Cinta Yang Sempat Tak Terlihat

Cinta Yang Sempat Tak Terlihat
Pingsan


__ADS_3

Dara enggan untuk keluar dari dalam mobil iya sudah mampu menebak jika Tante dan Om nya sudah berada di dalam sana. Hingga tangan seseorang menarik dengan paksa keluar dari dalam mobil dan menyeret nya masuk ke dalam Rumah tersebut.


Sayang .... Mira menyambut Dara dan memeluk nya, Iya berdiri melihat kedua orang yang teramat iya cintai itu juga berada di ruangan yang sama , Mata nya bengkak membuat Dara merasa iba.


" Duduk lah ..." ajak Mira pada Dara.


" Gak usah Tante , Dara mau pulang. "


Tidak ada yang berani bersuara keheningan menyergap ruangan tersebut. Sudah ada Papa Rendi , Oma dan Tante serta Om nya yang berada di sana.


Rendy tidak tau duduk permasalahan ini sebenarnya hingga iya merasa bingung , namun melihat keadaan Nita dan Samuel rasa nya iya sudah bisa menebak kalau terjadi perselisihan di antara Dara dan mereka berdua.


Dara memalingkan tubuh nya dan melangkah ingin pergi dari sana langkah nya terhenti saat Nita berkata.


" Tante minta maaf , jangan tinggalkan Rumah . " Nita menangis " Maafkan Tante .. "


Dara masih enggan membalikkan tubuh nya, iya tidak tega rasa nya untuk melihat Tante nya dalam keadaan seperti itu.


" Dara , menyelesaikan masalah tidak bisa dengan pergi " Mira merangkul tubuh Dara membuat duduk di kursi yang sama dengan Mira , Rendi juga duduk di samping Oma nya.


" Maaf, Dara tidak bermaksud membuat kalian khawatir , Dara hanya kembali bukan pergi tempat Dara di sana, di kota sana , sudah saat nya dara belajar mandiri. "


" Dara " Tante Nita terus menangis " Tante tidak mengijinkan nya , kau hanya akan kembali terjun dalam kepedihan dan mengingat laki laki itu. "


" Tante ... Dia orang yang baik Tante. Dara yakin Tante dia pergi bukan karena dia tidak menyayangiku tapi karena keadaan yang memaksa nya. Dan Dara sudah memutuskan untuk menunggu nya. "

__ADS_1


" Dara stop " Om Samuel bersuara dengan tegas. "


Dara menunduk " Aku hanya tidak ingin semakin terluka Om , Udah cukup kehilangan Bunda dan Ayah , Sudah cukup dia pergi , sudah cukup Om " Dara menangis air mata yang susah payah iya Bendung akhir nya mengalir dengan deras di pipi putih nya.


" Dara ... " Mira memeluk Dara mencoba menguatkannya.


Nita tiba - tiba pingsan , semua orang panik terlebih Samuel. Nita memang kurang enak badan dua hari ini iya kurang tidur memikirkan dara , makan tidak teratur, dan iya selalu menangis matanya sembab. Memikirkan Dara membuat nya begitu setres.


" Bawa kedalam kamar " Ucap Gunawan.


Samuel memapah Nita kedalam kamar yang di arah kan Gunawan . Mira Oma juga mengikuti mereka semua mengikuti Nita yang sudah berada di gendongan Samuel . Yang tersisa di ruang tamu hanya ada Rendy dan Dara.


Rendy menatap tak percaya gadis di hadapan nya ini, begitu susah bagi Rendi membaca karakter Dara saat bertemu pertama kali di seperti wanita yang begitu polos , pertemuan kedua Dara terlihat Manis dan Dewasa, tapi kali ini dia menjadi sosok yang begitu keras kepala , dan Tega. Bagaimana tidak iya begitu kuat bertahan pada kehendaknya.


" Maafkan Dara Tante .. Dara minta maaf !!! " air mata nya menetes perasaannya begitu bersalah karena iya adalah penyebab di balik keadaan Tante nya sekarang ini.


" Dara , Tante tidak tega melihat Nita seperti itu. Sudah banyak masalah di dalam hidup nya !! "


Dara semakin menangis hari ini iya tau beban hidup yang di emban Tante nya. Wanita tangguh yang begitu ceria dan terlihat bahagia di setiap hari itu ternyata mempunyai masalah yang di tutupi nya dengan begitu rapat tidak ada yang bisa mengendus nya.


Nita mempunya mertua bernama Mona , awal pernikahan nya dengan Samuel wanita itulah yang begitu keras menantang nya. Namun Samuel begitu kekeh mempertahankan wanita nya sampai akhirnya menikah.


Satu tahun berlalu keluarga kecil itu belum di percaya oleh sang kuasa memiliki keturunan , namun itu semua tidak menjadi masalah hingga di tahun ke tiga dan ke empat keluarga menjadi risau dan tidak sabar.


Di tahun ketiga dara berusaha mengikuti proses bayi tabung namun gagal di tahun ke empat mereka mencoba lagi lalu gagal kembali di tahun ke lima pernikahan Nita sudah tidak mau mengikuti nya lagi ada rasa sedih kecewa ketakutan menerjang nya. Menerima jika pada akhirnya iya harus gagal lagi membuat nya tidak sanggup untuk melakukannya lagi.

__ADS_1


Tekanan sang ibu mertua , pertanyaan dari semua keluarga dari pihak suami nya membuat nya begitu tertekan, Hingga tekanan itu sekarang tidak berupa pertanyaan lagi . Ibu mertuanya menjurus pada ancaman yang isi nya adalah jika Nita tidak memiliki anak hingga usia ke enam pernikahan . Nita harus menceraikan suami nya. Itulah titah dari sang ibu mertua yang tidak pernah di beritahukan pada suami nya.


Hanya Mira yang mengetahui nya semua beban Nita hanya dan Mira sangat menjaga rahasia itu.


Sampai hari ini iya sudah tidak bisa berdiam diri untuk tidak mengatakan ini. kalau tidak di katakan Mira takut Dara akan pergi dan Nita akan begitu tertekan karenanya.


" Itulah alasan kenapa Tante mu begitu kekeh untuk menjodohkan mu dengan Randy , karena dia tidak ingin jika kau kelak menemui mertua yang akan bersikap sama dengan apa yang telah dia alami , Tante mu sangat menyayangi mu Dara dia hanya memikirkan kebahagian mu. Jadi menikah lah dengan Rendy , untuk Tante mu. Nasib pernikahan Tante mu tergantung Mental nya Emosional nya karena itu sangat berpengaruh pada keberhasilan proses bayi tabung yang di jalankan oleh Tante mu " Nita memusatkan mata nya pada gadis yang tertunduk di sofa samping ranjang Nita ter baling.


Hanya ada Mira Nita Oma dan dara yang berada di dalam kamar ini sekarang , Samuel dan Gunawan menemui dokter yang telah selesai memeriksa Nita beberapa waktu yang lalu.


Dara menangis perasaan bersalah semakin menerjang nya, namun iya juga masih terlalu berat jika harus menikah dengan Rendy.


" Dara ....!!!! "


Dara mengangkat wajah nya yang sedari tadi tertunduk saat Nita bercerita.


Tatapan nya bertaut dengan Oma namun iya tidak berbicara , pancaraan mata nya cukup untuk mewakilkan jawaban panggilan Oma.


" Menikahlah , Tolong Tante mu. Oma sendiri yang akan menyerahkan nyawa Oma jika Rendy berbuat macam - macam denganmu ."


Oma menatap Dara iya berusaha menyakinkan gadis itu. Tidak ada jalan lain yang dapat iya pikirkan kedua gadis ini ( Nita Dara ) sudah seperti keluarga bagi Oma dan akan di kuat kan lagi dengan ikatan pernikahan Dara dan Rendi.


" Oma ... !! kasih Dara waktu untuk berpikir "


Happy Reading

__ADS_1


semoga kalian senang ya


terimakasih love kalian kesayangan


__ADS_2