CINTA YANG BERBAHAYA

CINTA YANG BERBAHAYA
Chapter 31


__ADS_3

Malam hari


Olivia baru saja selesai membersihkan diri. Ia belum melihat batang hidung Dean setelah pembicaraan mereka kemaren.


Cklek


Dean tiba-tiba masuk ke dalam rumah dengan tubuh sempoyongan. Bau alkohol tercium jelas di penciuman Olivia.


"Dean! apa kau meminum alkohol?"


Hoek


"Aku juga mencium bau parfum wanita di tubuhmu."


Olivia membopong tubuh Dean melangkah menuju kamar mandi. Dean melepaskan pakaian yang dikenakan Dean satu persatu.


"Aku tidak suka mencium bau alkohol dan bau parfum wanita dari tubuhmu."ucap Olivia dengan suara bergetar.


Ia tiba-tiba berpikir yang tidak-tidak melihat keadaan Dean seperti itu. Dengan hati-hati Olivia mencari-cari letak tato di punggung Dean. Namun punggung pria itu terlihat bersih dan tak ada cacat sama sekali.

__ADS_1


Olivia cepat-cepat membersihkan tubuh Dean menggunakan air hangat. Olivia bersusah payah memapah tubuh Dean kembali ke tempat tidur. Meskipun Olivia merasa perutnya sedikit keram. Olivia mendengar semua apa yang terucap dari bibir Dean.


Sejam kemudian Dean terlihat sudah nyaman dengan tubuh bersihnya. Pria itu tidak terusik sama sekali dengan apa yang Olivia lakukan.


Olivia melangkah menuju meja dan mencari-cari secarik kertas disana. Entah mengapa setelah memastikan kalau Dean tidak memiliki tato itu. Olivia memutuskan menyerah dan kembali ke negara asalnya. Lagian kedua orangtuanya pasti sudah menghawatirkan keadaannya.


Olivia menulis sesuatu di atas kertas itu, air mata terlihat membanjiri pipi tirusnya. Selama satu jam lebih Olivia menulis sesuatu disana. Entah apa yang wanita itu tulis, author masih belum tahu. 😌


Olivia melipat kertas itu dan meletakkannya di dalam laci.


Olivia lalu melangkah menuju sofa panjang yang menghadap langsung ke balkon. Olivia memejamkan kedua matanya ketika Ia merasa kedua matanya terasa memberat.


#


#


Olivia bangun pagi-pagi sekali menyiapkan sarapan untuk keluarganya. Hari ini merupakan hari pertamanya bertingkat sebagai seorang istri untuk Dean. Ia tidak mau menyia-nyiakan waktu singkat ini.


Antonio merasa sifat Olivia seperti biasanya, tidak ada sikap yang berbeda di pandangannya.

__ADS_1


"Selamat pagi, Papa." sapa Olivia tersenyum manis.


"Pagi, Nak. Apa suamimu belum bangun?" tanya Antonio mencari-cari keberadaan Dean.


"Belum, Papa. Sepertinya dia terlalu kelelahan tadi malam." sahut Olivia.


Berbeda dengan Olivia yang biasa saja, wajah Antonio tiba-tiba berubah cerah mendengar perkataan menantunya.


"Apa rencanaku berhasil?" gumam Antonio dalam hati.


Kemaren malam Antonio membawa putranya ke dalam sebuah ruangan. Disana tersaji beberapa merek alkohol terkenal. Antonio menyajikan segelas wine yang memiliki kadar alkohol tinggi. Dean yang memang jarang meminum alkohol langsung mabuk.


Antonio mengantar Dean sampai di depan pintu kamar yang ditempati Olivia. Setelah itu Antonio berlalu dari sana meninggalkan Dean dalam keadaan mabuk.


Antonio melakukan itu semua, karena pria setengah baya itu mendengar apa yang tadi pagi Dean dan Olivia bicarakan. Antonio benar-benar tidak senang mendengar pembicaraan mereka. Pernikahan itu suci bukan untuk main-main. Itu yang ada di pikiran Antonio.


Di dalam kamar, dahi Dean tiba-tiba berkerut saat membuka pelan kedua kelopak matanya. "Kenapa kepalaku terasa sedikit pusing?"ucap Dean dengan suara lirih. Ia memperhatikan pakaian yang melekat ditubuhnya.


"Siapa yang mengganti pakaianku?" tanyanya lagi beranjak dari atas tempat tidur. Ia tidak melihat keberadaan Olivia di dalam kamar.

__ADS_1


...***Bersambung***...


__ADS_2