
Salah satu hotel bintang lima yang di miliki oleh keluarga Gunawan menjadi saksi bisu perhelatan akbar pernikahan Dara dan Rendy.
Dengan Nuansa putih dan penuh bunga - bunga yang berwarna senada, memuat dekorasi itu menjadi elegant dan mewah.
Banyak nya tamu undangan sedikitnya menjadi tolak ukur bahwa pesta memang telah di buat besar - besaran. Malam ini Dara menggunakan Gaun merah yang dengan Payet berlian nampak membuat nya begitu anggun di tambah mahkota kecil di atas kepala nya melengkapi penampilan nya malam ini.
Rendi begitu gagah di samping nya dengan baju berwarna hitam dan sedikit ada sentuhan merah pada kemeja yang iya pakan membuat nya begitu serasi saat berada di atas singgasana pelaminan bersama Dara.
Setelah acara akad pagi tadi mereka sekarang sah menjadi suami istri dengan pesta mewah dan megah, menjadi pelengkap sah nya hubungan mereka sebagai suami istri.
Silih berganti tamu memberikan ucapan selamat pada mereka, senyum dari wajah dara tak pernah henti iya berikan sebagai salah satu balasan dari do'a mereka.
" Kau ini kenapa aku harus tau dari surat undangan mu heh..." Ucap laki - laki dengan tubuh atletis dan wajah ganteng itu menepuk nepuk bahu Rendi.
" Aku lupa .." Ucap Rendi dengan begitu acuh , karena wajah nya tampak lelah di tambah lagi Rendi tidak begitu suka dengan suasana ramai seperti ini.
" Dasar brengsek ...!! " Dika kemudian melirik wanita yang ada di samping sahabat nya itu , gadis dengan gaun merah itu begitu cantik.
" Sedang liat apa kau ...??? " Rendi geram melihat sahabat nya itu melihat istri nya. walaupun iya tau Dara tidak menyadari nya karena mata nya tak henti - henti melihat tamu undangan yang tak kunjung berkurang itu.
" Dari mana kau mendapatkan nya ..?? " tanya Dika yang begitu penasaran.
" Sudah lah turun sekarang !!! "
" Kau berhutung penjelasan pada ku "
Perdebatan dua sahabat itu ternyata mengundang kedua mata Dara untuk melirik nya.
" Hay aku Dika " ucap nya dan mengambil salah satu tangan dara untuk memberikan ucapan selamat sekaligus perkenalan diri.
Dara pun terkejut dan menyambut tangan Dika dengan tersenyum , namun sejurus itu Rendi telah menarik tangan istri nya itu dari Dika.
" Jangan meladeni nya .. " ucap nya dengan tegas tangan nya masuk di sela sela jemari Dara yang telah Ita tarik paksa dari Dika dan menggenggam nya dengan begitu erat.
" Hahahaha.... , kau cemburu padaku "
__ADS_1
ledek Dika pada sahabat nya itu.
" Turunlah !!! " dengan suara tegas ala Presdir Rendi mengatakan itu pada Dika.
Membuat Dika hanya tersenyum namun tidak berani membantah sebelum iya berlalu iya mendekat kan wajah nya pada Dara.
Membuat Dara memundurkan refleks wajah nya.
" Kita harus membuat janji bertemu tentu tanpa suami mu "
Ucapan Dika jelas terdengar oleh Rendi , namun sebelum Dika melihat wajah membunuh dari Rendi padanya iya meninggalkan kedua mempelai tersebut tanpa menunggu jawaban dari Dara sekalipu. karena niat Dika tak lain hanya bercanda.
" Kalau kau bertemu dengan orang lain tanpa sepengetahuan ku, habis kau !!! "
****
Perhelatan Akbar itu telah usai di selenggarakan , Saat mentari menyambut pagi dengan sinar terang nya . Kedua suami istri itu tidur terlelap tak ada kata apalagi malam pertama saat acara itu telah usai di laksanakan pada jam 12:30.
Tubuh mereka begitu lelah hingga setalah sama - sama membersihkan diri pada malam itu mereka tertidur.
Dara membuka matanya terlihat suami nya masih tertidur lelap di depan nya. Dara terus memandang wajah itu yang terlihat begitu ganteng karna terpahat dengan begitu sempurna, iya berlama lama memperhatikan setiap inci wajah laki - laki yang telah berstatus suami nya tersebut yang masih belum dapat iya percayai hingga sekarang ini.
" Aku hanya masih belum mempercayai semua ini , Status kita !!! "
Rendi mendekat kan wajah nya dengan begitu dekat pada wajah Dara. Semakin dekat... dekat ...dekat... dan Cup bibir itu telah mendarat dengan sempurna nya.
" Sudah sadar .." ucap nya melepas ciuman nya dan menatap wajah dara yang terlihat kaget dan ketakutan.
" Eummm.... " jawabnya masih terlalu shock meskipun ini bukan pertama bagi nya di cium suami nya ini.
" Mau lagi ...??? " ucap Rendi pada Dara dengan seulas senyum jahil nya.
Dara segera beringsut pergi dari selimut nyaq itu. " Aku mau mandi ..." Ucap nya tanpa memperdulikan suami nya yang terdengar cekikan menertawakan nya.
" Mau aku mandikan sayang ?? " ucap nya menggoda istri nya itu , " seperti nya aku akan memiliki hobi baru " senyum jahil nya.
__ADS_1
Rendi mengambil ponsel genggam milik nya yang iya abaikan dari kemaren malam, Banyak ucapan selamat dari rekan seprofesi dari berbagai negara yang tidak bisa berhadir di Acaranya. Iya begitu kaget ternyata papa nya menyebarkan informasi pernikahan nya pada semua lapisan kolega bisnis tak terkecuali.
Rendi membalas satu persatu pesan nya karena tidak enak bagi nya mengabaikan orang - orang penting petinggi perusahaan ini yang telah Sudi memberikan ucapan meskipun dengan hanya sebuah pesan saja karena mengingat waktu dan jam kerja mereka yang begitu sibuk.
Rendi juga melihat puluhan panggilan dengan nama sayang sekaligus emot love beberapa kali menghubungi nya ada juga pesan yang iya kirim kan.
" Kau menikah ... benar kau menikah ?? "
" Please sayang angkat telpon ku .."
" Sayang .... !!! "
" Sayang berita itu tidak benar kan ..."
" Kau masih kekasihku kan.. "
Dan masih banyak lagi pesan yang di kirim kan oleh wanita yang masih berstatus pacar nya itu meskipun kemaren mereka bertengkar begitu hebat , masih ada perasaan dari Rendi untuk wanita itu mengingat waktu hubungan yang begitu lama yang telah begitu lama merka jalani.
Ceklek ..
Pintu kamar mandi terbuka, Rendi meletakkan ponsel genggam nya dan menatap wajah yang terlihat segar dan cantik tanpa polesan make up tersebut.
" Tunggu aku mandi , kita sarapan kebawah sama2 "
" Emm... " jawab Dara dan duduk di depan cermin untuk mengeringkan rambut nya.
" Sarapan pagi atau siang ' sekarang sudah jam 10 pagi ini sudah terlalu siang jika dikatakan sebagai sarapan.
Iya menata rambut nya merias wajah nya dengan bedak dan lip balm, riasan tipis yang begitu sederhana itu tidak membuat pacaran kecantikan nya berkurang sedikitpun , wajah nya Bakan terlihat seperti anak SMA sekarang.
" Sudah selesai kan make up nya ...?? "
Dara mengganguk " kapan dia keluar dan berada di belakang ku "
" Keringkan rambut ku " Rendi kemudian duduk di depan kaca rias dengan hanya terbalut separu handuk yang melilit tubuhnya
__ADS_1
" Pakai dulu baju mu .." ucap Dara
" cepat lakukan tugas mu , jangan terlalu banyak protes "