CINTA YANG BERBAHAYA

CINTA YANG BERBAHAYA
Chapter 38


__ADS_3

Seminggu berlalu


Olivia mulai jenuh dengan pekerjaan yang diberikan seniornya, yaitu profesor Tom.


"Apa kau mulai lelah dengan pekerjaanmu?" tanya Tom tiba-tiba sudah berdiri di samping meja Olivia.


"Ya. Anda benar senior. Apa boleh saya mengambil libur 1 Minggu ke depan? saya ingin pulang ke dan membuang rasa jenuh ini." ujar Olivia penuh harapan.


"Ya, aku akan mengijinkan mu mengambil libur. Tapi hanya seminggu tidak lebih."ujar Tom tersenyum tipis.


Olivia tentu saja senang mendengar Tom mengijinkan-nya libur seminggu. Bisa gila Olivia jika terus-menerus begadang. Ia merasa kantung mata di kedua matanya mulai melebar. Karena selama seminggu ini terus menerus begadang.


"Cih! baru bekerja seminggu dan minta libur seminggu? Serius kerja engga sih!" sindir Dean membuat Olivia terdiam. Sementara Tom tersenyum tipis mendengar sindiran Dean.


Olivia tidak mengindahkan sindiran Dean. "Udah enggak usah dengarkan perkataan Dean." nasehat Tom melihat wajah kesal Olivia.


"Aku hanya bingung saja Senior. Kenapa pria itu terlihat seperti orang yang memiliki dendam kepadaku." tukas Olivia mendengus kesal.


Tom tersenyum tipis mendengar perkataan Olivia. Ia juga ikut bingung melihat sifat berbeda Dean.


Keesokan harinya

__ADS_1


Olivia sudah tidak sabar bertemu dengan Dena. Olivia mengendarai mobilnya menuju perusahaan tempatnya bekerja sebagai model. Karena hari ini ternyata Olivia memiliki jadwal pemotretan.


Setibanya di perusahaan, Olivia langsung melangkah menuju ruangan ganti. Namun panggilan seseorang menghentikan langkahnya.


"Olivia!" panggil Dena


"Eh, cepatlah kemari! ada yang ingin aku cerita kepadamu!" ucap Olivia antusias tersenyum ceria. Karena tujuan awalnya juga ingin bertemu Denada.


Dena dengan cepat melangkah mendekati sahabatnya itu. "Ada apa? aku melihat wajahmu terlihat seperti orang yang sedang jatuh cinta." celetuk Dena tersenyum tipis menatap wajah ceria Olivia.


Oliva dengan cepat menarik tangan Dena masuk ke ruang ganti.


"Iya! ada apa sih?" tanya Dena cukup penasaran.


"Apa kau tahu! seminggu yang lalu, aku dibawa senior Tom menjelajahi mansion rahasia keluarga Douglas. Dan apa kau tahu--" bisik Olivia agar suara mereka tidak kedengaran sampai keluar.


Dena dengan serius sekaligus penasaran menanti penjelasan Olivia.


"Aku bisa melihat Tuan Greyson secara langsung. Dia terlihat sangat tampan dan juga mata biru memikatnya membuat para wanita diluar sana dengan suka rela naik ke ranjangnya." celetuk Olivia tersenyum lebar. Gadis itu cukup penasaran dengan wajah tampan Greyson kalau dilihat secara langsung. Sejak berita gosip mengenai dinner romantis antara Dena dan Greyson. Olivia jadi semakin penasaran seberapa tampan pria itu. Karena semua media menyembunyikan wajah tampan Greyson dengan menutup sebagian wajahnya.


Dena terlihat menghela napas mendengar perkataan Olivia.

__ADS_1


"Dan aku juga bertemu dengan beberapa anggota klan king kepercayaannya!" celetuk Olivia membuat Dena terkejut.


"Apa pria itu juga seorang mafia?" tanya Dena penasaran.


"Ya. Kau benar!" ucap Olivia dengan wajah serius.


"Bukankah bekerja dengan mafia akan membuatmu terus dalam bahaya." ucap Dena menghawatirkan sahabatnya.


"Tenanglah! aku tidak akan kenapa-kenapa. Hanya saja aku cukup kesal dengan satu anggota klan king Tuan Greyson! pria itu terlihat sedikit menyebalkan!" dengus Olivia mengingat-ingat sifat menyebalkan Dean.


"Hem.... awas jatuh cinta Olivia." goda Dena. Hingga membuat wajah Olivia berubah menjadi merah merona karena tersipu malu.


"Tidak mungkin Denada cantik! pria itu terlihat sangat kaku. Dan juga dia seperti tidak menyukai yang namanya wanita. Aku sering melihatnya lengket bersama hacker kepercayaan Tuan Greyson." celetuk Olivia mengingat-ingat bagaimana intimnya Rain dan Dean.


"Sepertinya aku akan kembali lagi ke mansion rahasia klan king." sambung Dena menghembuskan napasnya cemberut.


"Mengapa kau jadi cemberut begini? apa kau tidak suka berada di dekat pria itu?" tanya Dena melihat wajah cemberut sahabatnya.


"Bu-bukan Dena! hanya saja aku merasa kesepian disana. Karena pekerjaan ku tidak seperti yang kau bayangkan." ujar Olivia.


...***Bersambung***...

__ADS_1


__ADS_2