Cinta Yang Sempat Tak Terlihat

Cinta Yang Sempat Tak Terlihat
Ditinggal Selamanya


__ADS_3

Mata nya bengkak Air mata terus berjatuhan di mata indah nya hati nya sakit Gadis periang itu sudah tidak ada lagi pada diri nya Dia masih tidak bisa menerima keadaan ini sangat berat bagi nya.


" Sudah Nak ,, Kita pulang " Nita Berusaha untuk mengajak Keponakan nya itu untuk bangkit dari Makan Kakak Kandung nya.


" Ra,, Masih ada Om Sam dan Tante Nita Kamu masih punya keluarga yang sedih jika melihat mu seperti ini " Samwel suami dari Nita juga berusaha mengajak keponakan nya itu untuk pergi dari pemakaman ini karena mereka sudah satu jam disini setelah pemakaman selesai sudah tidak ada orang lain disini hanya tersisa mereka bertiga yang berusaha membujuk keponakan nya untuk segera meninggal kan tempat ini .


*hiks hiks hiks....


"kenapa kalian tidak mengajak dara pergi juga ...kalian tega sekali pada dara* ."


" Ayok sayang ... " Nita mengandeng lengan keponakan nya yang sungguh terlihat rapuh


Pelan pelan dara mengikuti Nita beranjak dari pemakan karena matahari sudah menyengat membakar mereka bertiga pertanda hari sudah Siang.


Dara hanya berdiam diri mengenang kenangan indah bersama kedua orang tua nya mata nya menatap kosong pada jendela Mobil Putih yang membawa nya.


Mama ... papa ... hanya nama itu yang terus iya panggil di dalam hati nya.


*apa kalian bahagia setelah meninggalkan dara sendiri disini ... ???


bagaimana aku hidup pa ... ma* ...???


Iya berusaha menerima keadaan namun tak mampu kenangan indah bersama Meraka tidak bisa di lupakan meskipun Jasad mereka sudah tertutup oleh tanah pagi tadi .


" Papa.... Jangan gangu dara .. " Azmi ayah dara mengambil ponsel putri cantik satu satu nya hasil pernikahan nya dengan Sarah.


" Laki laki ...??? " tanya Azmi penuh penekanan iya benar benar tidak suka putri nya dekan dengan laki laki lain selain diri nya.


" Papa.. Itu Aldo kami sedang ingin mengadakan Reoni SMA aku panitia nya pa "


" Benarkah .." Azmi masih tidak percaya


" Benar papa sayang " Dara memeluk laki itu dengan penuh kasih sayang


" Jangan Pacaran tanpa sepengetahuan papa ..!!! jangan dekat dan jalan dengan laki laki lain tanpa sepengetahuan papa ...!!! " tegas Azmi pada dara

__ADS_1


" Terus bagaimana putri mu bisa menikah kalau kau tidak membiarkan nya dekat dengan laki laki lain " Sarah nyeletuk iya kadang jengkel karena suami nya terlalu ketat pada dara putri nya.


" Aku yang akan mencarikan nya ..?? "


" Haiss... apa kau ingin menjodohkan nya .. aku tidak setuju " Jawab Sarah ketus " biarkan dia mencari pendamping hidup nya Usia nya sudah 24 tahun anak mu sudah S1 Kau lupa ...??? "


" Papah mama ...kenapa jadi bicara Jodoh sih ...??? Dara masih ingin tinggal bersama papa dan mama ??? "


" Hemm " Azmi memeluk dara " Aku hanya tidak ingin dia salah pilih dan terluka ,, aku akan sangat sakit melihat itu ..." Azmi menitikkan air mata nya ..." Tidak ada yang boleh menyakiti putri cantik ku .."


" Kau berlebihan sayang ... " Sarah memeluk kedua nya Mereka adalah Jantung Sarah tanpa kedua nya Sarang tidak bisa hidup.


Keluarga itu sangat bahagia , ayah dara memiliki perkebunan dan juga peternakan yang besar , Namun Azmi tidak pernah sesibuk Pengusaha Yang lain yang tak pernah menyempatkan diri berkumpul dengan keluarga nya.


Keluarga kecil itu selalu berkumpul jika senja telah menampakan diri di Upuk timur.


Tidak ada hari tanpa tawa di rumah berlantai dua itu , Setiap pagi sang Papa selalu mengantar putri nya bekerja di Pemerintahan Lulus sebagai Sarjana Hukum dengan Ipk yang membiasakan Membuat Nya diterima sebagai pegawai Honorer di pemerintahan.


Tidak ada yang berani mendekati Dara karena sang ayah begitu posesif bahkan di umur nya yang sudah 24 tahun dara tidak pernah keluar malam tanpa orang tua nya.


Dara Rouzatul Azmi gadis cantik dengan tinggi 155 cm hidung yang mancung rambut panjang dengan kulit putih gadis ceria dengan senyum yang indah


Membuat nya menjadi Primadona di lingkungan nya berada termasuk saat ini.


hiks hiks hiks....


tidak ada Lagi dara yang Ceria dengan senyum indah itu gadis itu memeluk Nita setelah tersadar dengan kenangan saat orang tua nya ada.


" Ada Tente sayang ..." kami akan menjaga mu.


" Tente ..." Dara memeluk erat sang Tante yang sangat mirip dengan wajah ibu nya tak hanya wajah parfum Tante Nita pun sama dengan ibu nya sehingga iya begitu nyaman memeluk Nita .


Sepanjang jalan pulang Dara terus memeluk Nita kadang Nita mengusap lembut rambut keponakan itu berusaha memberi rasa aman dan tenang pada Dara.


" Istirahat lah besok kita bicara ... " Nita sudah mengantar sang keponakan di depan kamar nya.

__ADS_1


Malam hari Nita masuk ke kamar nya keponakan nya " makan sedikit sayang ..."


Gadis itu meringsut di kasur nya dengan kedua kaki di tekuk dan tangan memeluk kaki nya begitu terpuruk.


Nita dengan sabar menyuapi sang keponakan dengan sesekali iya juga meneteskan air mata nya melihat dara seperti ini begitu sakit hati Nita.


Dara yang di kenal nya tidak seperti ini gadis itu bahkan tidak pernah menangis semasa hidup nya kalau bukan tangis kebahagian.


" Tante keluar sayang tidur lah ..."


cup


***


" Mas... aku tidak sanggup melihat dara ..."


" Sayang ... Kamu harus kuat siapa lagi yang akan menguatkan nya jika kamu juga ikut terpuruk seperti ini."


" Mas ...Rencana kita membawa dara ...?? bagaimana jika iya menolak ...??? "


" Kita akan membujuk nya sayang... tidak baik jika iya disini ... jika dia disini akan susah untuk nya menghadapi hidup nya "


" Takdir begitu kejam mas .. dia gadis baik tidak sombong penurut dengan orang tua nya kenapa dikasih cobaan seperti ini .. aku benar benar tidak tega ..."


" Kita yang akan menjaga nya sayang .. melindungi nya ... mengurus nya memberikan perhatian pada nya seperti apa yang dia dapatkan pada orang tua nya ..."


" Hemmm.... makasih mas kamu laki laki hebat.."


" Tentu karena aku suami mu "


cup ..


..


Selamat membaca semoga aku bisa konsisten menulis nya ini udah novel ke 4 dan 3 novel aku belum selesai semua hehehe ..

__ADS_1


Vote ya biar aku semangat ... 😆


__ADS_2