
Banyak sekali yang mereka bicarakan di sana, sesekali mereka tertawa oleh cerita - cerita lucu.
Dara juga tau sekarang karekter Oma, Oma memang judes saat berbicara dengan orang lain baik Dara maupun Mira. tetapi Oma juga memiliki hati nya baik.
Hanya Rendi lah yang tidak menikmati Obrolan itu, namun jauh di dalam hati nya. iya sudah lama tidak berada dalam kehangatan keluarga seperti saat ini.
Setelah bercakap - cakap tentang kehidupan mereka, tentang kejadian - kejadian penting dalam hidup mereka, tepat di jam makan siang mereka beranjak pergi menuju tempat makan.
Melihat Oma yang kesusahan untuk bangun dara mencoba membantu nya.
" Biar aku bantu Oma ...?? " Dara dengan cepat menyentuh tangan kanan Oma .
Rendi pun juga spontan mengandeng tangan kiri Oma, ketika Oma yang mencoba berdiri hendak terjatuh.
Rendi dan Dara saling menatap lekat,
Oma tersenyum begitu melihat kedua anak muda itu, begitu pun Mira dan Lana.
" Ohhh... Gadis ini kau pandai mengambil hati orang ternya ...?? Bukan kah kau sendiri tadi yang bilang kau tidak ingin menikah dengan cucu ku, kenapa sekarang kau bersimpatik padaku dan berusaha mengambil hati ku ??"
" Oma apa kau tau , aku tidak pernah merawat wanita tua seperti mu. aku hanya penasaran saja, aku tidak punya Oma. Tidak tau jika wanita tua ternyata begitu cerewet ...?? " Dara tersenyum dan sambil mengandeng Oma , Rendi juga masih memang tangan sebelah Oma sehingga membuat Oma merasa senang.
Dara sengaja tidak memperdulikan pertanyaan Oma iya memang sudah tidak berniat untuk membahas nya lagi.
Mira dan Lana tertawa mendengar itu
" Kau ini .." Oma memukul Dara di kepala nya.
Rumah itu benar - benar hidup dengan kehadiran Dara,
" Sakit sekali ini Oma ... " Dara berpura - pura kesakitan. Oma berhenti berjalan, di pegang nya tangan Rendi mengarahkan tangan Rendi ke bagian kepala dara yang tadi di pukul nya.
" Usap Ren , biar sakit Dara segera hilang "
kedua nya beradu tatap, tangan Rendi sekarang ada di kepala Dara, membuat Dara salah tingkah.
Oma tersenyum melihat itu " Kalian begitu cocok !!!" Dara spontan menggeser tangan Rendi dari kepala nya.
" Aku cukup mencium mu Oma , dan itu tidak akan membuat ku merasa kesakitan lagi "
Dara mencium Oma.
" Menjijikan .... " sahut Oma
Gadis ini , aku harus memastikan dia akan menjadi menantu di rumah ini , bagaimanapun cara nya. aku akan merasa aman melihat Rendi bersama wanita ini.
__ADS_1
Dara hanya tersenyum , mereka sudah di meja makan sekarang banyak sekali hidangan di meja ini. berbagai macam aneka jenis makan ada seafood daging maupun ikan.
Dara hanya menggelengkan kepala nya , udah beberapa kali iya di buat terkejut dengan keluarga ini.
"Benar - benar keluarga Sultan"
Selesai sarapan. Dara , Mira dan Oma berkeliling taman, sedangkan Lana dan Rendi berada di sebuah ruangan kaca yang dapat melihat langsung ke arah taman dan memantau mereka dari dalam.
Terlihat jelas di mata Lana senyum istrinya dan kebahagian ibu nya , Rumah ini terasa begitu hangat karena Dara ada di tengah mereka.
" Aku tetap akan menjadikan nya menantu ku ...? " tegas Lana yang masih menatap keluar
Rendi hanya diam , iya merasa tidak nyaman
" Aku ke ruang kerja Pah, masih ada yang perlu aku kerjakan " Rendi berjalan tanpa menunggu Lana mengijinkan nya.
*****
Hampir seharian penuh Dara berada di rumah ini dari bermain ke taman , menonton bersama dan terakhir iya berada di kamar Oma.
" Oma ternyata masih kuat ya , seharian kita bermain apa kau tidak merasa cape Oma , bahkan aku yang begitu muda ini sudah merasa begitu lelah sekarang "
" Aku masih kuat kalau kau mengajak ku bergadang !"
" Benarkah Oma ...?? "
" Ahhh ... Tidak Oma , aku harus pulang. Besok aku akan berkerja ...!! "
" Sayang sekali ...!! " Oma merasa kecewa mendengar penolakan Dara.
" Kau sudah ingin pulang Dara..?? " tanya Mira yang baru kembali mengambilkan obat Oma.
" Iya Tante , ini sudah sore .. "
" Biar diantar Rendi ya nak ...!! " Oma terlihat berusaha ingin mendekat kan kedua nya.
" Tidak usah Oma , dara pulang sendiri saja. "
" Mana bisa seperti itu, kau tadi di jemput nya dan pulang harus di antar kan juga. Ayokk... biar Tante yang suruh Rendi mengantarmu pulang."
" Tunggu Tante... !!! " Dara melepaskan tangan Mira kemudian memeluk Oma , " Sampai bertemu lagi Oma, Dara sayang Oma " mengecup kening Oma .
" Kau ini .." Oma membalas pelukan dara.
" Kau harus sering - sering main kesini ...!! "
__ADS_1
" Baiklah untuk Oma ,, "
Dara keluar dari kamar Oma , iya mengikuti langkah Mira yang berjalan menuju Ruang kerja Rendi.
Mira membuka pintu ruang kerja Rendi , di dapati nya anak nya itu terlelap di meja kerja nya dan itu juga terlihat oleh dara.
" Tante ," Mira sudah ingin masuk namun tangan nya di pegang Dara , Dara menutup kembali ruang kerja itu.
" Aku pulang sendiri aja ya Tante , kesian Rendi .."
" Tapi sayang ...!!! "
" Kasian dia Tante , aku gak papa kok ."
Akhirnya Dara pulang bersama oleh supir rumah tersebut , sebelum nya iya sudah berpamitan terlebih dahulu pada Lana.
Mobil Alphard putih itu telah sampai di depan pekarang Rumah. Sesampai nya iya di rumah Nita terlihat sedang berada di ruang tamu.
Dengan di temani secangkir jus dan cemilan, pendamping yang sangat pas menonton Televisi.
" Tante , Dimana Om Sam kok sendiri ..?? " Mata nya mengelilingi ruangan rumah.
" Duduk lah aku ingin bicara pada mu ...?? "
Nita terlihat begitu serius, Iya mematikan layar Tv.
" Kenapa Tante ...??? " Dara menegang.
" Tante mau kamu menikah dengan Rendi, kenapa kamu menolak nya ...?? " Mimik wajah Nita penuh dengan amarah namun iya mencoba menahan diri nya.
" Apa kau masih berharap dengan Nino ...?? " Tanya Nita dengan tegas.
"Sampai kapanpun. Tante tidak akan mengijinkan kau menikah dengan nya selama Tante masih bernafas di muka bumi ini kecam kan itu Dara ...!!!! "
" Tante ...." Dara mulai menangis " aku yakin Nino punya alasan Tante, aku tau dia laki - laki baik ...!! "
" Laki laki baik , tidak akan pernah melepaskan wanita nya , apapun keadaan dan alasan nya. " Nita begitu marah mendengar harapan kecil yang terbersit di setiap kalimat yang Dara ucapkan.
" Kau boleh menunggu Nino dan selama kamu menunggu Nino, jangan pernah berharap Tante akan perduli dengan mu ..?? "
Nita beranjak dari tempat duduk nya,masuk kedalam kamar nya.
Sedang kan Dara tergulai lemas mendengar apa yang di katakan Nita , tidak segampang itu untuk menghilangkan Nino dari perasaan nya , Nino adalah cinta pertama nya dan pacar pertama untuk Dara .
Happy Reading.
__ADS_1
Maaf aku slow upload lagi