
Hati Dara gelisah dua hari ini. Nino sudah tidak ada kabar sejak kemaren terakhir menelpon Dara di jam makan siang, Itulah terakhir mereka berkomunikasi.
" Kami dimana sih Ay.. kenapa tidak aktif " Dara terus saja memegang Ponsel nya, Dara juga menelpon Mimi dan Om Surya namun mereka juga sama seperti Nino. " Ada apa ini ...?? aku khawatir ay "
Dara sudah tidak fokus bekerja dua hari terakhir tepat nya sejak kemaren malam iya tidak bisa menghubungi Nino.
hiks..hiks..
Astrid masuk kedalam ruangan Dara. Astrid mendengar Dara menangis.
" Dara .. Kenapa ?? " Astrid mendekat pada meja Dara.
" Ehh... Gak papa kok " Dara mencoba menghapus air mata nya mencoba menyembunyikan nya pada Astrid.
" Kenapa ...?? "
" Mau ngajak makan di luar aja Dar ..." Astrid merasa tidak enak hati masuk kedalam Ruangan Dara tanpa mengetuk nya " Maaf tadi Gak ketuk pintu dulu .."
" Emm, Aku lagi gak Mood Astrid " Dara mencoba memfokuskan diri nya pada Laptop nya lagi.
" Kamu sedang ada masalah ya Dar ? " Tanya Astrid sedikit penasaran.
" Iya sedikit , Gak usah di pikirkan aku baik baik aja kok ..! "
" Yasudah kalau gitu, jadi mau makan siang dimana ..? "
" Kamu makan duluan aja. Aku lagi malas Astrid "
" Baiklah Dar, jangan sampai gak makan ya .."
" Iya Astrid ..."
Dara kembali fokus pada kesedihan nya setelah Astrid sudah tidak terlihat lagi, Layar komputer dan pekerjaan yang di depan mata nya sudah tidak iya pedulikan lagi.
Hati nya sudah benar benar gelisah memikir kan Nino , Iya terus menghubungi Nino, Mimi dan Om Surya namun masih Nihil.
Udara malam sudah menyergap gadis itu saat iya melangkah keluar dari Mini market berniat untuk pulang.
Saat iya ingin mengendarai Mobil nya iya melihat Astrid di tarik paksa seorang pria.
Astrid terus berontak iya mencoba melepaskan lengan nya yang di pegang erat Laki - Laki itu.
__ADS_1
" Vino " Dara menyadari Laki - Laki itu dia berlari mendekati kearah Meraka yang tidak jauh dari nya .
" Lepasin...!!! " Astrid berteriak " Jangan sentuh aku ?? " Astrid berontak namun jelas tenaga nya tidak sebanding dengan tubuh kekar pria dihadapan nya itu.
" Vino .... ?? Lepasin Astrid " Dara juga mencoba melepaskan tangan pria itu pada lengan Astrid.
" Dara tolong , Jangan ikut campur sekali ini dengan aku dan Astrid. Aku sedang berusaha memperbaiki hubungan ku dengannya .. " Vino mencoba mencari dukungan dara iya tau kalau Dara adalah teman Astrid satu satunya dan Dara adalah gadis yang baik dan bijaksana menurut tangkapan beberapa kali pertemuan dengan Dara.
" Gak ada yang perlu di perbaiki. Yang paling benar saat ini adalah lepaskan tanganku, dan pergilah dari hadapan ku sekarang dan untuk selamanya." Emosi Astrid memuncak iya sudah muak, dengan sikap laki - laki yang pernah menjadi orang yang paling penting dalam kehidupannya.
Tekad Astrid sudah bulat iya benar - benar ingin melupakan Vino. Meskipun itu jelas tidak mudah, namun berharap hubungan mereka baik seperti dulu pun sudah tidak mungkin lagi. Terlebih Orang Tua nya yang sudah menentang keras hubungan mereka untuk di lanjutkan.
Dara tercengang iya tau keputusan yang Astrid buat tidak mudah bagi diri nya sendiri, Dara jelas tau bagaimana dua hari Astrid bangun dengan lingkaran panda dan mata bengkak nya.
" Sayang " Panggil Vino dia sangat terkejut dengan ucapan Astrid. " Aku jelaskan. Tolong dengarkan aku ..? "
" Mau apapun penjelasan kamu, inti nya kamu seorang suami dari wanita lain. Aku sudah tidak mau mendengar lagi, Please Vino biarkan aku menjalani hidup ku tanpa kamu ..!! " Astrid menangis mengantup kedua tangannya memohon " Tolong aku Vino lepaskan aku ...!!!! "
"Sayang " Vino mencoba menyentuh tangan Astrid.
" Jangan sentuh aku lagi ...!!! " ucap Astrid dengan mencoba memundurkan langkah menjauh " Aku jijik sama kamu .., Dara ayo pergi sekarang " Astrid menarik tangan dara melangkah pergi meninggalkan Vino yang terdiam kaku.
Dara memang tidak tau lengkap seperti apa cerita mereka berdua yang iya tau Vino sudah memiliki istri. itulah yang sering Astrid katakan.
Vino memang menikah dengan Qory Gadis cantik yang di jodohkan dengan Vino sejak dua tahun lalu, Gadis itu selama ini Kuliah di Luar Negri.
Pernikahan kedua nya pun di gelar sederhana hanya keluarga inti nya mengetahui nya. Pesta pernikahan akan di selenggarakan ketika Qory baru selesai SMA.
Pernikahan tanpa cinta, ya.. mereka tidak saling mencintai satu dengan yang lainnya. meskipun status mereka berdua adalah suami dan istri. Namun pada kenyataan nya malam pertama mereka pun tidak pernah terjadi hingga dua tahun pernikahan ini berjalan.
Qory ingin melepaskan diri segera dari pernikahan ini. Namun iya juga tidak bisa mengatakan apapun pada kedua orang tua nya.
Cara nya hanya satu menemukan pacar Vino berharap pacar Vino lah yang dapat membantu nya untuk membujuk Vino menceraikan nya. Namun semua tidak berjalan sesuai yang Qory harapkan.
*****
Sepanjang Jalan Astrid hanya menangis. Dara benar benar tidak tega melihatnya.
" Astrid., aku tau ini berat tapi ini keputusan paling baik dan paling benar yang kamu buat "
hiks ...hiks " Aku mencintai nya dara ..!!! SANGAT..."
__ADS_1
" iya Astrid aku tau ..." kedua nya diam..
Cinta seperti apapun akan hanya menjadi duka paling besar jika takdir tidak menyeret mereka pada titik temu nya.
" Kita mau kemana ., Apa kau mau ikut dengan ku nginap di rumah Tante ku .."
" Aku gak enak, dengan Pak Samwel .. "
" Dari mana kau tau. "
" Itu adalah hal kecil untukku. "
" Cih, menyebalkan .."
"Dara aku lapar. Makan di warung seafood dulu dekat jalan Veteran mau ya ..?? "
" Untuk saat ini, Aku memang harus mengiyakan orang yang patah hati kan. Untuk menghindari berita korban bunuh diri di TV maupun Koran pagi , hehe "
" Apaan sih... " Astrid mulai tersenyum " Aku akan melupakan perasaan ku pada nya Dara, "
" Aku percaya kamu bisa Astrid " Dara tersenyum.
Kedua nya sampai di warung seafood. Tempat Favorit Astrid. Mereka memesan dan menunggu orang menyiapkan. Tempat nya bersih terdapat TV juga yang mereka taroh di pojok dekat meja kasir
" Apa kamu juga sedang ada masalah Dar...??"
" Sedikit,"
" Kalau sedikit Kerjaan kamu gak mungkin numpuk di meja Dara.." ujar Astrid mendengus kesal " Kalau kamu gak siap cerita gak papa kok Dar .."
" Aku hanya sedang menunggu kabar seseorang. dan aku gelisah karena dia gak ada kabar, Cuman itu doang .."
" Itulah Cinta Dar .." Astrid tersenyum
Pesanan mereka Datang Posisi mereka duduk saat ini memang tepat di depan TV , Merka makan sesekali melihat Acara TV yang menayangkan berita - berita politik.
" Dar, Tidur di Mes ya...?? temenin " Muka memelas.
" Iya .. iya..."
Surya Dirgantara Walikota yang terkenal dengan sejuta prestasi. Kini tersandung kasus Korupsi. Status nya Telah berubah dari Saksi menjadi tersangka.
__ADS_1
Berita itu suskes membuat Dara Terkejut.