
Dean berjalan menelusuri lorong hotel menuju lift. Sementara Olivia menangis sesenggukan setelah kepergian Dean. Entah mengapa perasaannya berubah melow akhir-akhir ini.
Berjam-jam Olivia duduk di lantai balkon hotel menunggu Dean kembali, namun pria itu tak kunjung kembali. Olivia menghapus jejak air matanya, lalu berdiri dan melangkah menuju lemari. Ia memasukkan pakaiannya ke dalam koper yang tadi Dean bawa. Olivia lalu menyeret koper keluar dari kamar hotel.
Olivia melangkah menuju basemen hotel mencari-cari taksi. Tak beberapa lama sebuah mobil berhenti di depannya. Ia melihat seseorang yang sangat familiar di Ingatannya.
"Oliv!" panggil seorang pria dari dalam mobil.
Olivia tentu saja terkejut mendengar panggilan seorang pria. Ia menatap wajah pria itu sangat lama. Setelah itu Olivia langsung melangkah mendekati mobil itu, lalu menyapa pria itu.
"Mr. Alberto? apa yang ada lakukan disini?" tanya Olivia tersenyum lebar.
"Harusnya aku yang bertanya, mengapa kau ada disini? apa kau tidak melihat berita akhir-akhir ini? kedua orang tua mu mencari keberadaan mu." terang Alberto Goncalves.
Olivia terdiam ketika mendengar informasi dari pria itu. "Benarkah? bolehkah saya meminta tolong kepada Anda?" ujar Olivia penuh harapan.
"Apa yang ingin kau minta?" tanya Alberto penasaran.
"Bolehkah Anda membantu saya mengurus kepulangan saya? saya kehilangan dompet, KTP, paspor dan barang-barang berharga yang lainnya. Sebulan yang lalu, kapal yang saya tumpangi tenggelam hingga membuat saya terdampar di negara ini." terang Olivia sedikit berbohong.
__ADS_1
"Baiklah, naiklah ke mobil. Aku akan mengantarmu ke kantor kedutaan." ujar Alberto.
Olivia langsung naik ke atas mobil dan diam-diam pergi meninggalkan hotel. Ia ingin kembali ke negara asalnya menemui kedua orangtuanya.
Olivia memejamkan kedua matanya menunggu mobi berhenti di lokasi tujuannya. Entah mengapa perutnya sedari tadi terasa seperti diaduk-aduk.
Sejam kemudian mereka tiba di kantor kedutaan Indonesia di Valencia. Pria itu membantu mengurus syarat-syarat keberangkatan Olivia kembali ke Kolombia.
"Akhirnya aku bisa pulang." gumam Olivia tersenyum lega.
"Apa kau mau berangkat malam ini juga? atau besok pagi?" tanya pria itu menatap wajah cantik Olivia.
"Aku mau berangkat malam ini juga." sahut Olivia, ia tidak memiliki cukup uang untuk menginap di hotel. Apa lagi uang yang Olivia gunakan mengurus syarat-syarat keberangkatannya merupakan uang pria itu.
"Sama-sama Olivia. Biarkan aku mengantarkan mu ke bandara. Selagi aku bisa membantumu." sahut Mr Alberto menawarkan bantuan ke Olivia.
Olivia mengiyakan tawaran Mr Alberto.
Sejam kemudian mereka tiba di bandara. Mr Alberto menurunkan koper Olivia dari dalam mobil.
__ADS_1
"Andaikan kau memiliki pulang besok. Mungkin aku akan mengajakmu jalan-jalan di kota Valencia." ujar Mr Alberto tersenyum kecil.
"Terima kasih untuk tumpangannya Mr Alberto. Saya tidak akan melupakan kebaikan Anda." ucap Olivia dengan cepat. Ia tahu kalau Mr Alberto merupakan pria playboy. Bermulut manis dan pintar merebut hati seorang wanita.
"Sama-sama, Olivia." jawab Mr Alberto merasa tidak enak melihat ketidaknyamanan Olivia dengan perkataannya.
"Andaikan kau tahu, kalau selama ini aku memendam perasaan ini sejak lama." gumam Mr Alberto dalam hati menatap Olivia.
"Kalau begitu saya permisi dulu Mr Alberto. Sekali lagi terima kasih atas bantuannya." ujar Olivia menyeret kopernya masuk ke ruang tunggu keberangkatan.
Mr Alberto menatap kepergian Olivia dengan wajah sendu.
"Tuan, bukankah tujuan anda datang kemari mencari nona itu? mengapa anda membiarkannya pulang sendirian." tanya seorang pria menatap Tuannya.
"Sepertinya dia sudah menikah. Aku melihat cincin pernikahan di jari manisnya." ujar Alberto menatap ke luar jendela.
"Jika dia sudah menikah? terus mengapa nona itu pulang sendiri? dan tidak ada yang mengantarnya?" tanya pria itu menyeritkan keningnya.
"Mungkin saja pria itu tidak ingin identitasnya di ketahui banyak orang."tebak Alberto sok tahu.
__ADS_1
"Jodoh tidak akan kemana Tuan. Jika kalian berjodoh, maka Tuhan akan mempersatukan kalian."kata pria itu menjalankan mobilnya menuju hotel. Mungkin besok mereka juga akan kembali ke Kolombia, setelah melihat Olivia baik-baik saja.
...***Bersambung***...