Cinta Yang Sempat Tak Terlihat

Cinta Yang Sempat Tak Terlihat
Penyesalan


__ADS_3

Butuh beberapa jam bagi Dara untuk menyadarkan diri menguatkan langkah nya mencari kekuatan sekedar untuk berjalan dan pergi meninggalkan tempat ini.


Iya berjalan menapaki setiap langkah yang terlalu berat bagi nya , Dara juga bingung kemana iya harus melangkah. Hati nya begitu kacau iya pergi kesebuah Cafe yang tidak jauh dari Hotel tersebut duduk di samping pojok yang langsung menghadap dengan jalan yang baru saja iya lewati.


Dara menangis , meskipun iya tidak tau pasti bagaimana perasaan nya pada Rendi , meskipun iya sudah menebak hal ini akan terjadi nanti nya di rumah tangga mereka namun melihat secepat itu waktu kebersamaan mereka berakhir membuat hati nya merasa gagal sebagai seorang wanita.


" Aku harus kemana mah ...?? pah ...?? Dara ingin ikut mama saja .." Saat jam sudah menunjukkan pukul 11 malam dering ponsel itu memecahkan lamunannya.


" Mama... " Mertua nya menelpon nya ingin sekali rasa nya iya mengabaikan nya menekat tombol off namun Dara tidak Setega itu melkukan nya.


" Hallo Mah ..?? " suara itu bergetar karena menahan tanggis nya.


" Dara kamu diamana ?? kok belum pulang ?? apa kalian sedang menginap di rumah Nita lagi malam ini ??? " pertanyaan seorang ibu yang begitu mengkhatirkan nya.


" Dara ..." panggil nya kembali karena tidak merasa dara memberikan jawaban.


" Mah , Dara gak bisa pulang kerumah mamah lagi " tangis yang sedari tadi yang iya coba tahan sekuat mungikin akhir nya pecah tanpa bisa terkendali lagi.


" Dara apa maksud kamu ...??? " terdengar suara itu begitu panik " Dara .... " ucap nya lagi begitu menuntut penjelasan pada Dara.


Dara mencoba mengatur nafas nya , mencoba meredam perasaan nya yang kembali melemah.


" Dara sudah bercerai dengan Rendi mah " Seketika iya mendengar suara benda yang pecah dan setelah nya tidak ada lagi suara dari mertua nya tersebut.

__ADS_1


" Maaf kan Dara mah. ..maaf kan dara ..." ucap nya setelah itu dan memasukkan ponsel nya kembali. setelah iya menyusup habis minuman nya perasaan nya sudah lebih tenang iya beranjak dari sana menyetop sebuah Taxi ya iya memutuskan untuk pergi ke kampung halamannya tempat iya di besarkan oleh kedua orang tua nya .


Namun sebelum itu iya mengirimkan pesan chat pada ayah bertua nya dan ibu mertuanya.


" Dara Minta maaf Pah - Mah , jika selama ini Dara menyusahkan kalian , Dara masih boleh kan manggil Mama dan Papah ??? mebanggalkan panggilan itu setelah ini akan membuat Dara merasa tidak nyaman jadi Dara harap Papah dan Mama tidak keberatan. Papah dan Mama juga Oma, Dara minta maaf tidak bisa menjalankan pernikahan ini seperti yang kalian mau ...?? Dara gagal mah , Dara tidak meminta apapun dari perceraian ini harta atau apapun. Dara hanya minta tolong dari hati yang terdalam jangan ceritakan ini pada Tante Nita atau Om Samuel karena Tante Nita sekarang lagi hamil , Dara takut jika Tante Nita akan setres bisa kan mah-pah ??? untuk sementara Dara pergi beberpaa hari ini menangkan pikiran Dara, Handphone akan Dara matikan dulu pah- mah jaga diri kalian baik - baik , jaga kesehatan. Dara sayang kalian semua 💜"


Begitulah isi pesan yang Dara kirimkan pada Mertua nya itu lalu setelah itu iya mematikan telpon gengam nya tersebut seraya mencoba mengukur senyum di wajah nya.


" Aku harus kuat "


****


Tiket sudah di genggaman tangannya, satu jam lagi di berangkat entah ingin sekali rasanya iya menetap di tanah kelahirannya lagi namun bagaimana dengan Tante Nita dan Om Samuel. Dara berniat akan memberi tahu pada Nita perceraian nya dengan Rendi namun setelah Nita melahirkan.


" Araghhhhtt..... " iya melayangkan tangan nya mengepaskan kelangit seolah sedang memukul objek yang jadi pelampiasannya. " Dara ......... " teriak nya mengalahkan suara deburan ombak.


" Aku minta maaf..... " Itulah ucapan di akhir ke prustasiannya. " Aku bodoh ... bodoh .... bodoh ..."


ucap nya begitu menyalahkan diri nya sekarang iya tau perasaan , perasaan nya pada Dara bukan sebatas perasaan untuk menggoda Dara ,selama ini iya mencintai .. ya mencintai wanita itu yang tapi karena sakit dengan penolakan Dara saat iya menyentuh nya Rendi berusaha menepis perasaan itu. Iya gengsi menunjukkan nya pada Dara dan Karena Cemburu pada Devan iya malam memutuskan ikatan yang begitu sakral , Tuhan sudah berbaik hati menggariskan takdir mereka harus nya yang Rendi mendekap wanita itu dan membuta nya bisa mencintai diri nya buka malah melepaskan nya.


Udara malam di tambah deburan angin pantai mampu menusuk hingga ketulang tak terkecuali Rendi tubuh nya sudah menggigil kedinginan. namun iya seakan tidak peduli.


" Dara ..... kembalilah. " gigi nya gemetar , iya merebahkan tubuhnya di atas dedauan kelapa di pinggir pantai. " Dara ....Dara ....Dara ..." itulah nama nya berberapa kali iya sebut sebelum kesadaran nya menghilang.

__ADS_1


***


Mendapat kabar dari pak Gunawan Tetang kejadian diantara Dara dan Rendi membuat seketika mengerahkan anak buahnya satu tim iya bagi untuk mencari keberadaan dara yang berjumlah 7 orang . sedangkan diri nya melakukan pencarian Rendi seorang diri iya menacari dengan Singal GPS yang ada di Handphone Rendi.


Titik GPS itu mengantarkan nya pada sebuah pantai , iya menangkap mobil Rendi telah terparkir di bibir pantai iya mendekat menuju objek nya dengan berlari - lari. Iya ketuk pintu kaca mobil itu iya telisik di dalam tapi mobil itu terlihat kosong tanpa penghuni.


Aldo menyiri pinggir pantai di dalam hati nya iya berharap bahwa bos nya tidak akan melakukan hal gila dengan menenggalamkan diri di pantai.


Terlihat tubuh terkapar di bawah salah satu pohon kelapa dengan pakaian yang masih utuh dengan jas dan sepatu pantofel yang masih melekat di tubuh tegap itu. Aldo semakin yakin jika itu adalah Rendi. Iya mempercepat langkah nya Dan saat iya membalikkan tubuh nya Iya mendapati Rendi tak sadarkan Diri.


" Pak Rendi ... Bagun pak ...??? " Tanpa banyak bicara iya memopong tubuh itu Aldo mendapati kesulitan karena tubuh Rendi yang terlalu berat untuk iya Topang dengan Tubuh nya.


*****


Sedang kan di kediaman Gunawan terlihat Mira yang masih tidak siuman setelah mendengar kabar perceraian putra nya.


Gunawan sudah membaca pesan dari Dara. " Ada kejadian apa pada pesta Tuan Sanjaya ...??? "


" Periksa rekaman acara keluarga Sanjaya dan lihat apa yang putra ku lakukan di sana " perintah nya tegas pada anak buah nya.


" Mamah ... bangun ... " iya mengoleskan kemblai minyak kayu putih pada kening dan telapak tangan istri nya itu.


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2