CINTA YANG BERBAHAYA

CINTA YANG BERBAHAYA
Chapter 33


__ADS_3

Disinilah Dean dan Olivia sekarang, di sebuah pulau terpencil yang tidak terlalu jauh dari pulau kediaman Papa Dean. Mereka hanya tinggal menyeberang dengan kapal untuk tiba disana.


Banyak turis asing yang sedang berjemur di dekat kolam renang hotel. Para wanita bule juga terlihat hanya mengenakan bikini.


Dean menatap para wanita itu dengan wajah datar, tidak ada sorotan mata tertarik di kedua bola mata hitam pekat pria itu.


"Apa kau akan terus diam seperti patung disitu!"sindir Dean melangkah masuk ke dalam hotel sembari menarik koper yang ada disampingnya.


Setibanya di depan kamar hotel, Dean langsung membuka pintu kamar yang akan mereka tempati. Hotel itu juga terlihat cukup mewah dan bersih.


Olivia mengitari kamar hotel itu dengan teliti, sementara Dean langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Olivia melangkah membuka pintu balkon, ia bisa melihat sunset dari atas balkon kamar hotel. Olivia kemudian masuk ke dalam kamar dan berbicara kepada Dean.


"Apa aku boleh berjemur di pantai?" tanya Olivia penuh harapan.


"Ya, terserah mu. Kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan." gumam Dean memejamkan matanya.


Olivia langsung melangkah kearah koper yang tadi Dean bawa. Ia mengeluarkan sepasang bikini berwarna putih. Olivia langsung mengganti pakaiannya dengan bikini itu. Olivia menutupi tubuh rampingnya menggunakan kardigan panjang.

__ADS_1


"Aku pergi dulu." pamit Olivia kepada Dean. Dan hanya dibalas gumaman.


"Hem...."


Cklek


Suasana dikamar itu tiba-tiba berubah menjadi hening setelah Olivia keluar dari dalam kamar. Dean langsung membuka matanya setelah memastikan Olivia tidak ada lagi di kamar.


Dean menatap langit-langit kamar yang ditempatinya. Sedari tadi malam ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.


"Semua ini hanya perasaan ku saja. Aku yakin." gumam Dean melangkah menuju balkon. Ia melihat banyak pengunjung sedang bersantai sekaligus berjemur di pinggir pantai.


"Apa wanita itu ingin para pria hidung belang itu menggodanya?" dengus Dean dengan cepat berlari keluar kamar hotel. Pria itu menghiraukan tatapan aneh para pengunjung hotel dan para petugas.


Setibanya di pinggir pantai, Dean melihat banyak pria yang menatap kearah Olivia. Mata mereka terlihat jelalatan seperti pria mesum. Ada juga yang kagum dan terpukau melihat kulit putih bersih Olivia.


"Dean langsung melangkah mendekati kursi tempat Olivia berjemur. Paskal menutupi tubuh istrinya dengan kardigan putih yang sebelumnya dikenakan Olivia.


Olivia tentu saja terkejut melihat Dean sudah berdiri di depannya dengan wajah marah. "Apa kau ingin memancing mata para pria itu agar berpikir yang tidak-tidak?" ketus Dean membuat Olivia bingung. Ia memperhatikan sekitarnya. Ia melihat banyak pria dewasa yang menatap lapar ke arahnya.

__ADS_1


"Kembali ke hotel! aku tidak mengijinkan mu berjemur di pantai. Kau bisa berjemur di balkon kamar hotel." timpal Dean menarik tangan Olivia setelah menutupi tubuh berbikini itu.


"Dean.... aku--"


"Diam! aku tidak butuh penjelasan mu." sela Dean dengan tegas. Entah mengapa darahnya tiba-tiba mendidih melihat beberapa pria menatap lapar dan memuja kearah istrinya. Ia tidak ingin istrinya dijadikan sebagai objek fantasi oleh para pria hidung belang di luar sana.


Setibanya di kamar hotel, Dean langsung menghempaskan tangan Olivia.


"Apa kau berniat menggoda pria hidung belang di luar sana?" tanya Dean menatap Olivia dengan tajam.


"Siapa yang mengijinkan mu keluar dari kamar dan berjemur di pantai?" timpal Dean.


"Kau! bukankah aku sudah ijin padamu tadi?" sahut Olivia dengan berani.


"Aku mengijinkan mu berjemur bukan di pantai, tapi di balkon! aku tidak mau tahu, kau tidak diijinkan keluar dari kamar dengan pakaian terbuka!" ujar Dean penuh peringatan keluar dari kamar hotel.


Ia takut perkataan selanjutnya yang terucap dari bibirnya akan menyakiti Olivia.


...***Bersambung***...

__ADS_1


__ADS_2