CINTA YANG BERBAHAYA

CINTA YANG BERBAHAYA
Chapter 30


__ADS_3

Setelah selesai sarapan Olivia langsung membersihkan meja makan dan juga dapur. Namun tiba-tiba perutnya terasa seperti diadukan-aduk.


Olivia langsung berlari menuju kamar mandi, lokasinya tidak terlalu jauh dari sana.


Hoek


Hoek


Hoek


Olivia terdiam lama mengingat-ingat sesuatu. Dan tak beberapa lama Olivia lansung membasuh wajahnya. Ia memenangkan perasaan nya dari pikiran yang menghantuinya. Tanpa sadar setetes air mata mengalir dari pelupuk matanya.


Olivia keluar dari kamar mandi dalam keadaan pucat. Ia melihat mertuanya dan Dean sudah ada di ruangan tamu. Olivia melangkah kembali ke dapur berniat menyajikan buah di ruang tamu untuk pencuci mulut.


Saat membuka kulkas mata Olivia berbinar melihat buah mangga ada di dalam kulkas. "Buah mangga...." gumam Olivia langsung mengeluarkan mangga itu dari dalam kulkas.


"Aku sangat ingin membuat rujak dari buah-buahan mengkal. Buah mangga ini ternyata sudah matang." timpal Olivia menghela napas panjang.


Mau tidak mau Olivia mengambil 3 jenis buah dari dalam kulkas dan memotong-motong kecil. Tak ketinggalan Olivia juga memotong-motong daging mangga menjadi potongan kecil.


"Ini buah untuk pencuci mulut saat sedang bersantai untuk kalian, Pa." ujar Olivia kepada Antonio.

__ADS_1


Sementara Dean diam saja tanpa menyahuti perkataan Olivia. Ia hanya menatap sekilas ke wajah pucat Olivia.


"Apa kamu baik-baik saja? Papa melihat wajahmu terlihat sedikit pucat."


"Aku baik-baik saja, Papa. Lebih baik aku istirahat di kamar saja." sahut Olivia tersenyum kecil.


"Iya, istirahat saja di kamar kalian. Papa takut kamu kenapa-napa." saran Antonio.


Olivia menuruti perkataan mertuanya. Ia langsung melangkah menuju kamar. Olivia membaringkan tubuhnya di sofa panjang yang langsung menghadap balkon.


Wajah pucat Olivia tiba-tiba berubah segar setelah menyuapkan sepotong mangga ke dalam mulutnya.


"Jika kamu sudah ada di dalam perut Mama, apa sudah waktunya untuk Mama menyerah?" tanya Olivia menghembuskan nafas.


"Ya, aku harus menyerah! karena dia tidak menyukai wanita kotor seperti ku. Wanita hamil dengan pria lain." timpal Olivia dengan suara bergetar.


"Kita habiskan waktu kita disini selama seminggu. Hanya seminggu.... setelah itu kita kembali ke Indonesia. Mama akan membawamu bertemu dengan kakek dan nenek di Indonesia." ujar Olivia lagi menguatkan hatinya.


Ia seorang dokter, jadi ia tahu gejala apa yang sedang dialaminya. Meskipun Olivia belum mengeceknya melalu testpack dan USG.


Tak beberapa lama Dean masuk ke dalam kamar sembari membawa air jahe hangat.

__ADS_1


"Mungkin kau sedang masuk angin." ujar Dean meletakkan secangkir air jahe hangat di meja depan kursi panjang.


"Dean...." panggil Olivia.


"Apa kau mau memperlakukanku sebagai seorang istri selama seminggu ini? setelah itu aku akan kembali ke Kolombia dan mengakhiri pernikahan kita."


"Aku ingin kembali ke negera asalku setelah kembali ke Kolombia." tukas Olivia menatap lurus ke arah balkon.


"Perlakuan seperti apa yang kau inginkan? memanjakanmu? memperlakukan mu dengan romantis? melakukan hubungan selayaknya suami-istri dan memberikan kecupan selamat pagi dan malam kepadamu selama seminggu ini?" cerocos Dean menatap tajam kearah Olivia.


"Bolehkah aku berharap kau memperlakukanku sebagai istri yang kau cintai di depan Papa dan orang lain. Meskipun itu hanya pura-pura saja." tukas Olivia dengan suara bergetar.


"Aku akan memperlakukan mu sebagai seorang istri selama seminggu ke depan jika kau bisa menyenangkan hatiku malam ini." celetuk Dean dengan muka sinis.


Olivia terkejut mendengar ucapan Dean, Ia tahu kemana arah pembicaraan Dean.


"Ini saatnya bagiku untuk memastikan tato itu." gumam Olivia dalam hati.


"Baiklah! deal! aku menyetujui keinginanmu. Malam ini aku akan menyenangkan hatimu." sahut Olivia penuh percaya diri. Ia sudah tidak sabar memastikan kecurigaannya selama ini.


...***Bersambung***...

__ADS_1


__ADS_2