Cinta Yang Sempat Tak Terlihat

Cinta Yang Sempat Tak Terlihat
Hari Minggu


__ADS_3

tok .. tok ... tok


Nita mengetuk pintu Dara , namun tidak kunjung di buka atau pun jawaban dari balik pintu itu.


" Dara bangunlah ... "


" Kau Lupa kau punya janji dengan Tante Mira."


" Dara .... "


Karena terlalu lelah akibat lembur kemaren, Dara benar - benar tidak mendengar suara Tante Nita, yang mengetuk dan berteriak - teriak di depan pintu kamar nya.


" Dara ... !!!!" teriakan nya lebih kencang dari tadi, hingga membuat Samuel menyusul Nita.


" Sayang ada apa ..?? "


" Mas, Dara tidak bangun - bangun, Rendi akan kesini jam 10:00 pagi menjemputnya "


" Biarkan saja dulu , mungkin dia masih lelah kemarin malam aku liat dia pulang larut malam sekali. "


" Aku terlalu membebaskan nya akhir - akhir ini , apa kemarin dia di antar laki - laki itu lagi..?"


" Tidak dia naik Taxi , jangan terlalu keras memaksakan kehendak mu sayang , jaga juga emosi mu. Kau lupa apa yang Dokter ucapkan. "


" Hem , Iya ..iya baiklah "


Nita dan Sam turun, untuk sarapan pagi.


" Apa kau serius ingin meneruskan perjodohan ini. ? "


" Tentu saja , apa Mas pikir selama ini aku bercanda. "


" Kasian Dara sayang dia baru patah hati dari Nino , tidak semudah itu untuk nya membuka hati untuk laki - laki lain. "


" Mas aku mohon kau cukup dukung aku, jangan menentang ku seperti ini. Ini semua untuk kebaikan nya. "


Samuel hanya bisa menarik nafas, sifat Nita memang sangat keras kepala jika sudah menginginkan sesuatu atau menolak sesuatu.


Setelah menyelesaikan sarapan pagi Nita dan Samuel duduk di ruang keluarga, pintu depan di ketuk, Sam beranjak dari tempat duduk nya untuk membuka pintu.


" Rendi ya .. ?? " tanya Sam yang memang belum pernah ketemu Rendi.


" Iya Om , Masuklah "

__ADS_1


Samuel mengajak Rendi untuk masuk menunggu di ruang keluarga.


" Oohh .. Rendi, Tante panggilkan Dara dulu ya. "


" Ya Tan .. "


Rendi Ricky Maulana. Seorang CEO Muda yang sangat sukses di usia 28 tahun. Sedari kecil memang didik sangat keras oleh Ayah nya. Besar di keluarga yang sudah punya kerajaan bisnis yang besar tak lantas membuat nya merasa puas. Iya mendirikan sendiri perusahaan yang berbasis di Properti dan Hotel. Jauh berbeda dengan keluarga nya yang mempunyai perusahaan di bidang Pertambangan.


Sifat nya yang pendiam dan tidak suka bergaul, membuat nya susah untuk mendapatkan teman Laki - laki ataupun Perempuan.


" Hebat sekali kamu, membuat saya sudah menunggu sangat lama ..? " Rendi merasa geram dengan Dara yang sudah duduk di sampingnya tanpa merasa bersalah.


Kedua nya sudah berada di dalam mobil, Rendi .


" Kalau kau merasa keberatan , kenapa tidak kau tinggalkan saja tadi. Aku juga tidak punya niatan untuk pergi ke rumah mu..!! "


" Oh ya ..., Terus kenapa kau tidak bilang pada Mama "


" Kau pikir hidup se simple itu... ?? "


" Wanita Licik ... "


" Terserah .. " ucap Dara yang sudah merasa tidak tertarik untuk berdebat dengan laki laki ini.


Dara merasa takjub akan bangunan itu, dan ketika mobil memasuki gerbang iya di buat lebih takjub lagi, mata nya di sugukan pemandangan taman yang begitu cantik, sekilas iya tanaman Anggerek kebutan ( Ascocentrum miniatum ) yang tergolong spesies langka.


Mata Dara tak henti henti nya menunjukkan ketakjuban nya. Iya begitu menyukai tataan taman disini kursi dan meja yang tertata sangat apik di bawah pohon yang begitu rindang.


" Sekaya apa sih keluarga mu itu ..?? " Spontan iya berucap tanpa melihat ke arah Rendi, mata nya benar benar di buat takjub akan taman yang begitu cantik dan luas.


Mobil berhenti di depan pintu yang sangat besar, Rumah yang sangat megah , besar dan indah.


Rendi tersenyum menyeringai " Kau tidak akan mampu menghitung nya ...!!! "


Kedua nya keluar , entah dari mana orang orang itu pelayan sudah berbaris rapi menyambut mereka dan membungkuk ketika mereka lewat. Dara benar - benar merasa tidak enak.


" Dara .. " Mira sudah memeluk nya dengan sangat erat dan tak lupa dengan senyum yang sangat indah , pancaran kebahagian jelas terlihat di raut wajah yang begitu cantik itu.


" Tente ... " Dara membalas pelukan Mira.


" Ayok, Ikut Tante keruang keluarga. Di sana sudah ada Oma dan Papa nya Rendi "


" Emm.. " Dara berjalan berdampingan dengan Mira sedang kan Rendi berjalan di belakang mereka dengan ponsel yang tak lepas dari genggaman tangannya.

__ADS_1


" Lihat deh Pah, Dara sudah datang cantik kan .. ?? " Mira begitu bangga memperkenalkan Dara pada suami nya.


Dara bergantian mencium tangan mereka.


" Dara kalau ini Oma .. " Mira memperkenalkan kembali pada wanita yang sudah tua dan memakai tongkat itu.


Mereka semua duduk di sofa, Oma tampak menatap lekat perempuan yang akan menjadi calon istri cucu nya itu.


Dara yang melihat Oma menatap seperti itu merasa risih dan juga takut.


" Oma .. hentikan kau membuat calon menantu ku ketakutan. "


" Awas saja jika dia membuat cucu ku tidak bahagia nanti nya, akan ku habisi dia .." kata Oma dengan sinis.


" Papa setuju, dia gadis yang cantik. "


Rendi hanya menarik nafas nya pasrah , Oma yang semula berjanji akan membantu nya untuk menghentikan perjodohan ini, malah berbalik membiarkan ini terjadi.


Hati Dara semakin berdegup kencang, iya semula berpikir kalau perjodohan ini hanya sekedar bercandaan saja. Baik Nita yang tak pernah membicarakan ini dengan serius pada nya .


" Baiklah, kalau kalian sudah setuju , aku akan mengantur tanggal nya " Tampak Mira lah di sini yang terlihat begitu bahagia.


" Tapi Ma,.. " Rendi mencoba membantah dan mendapatkan pelototan mata dari Lana.


" Om, Tante , dan Oma. Sebelumnya Dara minta maaf, Dara sudah memutuskan tidak bisa melanjutkan perjodohan ini. Dara tidak bisa Om, Tante Oma. "


Semua terdiam, tak terkecuali Rendi.


" Ada banyak hal yang terjadi dalam hidup Dara, kepergian orang tua Dara salah satu hal yang sangat mengguncang Dara. Dara perlu waktu dan jiwa yang tenang untuk memutuskan hal yang paling besar dalam hidup Dara, dan semua nya tidak bisa secepat ini. Dara harap Om dan Tante bisa memaklumi nya. "


" Dara, Apa kau di ancam Rendi ? "


" Papa , aku tidak pernah mengancam nya " Rendi merasa sangat kesal.


Dara menggelengkan kepala nya, " Tidak om.."


Mira nampak sangat terpukul mendengar nya, Dara jelas melihat dari wajah itu , iya memeluk Mira.


" Tante Mira, Aku akan sering mengunjungi mu, kau tidak perlu khawatir jika Om Lana tidak bisa menemani mu makan di luar , aku akan bersedia menemani mu, kapan pun Tante memerlukan aku "


Ada cinta di pelukan itu, ada perasaan sayang antara kedua wanita itu. Oma melihat itu dan tersenyum. Lana pun melihat kelembutan di hati Dara saat memeluk istri nya


Gadis baik, akan aku pastikan kau akan menjadi menantu ku. ucap Lana di dalam hati nya.

__ADS_1


__ADS_2