearah ranjang tempat Stevi bertahan hidup.
"Keadaan nona muda masih seperti sebelumnya. Banyak berdoa saja, semoga keadaan ibu putra anda semakin cepat pulih" sahut Olivia ikut mengalihkan pandangannya ke arah ranjang rawat Stevi.
"Setelah selesai memeriksa mereka langsung saja keluar" ujar Greyson tiba-tiba membuat Olivia terkejut.
"Gue sama sekali tidak ada niat menjadi pelakon. Gue hanya mengangumi anda Tuan." gerutu Olivia sepanjang perjalanan melangkah menuju laboratorium.
Seorang pria menyeritkan dahinya mendengar Olivia mengerutu. Ia tidak terlalu mendengar apa yang dikatakan gadis itu. Namun dari bibir gadis itu dia bisa menyimpulkan kalau Olivia sedang mengerutu.
"Dasar gadis udik!" batin pria itu berlalu menuju lapangan mansion klan king.
__ADS_1
...***Bersambung***...