Cinta Yang Sempat Tak Terlihat

Cinta Yang Sempat Tak Terlihat
Pijat Aku


__ADS_3

Selesai makan malam bersama Oma , Mama dan Papa.


Keyla kembali kedalam kamar nya, sudah tiga hari ini mereka hanya makan malam berempat saja.


Keyla menghabiskan waktu dengan membaca buku berharap kantuk nya datang lebih cepat, ada perasaan aneh yang seketika bersarang di benak nya.


" Sesibuk itu ya seorang pimpinan , seperti nya Oma , Mama dan Papa biasa nya saja ketika Rendi tidak pulang ?? " Hufff... Aku juga tidak tau kapan dia pulang ??? "


Keyla menggerutu sendiri seolah meluapkan apa yang sedang menjanggal di hati nya,


Berulangkali iya melirik jam dinding , waktu sudah menunjukkan jam 22:00 namun seseorang tak kunjung datang membuka pintu kamar tersebut.


" Jam berapa dia pulang ...??? "


Tanya Keyla pada jam dinding itu seakan menuntutnya untuk memberitahukan pada Keyla.


****


Karena ada proyek besar yang harus menyita pikiran dan tubuhnya untuk sebulan ke depan Rendi akan sibuk dan akan pulang larut malam. Itu sudah di ceritakan nya pada Orang Rumah kecuali istri nya.


Iya menunggu Keyla langsung yang menanyakan nya namun wanita yang menyandang status sebagai Istri nya itu benar - benar tidak ada kepedulian sama sekali terhadapnya.


Sampai pada jam berhenti di angka 11 , Rendi memutuskan untuk pulang selain penat dia juga harus memperhitungkan kemampuan nya juga , tidak memporsir tenaga nya agar tidak sakit.


Rendi sampai di rumah , jauh di dalam hati nya iya merindukan istri nya itu membuat nya dalam dekapan nya sepanjang malam namun iya menapik semua perasaan itu.


" Dia kan lebih nyaman di peluk selain guling ku yang sudah lama tidak di ganti itu " Ucap nya menggelengkan kepala.


Pintu kamar di buka , hal yang pertama iya liat adalah istri nya yang duduk di sofa samping tempat tidur mereka sedang membaca buku dan menonton TV.


Kedua pasang mata suami istri itu saling melempar tatap ,membuat seketika tubuh mereka kaku di tempat yang berbeda satu di depan kamar dan yang satu lagi di sofa.


" Kau belum tidur " Ucap Rendi yang berjalan masuk kedalam kamar setelah sebelumnya mengunci kamar mereka dengan rapat.


" Belum ngantuk .." Ucap nya memfokuskan kembali pada buku bacaannya.


Rendi melepas sepatu nya , membuka baju nya. iya mengambil baju ganti kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya yang lengket karena keringat , meskipun seharian ini iya hanya berada di ruang kerja nya saja.


" Huff... Apa setiap hari dia pulang seperti ini , kesian sekali pasti dia begitu lelah "

__ADS_1


Dara menutup buku bacaan nya untuk merebahkan diri nya sebelum Rendi keluar dari kamar mandi.


" Baiklah aku mencoba tidur saja , toh dia pun sudah pulang "


Tak berapa lama pintu kamar mandi terbuka, Rendi terlihat lebih segar. Iya mengangkat kedua alis nya melihat Dara yang sudah ada di tempat tidur.


Rendi menghampiri , iya sengaja menghentakkan tubuh nya dengan kencang agar berguncang dan mengusik siapa lagi kalau bukan istri nya.


" Kau ini tidak bisa pelan apa ..?? " Dara berbalik menatap Rendi. " Sengaja mengusikku ya ..?? " tanya kesal.


" Sudah dua malam ini kau selalu saja tidur duluan saat suami mu belum pulang ..?? sekarang aku mau di pijat , hitung - hitung kau menjalankan fungsi mu sebagai istri ku. "


" Apa ...?? "


" Kau tidak mau ...??? "


Bukan itu bodoh , aku memijat mu artinya aku menyentuh tubuh nya. Cihh apa kau tau sekarang jantungku begitu berdegup saat ini. gumam Dara.


" Hey.... "


" Iya aku mau "


Rendi menarik sudut bibir nya tersenyum yang tidak bisa di lihat oleh orang lain.


" Kenapa kau tidak katakan seluruh nya saja ?? " Ucap nya kesal.


" Sudah jangan terlalu banyak bicara , di mulai pada kaki saja ... " kata nya memerintah.


Entah mengapa Dara ingin sekali menolak perintah suami nya itu , namun di sisi lain iya juga merasa kasian melihat nya. Pasti bukan hal mudah bagi nya memimpin perusahan besar yang mempunya beberapa cabang anak perusahan di berbagai kota di tanah air.


" Kau itu mengelus atau memijat sih , tidak ada rasa nya sama sekali !! "


" Aku bukan seorang tukang pijat profesional , jadi wajar saja kalau kau tidak merasa nyaman " Dara berhenti memijat , mendorong kaki itu dengan kesal " Tidak tau terimakasih .." ucap nya yang nyaris ingin menjauh tapi seketika lengan nya langsung di tahan oleh Rendi.


" Siapa yang menyuruh mu berhenti ,??? "


" Kau menyebalkan " Ucap nya seraya melepaskan genggaman Rendi.


" Naik , Pijat sekarang atau kau tidur di kamar mandi malam ini ..." Ancam Rendi.

__ADS_1


" Iya .. iya ..."


Dara mulai memijat di bagian kaki , iya menekan lebih kencang sebagai pelampiasan kekesalan nya pada Rendi.


Rendi hanya tersenyum melihat Dara yang sudah memulai memijat nya namun tidak selembut yang pertama tadi, kali ini lebih keras. " Apa kau ingin membunuhku ??? "


" Tutup lah mulut mu atau aku akan memilih tidur di kamar mandi ..??"


Rendi tergelak , tawa nya menggema di ruang kamar mereka , iya menarik kaki nya yang tadi di pijat oleh Dara.


Dan sekarang tubuh mereka sedang berhadap - hadapan dan bersitatap.


" Yakin mau tidur di kamar mandi ??? "


Ucap Rendi


Keadaan mereka yang begitu dekat di tambah tatapan mematikan yang Rendi berikan membuat nyali Dara seketika menciut iya hanya sekedar bercanda tadi nya dengan kata-kata nya tapi Rendi malah menganggap nya begitu serius.


" Aku hanya bercanda saja ...?? " Ucap Dara gugup.


" Jadi kau anggap ancaman ku itu lelucon ?? " Menatap lekat Dara dekat seperti ini membuat kilasan balik ciuman memabukkan itu bergeliriya dengan bebas nya di pikiran Rendi.


" Salah lagi deh "ucap nya di dalam hati nya


" Bukan begitu , Aku...ha..."


Rendi sudah tidak bisa menahan nya lagi dorongan ingin merasakan kembali bibir itu selaras dengan sikap sirgap tubuh nya yang langsung menempel pada bibir Dara.


Dara terbelalak kaget , Iya mencoba mendorong tubuh Rendi. Namun tubuh kekar laki - laki itu tidak sebanding dengan tenaga yang iya miliki.


Pelan namun pasti , Dara menyerah iya membiarkan Rendi menjelajahi setiap jengkal rongga mulut nya. Iya juga terhanyut dengan permainan bibir Rendi.


Setelah ciuman itu turun di lehernya , Otak Dara berfungsi dengan waras iya mendorong tubuh itu dan segera keluar dari kamar mereka.


Jika iya tidak menghindar iya takut terbuai dan merelakan tubuh nya untuk di jamah oleh seorang laki - laki yang tidak mencintai nya , bahkan suami yang masih memiliki kekasih nya.


Dara menangis iya masuk kedalam Kamar tamu.


" Maaf kan aku Ren ... " Lirih nya

__ADS_1


Happy Reading


Baru 3 hari gak Up di kasih Notif kembali ahh sudah lah ...


__ADS_2