Cinta Yang Sempat Tak Terlihat

Cinta Yang Sempat Tak Terlihat
Rok Mini , Lipstik Merah Aku Tidak Suka


__ADS_3

Sepulang kerja Rendy langsung masuk kedalam kamar nya , istri nya itu sudah tertidur cantik di ranjang yang berukuran besar tersebut.


Waktu memang menunjukkan jam 12:00 , jadi bukan hal yang aneh jika istri nya tersebut sudah tertidur begitu lelap. Rendy tadi nya memang berniat ingin cepat pulang untuk membahas masalah tadi pagi mendadak ada pekerjaan yang tidak bisa iya tunda hingga iya akhir nya pulang selarut ini , Iya hendak membangunkan istri nya namun sisi kemanusiaan nya muncul ,iya menjadi tidak tega melakukannya.


Rendy kemudian berbaring di samping istri nya tersebut setelah sebelumnya iya membersihkan diri nya dan berganti pakaian.


" Wanita aneh !! dimana sebenarnya Iya kerja ..?? "


Rendy menarik tubuh istri nya mendekat dengan diri nya , iya merindukan bibir istri nya tersebut yang sudah menjadi candu untuk nya iya mengecup beberapa kali bibir itu , sang empunya tampak terusik membuat Rendy tersenyum melihat nya.


Mengecup Dara di depan orang tua nya , melarang Dara agar tidak bekerja adalah manipulasi nya saja agar orang tua nya merasa bahagia melihat itu semua, sedikit pun iya tidak peduli dengan gadis ini itu adalah hal yang sering iya tegas kan pada hati nya , tapi mencium Dara benar - benar respond dari tubuh nya sendiri yang tidak bisa iya kendalikan.


Sudah dua malam mereka tidur bersama , dan dua malam ini tanpa sepengetahuan Dara. Rendi selalu menarik nya dalam pelukan nya.


****


Matahari sudah menebarkan cahaya nya , terlihat burung - burung mengepprakkan sayap nya dengan begitu semangat hilir mudik di langit yang biru.


Dara sudah bersiap dengan baju kemeja putih dan rok coklat di atas lutut rambut nya tegurai begitu indah, dengan sedikit sentuhan aksesoris di kepala nya yang menambah keanggunan diri nya. iya juga memakai make up lebih berani dengan lipstik merah menyala yang membuat kesan dewasa dari diri nya.


Rendi masih tertidur kerena laki - laki itu biasa nya bangun di jam 7 pagi , Dara sudah siap iya mengambil tas jenjang nya berwana coklat.


" Sepagi ini ...?? " suara serak khas bangun tidur yang berasal dari suara Rendi yang sudah terlihat bersandar di kepala ranjang tersebut.


" Ini hari pertamaku , tentu aku tidak boleh meninggalkan kesan jelek bukan. " Dara kemudian memasang sepatu nya dan berjalan menuju pintu kamar.


" Tunggu... " Rendy bangun dan menghampiri istri nya yang sudah rapi iya melihat dari atas ke bawah dan itu iya lakukan berulang kali.


" Kenapa ...??? " Dara mulai merasa tidak nyaman.


"Apa - apaan ini ...??? penampilan macam apa ...?? kau seperti gadis malam !! " Rendi melepas jepit rambut Dara , menghapus Lipstik Dara yang merah tersebut.


" Gadis malam , kau ini aneh sekali ..?? " Dara begitu kesal penampilan nya yang sudah begitu rapi terlihat berantakan.


" Ganti menjadi celana , aku tidak suka kau pakai rok mini seperti itu, dan jangan gunakan lipstik merah saat bekerja. " Suara Rendi meninggi membuat Dara tidak bisa berkutik.


Dengan langkah gontai iya memasuki Walk in closet untuk menganti pakaian nya sesuai dengan Clue yang Rendi perintah kan. Setelah selesai mengganti pakaian iya merapikan make up nya kembali yang begitu berantakan, karena Rendi membersihkan lipstik Dara dengan tangan nya secara sembarang hingga lipstik itu nampak berada di mana - mana.


Ceklek ...

__ADS_1


Pintu kamar mandi di buka dengan terlihat Rendi yang baru selesai mandi. mendekat kearah Dara.


" Jangan turun tanpa aku , atau Mama dan Papa akan berpikiran aneh "


" Iya ..."


Rendi yang sudah rapi iya keluar melihat Istri nya , Wanita itu tampak menunggu nya duduk di sofa dengan tidak sabar. penampilan nya berubah 180 derajat . Rambut nya telah di ikut kuda , lipstik nya berwarna Nuds namun tetap membuat Rendi kesal melihat nya.


" Kau lama sekali ...?? " ucap Dara menghampiri Rendi. " Ayokkk " Dara menarik tangan Rendi ketika Dara ingin mengunci kamar Meraka. Ikatan Rambut itu di tarik Rendi hingga rambut nya tergerai.


" Kau ini kenapa sih ...??? Kembalikan...?? "


" Jangan pernah mengikat rambut mu kecuali di kamar . Paham !!! " Rendi melangkah lebih awal turun menapaki anak tangga. Sedang Dara begitu kesal di buat Rendi.


" Dasar pria gila " Ucap Dara


Suasana sarapan itu seperti pagi kemarin, semua bercengkrama mereka silih berganti memuji kecantikan Dara hari ini.


Penampilan Dara benar benar anggun.


" Apa kau tidak takut kalau istri mu di goda pria lain ?? "


" Maksud papa , Dara begitu cantik Ren, akan lebih aman jika dara bekerja di bawah kendali mu , kau bisa mengontrol nya dan juga bisa menjaga nya dari laki laki lain yang siap mengambilnya dari mu. "


" Papa seperti nya ini terlalu berlebihan. "


" Lihat lah istri mu begitu cantik ., kau harus sering mengawasi nya."


" Benar Ren, apa kau tidak takut "


" Rendi percaya sama Dara pah , mah ..!! " Rendi menggenggam tangan dara yang berada di atas meja makan tersebut.


Dara kaget , namun iya membiarkan Rendi.


" Papah .. Mamah .. seperti nya aku akan terlambat aku pergi dulu .."


Dara ingin bangun dan pergi dari sana sendiri.


" Sayang biar aku antar !!! "

__ADS_1


" Baiklah .."


******


Di dalam mobil Hanya sunyi yang menyergap kedua nya, tidak ada yang ingin memulai berbicara terlebih dahulu.


" Stop pak ... "


" Turun lah ...!!! " Ucap Rendi yang hanya menatap lurus ke depan dan mengabaikan wajah bingung Dara.


" Hah, tapi alamat nya bukan di sini ..."


" Aku tidak berniat untuk mengantarmu , jadi keluar lah aku tidak punya waktu untuk berdebat dengan mu .."


" Tapi aku masih belum mengerti jalanan di sini !! " Dara meminta di kasihani oleh suami tersebut.


" Apa peduli ku ..."


" Kau ... " Ucap Dara begitu kesal.


" Jangan pernah bermimpi aku peduli dengan mu , aku tertarik padamu , atau yang lebih jauh kau berpikir aku mencintai mu. semua yang aku lakukan hanya untuk sekedar membuat orang tau ku dan Oma senang saja "


Dara keluar dari mobil mewah suami nya tersebut , ada sebersit sakit di hati nya tadi nya iya berpikir Rendi melarang nya menggunakan lipstik merah ,rok mini karena laki - laki itu mulai mencoba membuka hati nya hingga itu di anggap larangan itu di artikan Dara sebagai rasa cemburu.


Mobil suami nya itu melaju tanpa memperdulikan nya lagi.


" Kenapa aku merasa khawatir " gumam Rendi di dalam hati nya , iya menengok kearah belakang melihat istri nya berjalan kebingungan.


" Sial ... kenapa seperti ini sih . "


" Aldo ... telpon orang kita untuk segera mengikuti istri ku jangan biarkan sesuatu terjadi pada nya dan jangan sampai iya mengetahui nya. Paham !!! "


" Paham Pak .."


Happy Reading.


aku tuh kalau nulis gak ada mood itu suka aneh aneh hasil nya dan yang lebih gila lagi suka memberantakkan alur cerita ku sendiri.


maklum lah aku masih pemula.

__ADS_1


__ADS_2