
Mama Olivia langsung memotong perkataan Olivia. "Benarkah?" Mama dan Papa Olivia tentu saja terkejut mendengar pernyataan putrinya.
"Tapi...."
"Tapi apa? mana suami kamu? bukankah harusnya kamu datang bersamanya?" tanya Papa Olivia penasaran dengan rupa menantunya. Ia penasaran apakah pria itu dapat dipercaya untuk menjaga putrinya atau tidak.
"Tapi kemungkinan sebentar lagi hubungan kami akan berakhir."
Hiks
Hiks
Hiks
Olivia tiba-tiba menangis kencang berlutut di kaki kedua orangtuanya.
"Maafkan Olivia Ma, Pa.... Olivia tidak bisa menjaga diri. Pria itu menikahi Olivia hanya karena ingin balas dendam kepada Olivia."ungkap Olivia dengan jujur. Terdengar nada kepedihan di tiap kata yang terucap dari bibir putrinya.
"Olivia mencintainya sejak pertama bertemu. Tapi tidak dengan dia. Dia menikah Olivia karena balas dendam. Balas dendam akan kesalahan yang tidak pernah Olivia lakukan." timpal Olivia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Kedua orangtuanya tertegun mendengar suara tangis sekaligus nada bergetar putri mereka. Baru kali ini mereka melihat Olivia disakiti oleh seorang pria. Karena selama ini Olivia selalu menutup diri dengan yang namanya laki-laki.
__ADS_1
Flashback sebelum peristiwa pengeboman di mansion klan king.
"Olivia! kau dipanggil oleh profesor Tom Cruise Matthew." tukas seorang wanita mengenakan jas berwarna putih.
"Benarkah?" tanya Olivia membenarkan kaca mata yang membingkai kedua kelopak matanya.
"Tentu saja. Masa aku bohong sih." sahut wanita itu mendengus kesal.
"Kau bisa menemui profesor di ruangannya." timpal wanita itu sebelum melanjutkan pekerjaannya melakukan eksperimen.
Olivia melangkah menuju ruangan profesor Tom yang memanggilnya. Tom Cruise Matthew merupakan salah satu profesor paling muda di kampus Olivia. Jadi tak heran jika nama pria itu cukup familiar dan umum di telinga para mahasiswa/i.
Tok
Tok
Tok
Cklek
"Apa profesor memanggil saya?" tanya Olivia sedikit takut. Ia takut bila melakukan kesalahan dalam bekerja sehingga pria itu memanggilnya dan memberikan peringatan kepadanya.
__ADS_1
"Aku memilihmu menjadi partner ku bertugas di suatu tempat rahasia. Aku memilihmu karena kau dapat di percaya." kata pria itu tersenyum tipis melihat kegugupan Olivia.
"Pekerjaan apa yang akan saya lakukan disana?" tanya Olivia penasaran.
"Tidak usah takut. Aku tidak mungkin menyakiti mu. Kau akan tahu setelah aku membawamu kesana. Aku sedang melakukan penelitian disana. Aku aka membawa mu sebagai asistenku. Ini juga bisa menambah wawasan mu." tukas pria itu dengan tenang.
"Saya dokter anak prof. Saya bukan ilmuan." ujar Olivia sedikit memelas. Tentu saja ia takut melakukan kesalahan disana nanti. Apa lagi dari perkataan seniornya itu, Olivia bisa menyimpulkan kalau tempat yang akan mereka kunjungi.... bukankah tempat sembarang."
"Keahlianmu tidak akan berguna disana. Hanya saja kejujuran dan kesetiaan mu sangat berguna disana." kata Tom mengakhiri obrolan mereka.
"Baiklah Prof saya undur diri dulu." kata Olivia melangkah keluar dari ruangan Tom.
Seminggu kemudian
Olivia benar-benar dibawa Tom ke tempat rahasia yang mereka tuju. Tempat itu tak lain dan tak bukan adalah mansion klan king. Olivia tertegun melihat seorang pria bermata hitam pekat sedang latihan di halaman mansion klan king bersama beberapa anggota klan king yang lain. Ia merasa kesulitan menelan ludahnya melihat tubuh kekar pria itu.
"Bukankah melihat pemandangan seperti itu setiap hari akan membuat mu terlihat semakin muda." celetuk Tom membuat wajah Olivia merah merona. Wanita itu merasa Tom benar-benar sedang menyindirnya.
"Namanya Dean. Dia merupakan salah satu anggota kepercayaan Tuan Douglas." kata Tom melanjutkan langkahnya mereka menuju laboratorium.
"Dean...." gumam Olivia tiba-tiba tersenyum tipis.
__ADS_1
...***Bersambung***...