
Olivia melangkah masuk ke ruangan ganti. Namun langkah gadis itu harus terhenti ketika mendengar suara seseorang menyebut nama Dena. Ia terkejut mendengar obrolan Katherine dengan seseorang dari sambung teleponnya.
Olivia bergegas menghubungi sang sahabat. Ia tidak mau rencana Katherine berhasil menyakiti Dena.
[Hallo]
"Dena, apa kamu sudah berangkat menuju panti asuhan?" tanya Olivia dengan perasaan gusar.
[Sudah, anak buah Meyer mengantarku kesana.] seru Dena.
"Sial!"umpat Olivia.
"Dena, kamu harus turun dari mobil. Minta anak buah Meyer putar arah kembali ke kota." pinta Olivia dengan nada cepat.
[Mengapa kamu berkata seperti itu, Olivia? sebenarnya ada apa?] tanya Dena penasaran.
"Aku baru saja menguping pembicaraan Katherine dengan seseorang di telepon. Ia menyewa seorang pembunuhan bayaran untuk membunuhmu. Apa kau melihat mobil hitam di belakang mobil kalian? itu adalah mobil pembunuh bayaran yang disewa Katherine." terang Olivia dengan cepat.
"Dena.... tenanglah.... jangan panik. Aku tidak menyangka, kalau Katherine merupakan iblis berwajah manusia. Dia tidak segan-segan membunuh saingannya. Ia memiliki jiwa psikopat di tubuhnya." pinta Olivia dengan tubuh gemetaran. Ia benar-benar merinding mengetahui sifat asli Katherine. Wanita itu ternyata psikopat.
Olivia tiba-tiba cemas saat tak mendengar suara
__ADS_1
Dena lagi. "Dena....hallo.... apa kamu masih ada disana?" tanya Olivia dengan perasaan gusar.
[Aku masih ada disini, Olivia. Tenanglah.... semua pasti akan baik-baik saja.] sahut Dena dengan suara sedikit kuat.
"Aku akan menghubungi Meyer, agar secepatnya datang kesitu menolong kalian. Cari cara mengulur waktu atau berhenti ketika kalian melewati lingkungan penduduk." pinta Olivia mematikan panggilannya.
Tut
Tut
[Hallo]
"Lacak keberadaan Dena. Dia sedang dalam bahaya." ujar Olivia dengan cepat.
Olivia berjalan kesana-kemari menunggu kabar dari Dena dan Meyer. Namun hingga hari menjelang malam, kabar dari mereka tak kunjung di terima Olivia.
Drettt
Drettt
"Hallo senior"
__ADS_1
[Sepertinya sebulan lagi kamu membutuhkan bantuanmu. Datanglah ke mansion klan king setelah kau sudah siap begadang.] ujar Tom dari seberang sana.
"Baik senior. Saya akan kembali ke mansion klan king setelah pemotretan saya selesai." sahut Olivia mengakhiri pembicaraan mereka.
Sebulan kemudian
Olivia kembali ke mansion klan king. Gadis itu mulai terbiasa dengan pekerjaannya. Namun ada yang aneh dengan tingkah pria menyebalkan yang selama ini suka membuat moodnya buruk.
"Apa kau sudah sarapan?" tanya Dean berdiri di samping meja kerja Olivia.
"Mau saya sudah sarapan atau belum... bukan urusan Anda. Saya datang ke sini bekerja bukan mengobrol." ketus Olivia menghiraukan keberadaan Olivia. Olivia selama ini menyamar menggunakan wajah Dena. Jika dia bekerja sebagai dokter di rumah sakit umum. Olivia akan menggunakan kaca mata tebal. Sementara jika dia bekerja sebagai model, wanita itu akan menggunakan wajah aslinya.
"Cih! sombong!" ketus Dean berlalu dari sana.
"Kenapa ekspresi wajahmu kecut gitu?"tanya Jack menatap Dean.
"Tidak apa-apa.... dokter muda itu cukup menyebalkan." seru Dean dengan datar.
"Apa kau menyukainya?" tanya Jack menahan tawanya.
"Cih! untuk apa aku menyukai gadis udik seperti itu!" ketus Dean masih bisa di dengar oleh Olivia.
__ADS_1
"Kau tidak tahu saja secantik apa wajah pribumi ku." sindir Olivia dalam hati melangkah menuju kamar mandi.
...***Bersambung***...