
Sebuah senyum telah mengembang di bibir mungil Dara, ada sebuah harapan baru dalam kehidupannya hari ini.
Dara turun dengan Dress dominan berwarna putih dengan tas hitam yang bergelayutan to tubuh indah nya.
" Kau tampak cantik ...?? " Samuel memuji kecantikan alami yang terpancar di wajah Dara.
" Om Samuel lihat lah istri mu cemburu, kau memuji ku .." Dara menarik kursi nya dan duduk di samping Nita.
" Oohh sayang Dara terlihat cantik tapi tentu setelah mu "
mereka semua tersenyum.
" Sayang aku sudah bikin janji dengan Dr.Chintya , jadi siang ini kau bisa menjemputku "
" Tentu .. " Samuel tersenyum iya senang akhirnya istri nya bersedia untuk mengikuti sarannya.
" Ada apa ....?? " Dara merasa khawatir ketika pembicaraan Om dan Tante nya itu berkaitan dengan Dokter " Apa ada yang sakit ...?? "
" Dara ... Tante mau ikut program hamil "
" Benarkah Tante ..." Dara memeluk Nita dengan sangat erat, akhirnya Tante nya bersedia untuk melakukan saran dari semua keluarga.
" Iya sayang .."
" Tante aku sangat senang, dan Om Samuel selamat kau berhasil membujuk Tante ku yang keras kepala ini .. "
" Hahaha .. , Tentu saja sayang jangan ragukan keahlian Om mu ini. "
Nita hanya menggeleng - gelengkan kepalanya.
" Kau berangkat sendiri Dara ...? "
" Aku di jemput Astrid om "
" Yasudah kalau begitu, Om berangkat duluan. Dan Istri ku, aku berangkat sayang " sambil mencium kening Nita.
" Iya . hati - hati Mas .."
" Iya sayang .."
Setelah mengantarkan Samuel bekerja. Nita kembali menghampiri Dara.
" Jangan lupa kosongkan jadwal hari Minggu Dara, Tante ke kamar dulu "
" Tapi Tante .. " Nita berjalan menuju kamar nya dan berpura - pura tidak mendengar Dara.
titttsss.... titsssss....
Dara keluar dari rumah nya, Astrid menurun kan kaca mobil nya " Cepetan Dara ...!! "
Dara membuka pintu mobil Astrid dan masuk kedalamnya " Kenapa telat .. ?? "
" Macet Dar ., sumpah ya ini terakhir gue jemput lho , gila macet banget "
" Emmm.."
Mereka tiba di kantor , Mini market itu sudah terlihat ramai di jam 09:30 ini. Tidak ada yang berani menanyakan keterlambatan mereka karena disini Dara dan Astrid lah yang bertanggung jawab penuh.
__ADS_1
Mereka bekerja dengan tugas masing masing. Dara dengan segudang tumpukan file yang sudah beberapa Minggu iya tinggalkan. Sedangkan Astrid sedang sibuk mengecek stok barang dan memantau karyawan.
" Makan siang yuk Dar ... " Astrid membuka pintu ruangan dara.
" Lho aja .. gue masih sibuk .."
" Yaudah .. jangan lupa makan ya dan satu lagi kalau galau itu jangan lama - lama. "
" Banyak sekali bicara anda , keluarlah aku sedang tidak ingin di ganggu "
" Ya ya.. baiklah, tapi sore ini jadi kan ?"
" Kalau kau tidak terus menganggu ku mungkin bisa "
" Emmm dasar licik .." Astrid menutup pintu ruangan itu.
Sore hari Dara sudah bersiap ingin keluar iya merapikan semua file nya dan meja nya yang sedikit berantakan.
" Dara , ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu ...? " Ujar Astrid yang membuka pintu ruangan Dara tanpa mengetok terlebih dahulu.
" Untuk apa ...?? .Apa tidak bisa esok pagi saja, ?? "
" Sepertinya dari Dinas terkait, Temui lah dulu sebentar "
" Aku kebawah dulu , mengajak nya masuk "
" Yasudah " mau tidak mau iya harus menui orang tamu itu terlebih dahulu.
Ada sekitar Lima orang yang masuk kedalam Ruangan nya
" Selamat sore .. " Dara bergantian menjabat tangan mereka satu persatu.
Setelah hampir satu jam mereka mengobrol dan memeriksa ijin terkait, mereka berpamitan.
" Terimakasih atas masukan dan arahan ibu dan bapak kepada kami "
" Sama - sama Ibu Dara senang bertemu langsung dan di sambut ramah oleh Ibu Dara dan Ibu Astrid. " Salah seorang wanita yang berkacamata itu berbicara dengan sangat ramah.
" Maaf jika kunjungan kami terlalu sore , kami permisi. "
" Tidak jadi masalah " Astrid dan Dara kompak menebarkan senyum indah mereka.
Setelah tamu nya pergi. Mereka kembali keruangan.
" Aku benar benar lelah hari ini " Dara mengambil nafas dan menghembuskan nya
"Bagaimana kalau kita pergi esok saja "
" Ahh.. aku gak mau, aku sudah memesan tiket nya, ayok berangkat. "
" Aku ganti, aku benar - benar lelah sekarang. "
" Dara ayolah, aku sudah menunggu hari datang. Kau menggagalkan nya dengan begitu gampang " Astrid cemberut
"Iya ... Iya ... Dasar tukang paksa. " Dara bangkit berjalan keluar mendahului Astrid yang masih duduk di Sofa.
" Yes ... " Astrid berlari keluar menyusul dara.
__ADS_1
Mereka sudah berada di dalam mobil Astrid, Dara menyandarkan tubuh nya dan memejamkan mata nya.
Sekitar tiga puluh menit mereka sampai di tempat itu. Dara dan Astrid berjalan masuk menuju Bioskop karena jam tayang nya udah sebentar lagi.
" Hey ... Astrid aku disini " Dua orang Laki - Laki berdiri melambaikan tangan di udara.
" Ayokk... " Astrid menarik tangan Dara.
" Kenapa lama ...? " Tanya seorang Laki - laki itu.
" Iya Macet , Oh iya Leo kenalin ini Dara. "
Dara mengulurkan tangan nya." Dara .. " ucap nya sopan dengan penuh senyum.
" Ehh sampai lupa, Kenalin dia Devan. "
" Devan " mengulurkan tangan nya
" Astrid " disambut Astrid terlebih dahulu dan kemudian " Dara ".
Mereka bersama menonton Film Action, Dara mencoba menikmati film tersebut namun rasa lapar membuat nya tidak terlalu fokus pada layar tersebut.
" Kamu tidak suka ...? " Ucap Devan di samping telinga nya.
" Emmm.. Suka kok " iya mencoba menutupi nya karena merasa tidak enak hati.
Setelah mereka menonton, mereka makan dan berbincang - bincang keadaan yang semula terasa canggung saat menonton lama kelamaan hilang, mereka begitu akrab saling bertukar No telpon , Saling Follow media Sosial , sampai bertukar Alamat rumah.
Tidak ada lagi canggung di antara mereka, seakan mereka sudah berteman sangat lama. Leo termasuk orang yang pandai menghidupkan suasana.
" Udah Jam 11 , Dara kau pulang bersama siapa ...?? " Devan
" Ohh aku tadi bersama Astrid "
" Devan aku boleh minta tolong , antar kan Dara pulang. "
" Astrid " dara memberikan isyarat mata pada Astrid, namun seperti nya anak itu sengaja tidak peduli.
" Iya Bisa kok " Devan tersenyum pada Dara.
Leo dan Astrid saling bertatapan ini memang Renacana mereka mengenalkan keduanya dan setidak nya ini suatu awal yang bagus.
" Tapi Dev , apa gak apa ... ?? " Dara merasa tidak nyaman.
" Gak papa kok , Astrid yang nanti nya kasian kalau dia harus nganter kamu dulu. Karena rumah mu tidak satu arah dengannya dan ini sudah terlalu malam, bahaya buat cewe. "
" Baiklah .. "
Suasana di dalam mobil ini jelas sangat berbeda ketika tadi mereka masih berempat.
" Dara lain kali kalau aku ajak jalan berdua mau kan ..? Devan membuka percakapan mengusir kecanggungan.
Namun pertanyaan itu malah membuat tegang Dara, " Emm... Iya tergantung waktu nya aku bisa tau enggak "
" Janji ya ... "
" Iya ... "
__ADS_1
Happy Reading 💜
Maaf typo nya ya ... ✌