
Dara membiarkan tangan kokoh ini memeluk nya begitu erat , wajah nya tepat menempel pada dada bidang Rendi. bahkan iya mendengar deru nafas yang mulai teratur itu menandakan sang empunya sudah terlelap dalam mimpi nya.
Dara tidak bisa tidur , jantung nya yang terus berdegup kencang membuat nya gelisah. tapi pelukan itu sekaligus membuat hati merasa menghangat.
" Tidur lah. .." Ucap Rendi.
" Aku .... gak bisa tidur , lepaskan dulu "
Rendi melepaskan pelukan itu kemudian menatap manik mata Dara. Tatapan menghujam iya benci ketika Dara menolak nya seperti ini Orang yang mencintai pasangan nya tidak akan risih dengan sikap pasangan yang memeluk dan mencium nya Dia tidak menginginkan ku ... dia tidak mencintai ku. memalukan !!! lirih nya dalam hati nya.
" Aku gerah .... " ucap nya membalas tatapan itu , tidak mungkin rasa nya jika iya harus beralasan karena jantung nya begitu berisik saat di dekat Rendi.
Rendi berbalik iya terlampau membenci alasan bodoh itu , saat suhu AC sudah di atur dengan derajat paling minimum alasan klasik itu datang sebagai penolakan yang nyata.
Dara merasa bersalah iya tau Rendi sedang marah lagi , kalau saja ini adalah rumah mereka Rendi pasti akan keluar pergi keruang kerja menenangkan diri nya.
****
Pagi hari nya mereka duduk bersama di sebuah meja makan sebelum melanjutkan aktifitas mereka. Suasana tidak sehangat tadi malam hanya dentuman piring yang menggema di ruang tersebut.
Nita dan Samuel salih menatap karena suasana yang rasa nya begitu mencengkam mereka.
" Dara , tadi malam om dapat kabar kalau om Surya sudah bebas " Sebenar nya Samuel tidak berniat memberitahukan Dara perihal ini namun untuk memecahkan suasana iya terpaksa berbicara.
" Syukurlah om Dara ikut senang mendengarnya "
ucap nya santai dan tetap lahap menyantap menu sarapan paginya nasi goreng dengan telur ceplok.
" Kalian kenapa ...?? " Ucap nya merasa ada yang aneh dengan sepasang suami istri itu yang tampak diam.
" Dara " ucap Nita lagi .
" Kami hanya berantem kecil Tante , Dara ingin menginap lagi malam ini tapi Rendi tidak mengijinkannya " Ucap Rendi memberi alasan kepada Nita.
" Dara , kok cuman gitu kamu marah " Ucap Nita menatap keponakan nya itu dengan tajam.
" Tante ... " ucap nya lirih.
" Jangan gitu sama suami kamu Dara , Rendi berhak mengambil keputusan penuh karena dia kepala rumah tangga imam kamu "
" Iya Tante , Dara minta maaf "
__ADS_1
" Kok minta maaf sama Tante , kamu minta maaf ya sama Rendi. "
Nita menggelengkan kepala nya , sedangkan Samuel menaham senyum melihat adik ipar nya itu.
Rendi hanya diam tidak memperdulikan mereka. Dara yang merangkul tangan nya membuat nya sedikit terbelalak kaget.
" Maaf ya sayang ..." Ucap nya begitu manja.
Demi apapun pupil mata itu begitu indah menyorot ke arah nya , Baru kali ini Rendi melihat Dara bersikap manja seperti itu. hati nya melembut entah mengapa emosi nya pada Dara seakan menyeruap entah kemana.
" Iya sayang " kata nya tersenyum tulus dari hati nya.
Setelah sarapan mereka pergi bekerja di dalam mobil suasana kembali mencekam.
" Nanti turun kan aku di halte bus di sana saja , agar mudah mencari Taxi " Ucap nya mengingat Rendi tidak pernah mau mengantarnya bekerja.
Rendi yang sedang fokus menyetir mengalihkan pandangan nya sejenak pada istri nya yang duduk di samping nya itu.
" Aku akan mengantar mu ...?? dimana kantor mu ..?? " ucap santai
" Di jl.xxxx, apa kau mengetahui nya ...?? "
" Hemm .., oh ya. Aku malam ini pulang larut malam ada pekerjaan yang harus aku selesai kan " Ucap nya berbohong iya takut mengatakan pada Rendi yang sebenar nya mengingat malam tadi mereka sudah bertengkar di tambah kalau iya harus mengatakan akan pergi bersama dengan Devan seorang laki - laki.
" Terserah aku tidak peduli " jauh dalam hati nya sebenar nya Rendi begitu penasaran apa pekerjaan istri nya , apa posisi nya , dan yang paling ingin iya tanyakan bos nya laki - laki atau perempuan sudah menikah apa belum. Bisa saja jika iya menyuruh anak buah nya itu menyelidiki Profil dari atasan istri nya tapi rasa nya iya terlalu bertindak kejauhan kalau Dara adalah orang yang di cintai nya tentu hal itu wajar saja. Lirih nya dalam hati.
" Aku hanya memberitahu mu saja " Dara merasa nyeri di hati nya mendengar apa yang di katakan Rendi.
"E'Flower Hotel" Gumam Rendi di dalam hati nya , iya jelas begitu tau Hotel itu bahkan sang pemilik yang tak lain adalah sepupu nya sendiri.
" Makasih ya " Dara keluar dari mobil, Rendi hanya menganggukkan kepala.
" Jadi Dia kerja Disini ...!!! Devan !!! bukan kan sekarang management itu di ambil alih oleh Devan"
Sejenak iya diam , sebelum akhirnya mengendarai mobil itu berlalu meninggal kan tempat itu.
****
" Itu artinya Devan dan Dara pasti saling mengenal bukan "
Rendi terus saja memikirkan itu , Iya menjadi gelisah entahlah apa yang sebenarnya di khawatirkan nya.
__ADS_1
Iya sudah berulang - ulang kali mengusik hal itu dari pikirannya namun tetap saja iya gagal.
Tok... tok ... tok
" Masuk ..."
" Malam ini ada undangan dari Bapak Sanjaya pak "
" Aku sedang tidak berniat untuk pergi ke pesta , kau saja yang mewakili nya " Ucap Rendi.
" Kau keberatan ...?? "
" Bukan begitu pak. Kalau menurut saya pak, bapak sebaik nya datang bagaimana pun kita sedang menjalin bisnis dengan perusahaan bapak Sanjaya agar menjaga hubungan baik tidak salah nya kita menghadiri acara tersebut walau sebentar "
Rendi memikirkan ucapan Aldo sejenak pulang ke rumah pun percuma saja Dara sedang tidak ada " Yasudah Do, atur berangkat dan pulang nya aku tidak ingin nanti terlalu lama di sana "
" Baik pak permisi .. " Aldo berbalik ingin pergi dari ruangan tersebut.
" Do, ...!!! "
" Iya pak ..." Aldo merasa bingung tidak seperti biasanya Rendi berbicara menggantung seperti itu.
" E'Flower ... Kau tau siapa yang yang menjadi pimpinan dari hotel tersebut.?? "
" Sejak enam bulan yang lalu hotel itu sudah di pegang oleh Pak Devan pak '"
" Jadi sekarang Devan yang memimpin ...?? "
" Iya Pak "
Rendi dan Devan memang satu keluarga Ayah Devan adalah adik dari ayah nya , namun hubungan itu tidak terjalin dengan baik Ketika Elina mengungkapkan perasaan nya pada Rendi yang notabennya sudah memiliki Anya di hidup nya , semenjak kejadian itu hubungan keluarga itu menjadi renggang.
" Lalu dimana Elina... ? "
" Info yang sempat saja dengan dia sekarang berada di Amsterdam , maaf pak hanya itu yang saya ketahui "
" Baiklah siap kan pakaian ku untuk pergi ke pesta nanti malam "
" Baik pak , saya permisi " Ucap Aldo yang hanya di jawab anggukan oleh Rendi.
Happy Reading
__ADS_1