
Keesokan harinya
Olivia kembali datang ke rumah sakit. Ia membawa makanan sehat dan bergizi untuk ibu hamil.
Cklek
Ia melihat Dena masih terlelap dalam tidurnya. Ia sama sekali tidak terusik dengan silau matahari dari luar jendela.
Olivia meletakkan buah dan beberapa jenis makanan sehat di atas meja. Ia tidak mau menganggu waktu istirahat Dena. Mungkin saja Dena baru bisa tidur pagi tadi, karena setahu Olivia ibu hamil itu suka mengalami morning sick.
Tak beberapa lama Olivia keluar dari kamar rawat Dena. Besok Olivia akan kembali ke mansion klan king setelah seminggu mengambil cuti.
Benar saja keesokan harinya Olivia berangkat ke mansion klan king. Ia menjalani rutinitasnya seperti biasanya. Menjaga benda yang tidak ia tahu kegunaannya.
Dua bulan berlalu
Lagi-lagi Olivia meminta cuti kepada Tom Cruise Matthew. Ia benar-benar jenuh berada di lingkungan kaku seperti itu. Ia merasa bukan ilmu pengetahuan yang Ia dapat disana. Melainkan ia terlihat seperti satpam yang sedang mengawasi barang berharga milik Tuannya.
Olivia hari ini cuti karena masalah pekerjaan di dunia modeling. Setibanya di perusahan, Olivia tiba-tiba khawatir ketika melihat Katherine keluar dari ruangan Dena. Karena Ia melihat Katherine tersenyum menyeringai. "Aku sangat yakin. Jika wanita itu sudah melakukan hal yang tidak-tidak!" gumam Olivia melangkah cepat menuju ruangan Dena.
Cklek
Brak
"Dena! apa kamu baik-baik saja?" tanya Olivia melangkah mendekati Dena. Ia mengamati tubuh sahabatnya dengan teliti.
"Aku baik-baik saja Oli----"
"Argh!!!"
Dena tiba-tiba mengerang kesakitan.
"Oliv.... perutku tiba-tiba sakit...."
Keringat dingin sebiji kacang tanah membanjiri dahinya. Ia merasa kepalanya pusing dan matanya berkunang-kunang.
"Olivia.... aku merasa perutku sakit..."
__ADS_1
Hiks
Hiks
Hiks
Dena tiba-tiba menangis terisak-isak.
"Darah.... darah mengalir dari atas ************ mu...." seru Olivia tiba-tiba cemas.
Olivia mencari-cari keberadaan ponselnya di dalam tasnya.
Tut
Tut
Tut
"Hallo! cepat datang kemari! Dena tiba-tiba kesakitan!" kata Olivia dengan suara kuat, lalu mematikan panggilannya.
Setibanya di rumah sakit Dena langsung di larikan ke ruang gawat darurat. Olivia juga ikut khawatir dengan keadaan Dena dan kandungannya.
"Aku tidak tahu! setibanya aku di depan ruangan Dena, aku melihat Katherine baru saja keluar dari ruangan Dena. Aku langsung bergegas masuk ke dalam ruangan Dena untuk memastikan keadaannya. Karena aku tahu, setiap kali Katherine bertemu dengan Dena, wanita itu akan menyakitinya." ungkap Olivia dengan jujur.
"Katherine.... awas saja kau!" Olivia bisa melihat kebencian dan kemarahan di wajah pria itu.
Tak beberapa lama seorang dokter keluar dari ruangan UGD. Ia menatap kekasih sahabatnya dengan wajah serius.
"Tuan, kami tidak lagi merasakan detak jantung bayi yang ada di dalam kandungan istri Anda. Jadi, kami memutuskan untuk mengoperasikannya dan mengeluarkan bayi kalian dari rahim istri Anda." kata dokter itu takut-takut menunggu persetujuan Meyer.
Olivia tiba-tiba blank mendengar perkataan dokter itu. Ia tidak menyangka perjuangan Dena dan Meyer harus berhenti di tengah jalan.
"Dan... dan kami juga membutuhkan tambahan golongan darah AB selama operasi untuk berjaga-jaga." tambah dokter itu.
Tiba-tiba Katherine sudah berdiri di belakang mereka. Ia mendengar obrolan antara Meyer dan dokter yang menangani Dena.
"Aku akan mendonorkan darahku untuknya. Kalau kau mau menikah denganku besok pagi." seru Katherine tersenyum menyeringai.
__ADS_1
Lagi-lagi darah Olivia mendidih mendengar perkataan Katherine. Ucapkan wanita itu tersenyum seperti perkataan iblis yang tak punya hati. Olivia
tahu Meyer akan melakukan apa pun untuk menyelamatkan Dena. Sehingga Olivia memutuskan mendonorkan darahnya kepada sang sahabat.
"Aku--"
"Kau tidak usah takut! aku yang akan menyelamatkan Dena! dan mendonorkan darahku untuknya! jangan dengarkan perkataan wanita iblis ini. Aku yakin wanita iblis ini yang sudah menyakiti Dena hingga bayi kalian tidak bisa di selamatkan." tuduh Olivia menghentikan perkataannya Meyer. Ia yakin dan sangat yakin, kalau Katherine yang telah menyakiti Dena.
"Gelas jus masih ada di ruangan Dena. Aku yakin Katherine yang memberikan jus itu kepada Dena. Wanita iblis ini berencana membunuh bayi yang ada di kandungan Dena. Kau benar-benar keterlaluan. Aku akan membuatmu menyesal Katherine!" timpal Olivia sebelum masuk ke dalam ruangan operasi. Ia benar-benar tidak menyangka Katherine akan menghancurkan hubungan Dena dan Meyer melalui janin yang ada di kandungan sahabatnya.
Olivia memejamkan kedua matanya ketika seorang perawat mulai memasang alat itu untuk mentransfer darahnya ke tubuh Dena.
"Mengapa golongan darah kami sama? dan kenapa baru aku tahu sekarang?" gumam Olivia dalam hati.
Sejam kemudian Olivia telah selesai mendonorkan darahnya. Ia merasa tubuhnya sedikit tidak nyaman sehingga Olivia memutuskan istirahat sebentar. Setelah istirahat satu jam di dalam kamar rawat Dena. Olivia diminta Meyer beristirahat di ruangan VIP yang sudah pria itu pesan. Olivia menurutinya karena tubuhnya benar-benar lemas.
Olivia memutuskan beristirahat hingga menjelang sore.
"Rasanya lebih baik ketimbang sebelumnya." gumam Olivia beranjak dari ranjang rumah sakit. Ia penasaran dengan keadaan sahabatnya. Ia tahu Dena pasti akan terpuruk mendengar bayinya tidak bisa di selamatkan. Dan benar saja setibanya di depan ruangan rawat Dena. Olivia mendengar suara tangisan wanita itu. Olivia tidak sanggup mendengar suara tangisan Dena. Olivia mengurungkan niatnya masuk ke dalam ruangan Dena. Karena ia tahu, Dena butuh waktu untuk menerima semuanya.
Namun Olivia tidak kunjung menemui Dena di rumah sakit. Karena wanita itu harus kembali bekerja di mansion klan king. Karena sekembalinya dari rumah sakit. Malam harinya Olivia tiba-tiba demam dan menggigil.
Tom terkejut melihat Olivia sudah kembali dengan wajah pucat. "Apa kau sakit?" tanya Tom meletakkan telapak tangannya di dahi Olivia. Olivia tidak sempat mengelak. Seorang pria benar-benar kesal melihat tindakan spontan yang dilakukan Tom.
"Cih! sok romantis dan sok khawatir!" umpat pria itu dalam hati.
"Aku---"
Bug
Tom dengan sigap mengendong Olivia menuju ruangan medis. Ia tidak mau sang asisten kenapa-napa. Darah segar mengalir dari hidung Olivia. Hingga membuat beberapa orang khawatir termasuk pria yang sedari tadi berdiri di depan pintu ruangan medis.
Tom memeriksa keadaan Olivia dengan teliti. Ternyata wanita itu menderita tipes dan suhu tubuh Olivia juga panas.
"Bagaimana keadaannya? tidak parah bukan? dia tidak mungkin datang bekerja dalam keadaan sakit ke mansion klan king agar bisa di rawat." ujar Dean tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Menurutku kau mulai jatuh cinta padanya. Hanya saja egomu menutupi semuanya." sindir Tom sembari memasang infus di pinggir tangan Olivia.
__ADS_1
...***Bersambung***...