
Mereka berdua sarapan bersama , semua orang memperlakukan mereka dengan begitu istimewa , terlihat dari menu makanan yang sudah bisa di tebak hanya dengan menggunakan kedua mata manusia , ruangan makan yang bernuansa gold menambah kesan mewah dan exclusive. View nya pun adalah gedung-gedung pencakar langit, sudah di pastikan fasilitas ini tidak bukan untuk sembarang orang.
" Setelah ini aku akan pergi kekantor !! Kau disini saja dulu nanti sore kita akan pergi ke rumah mama "
" Iya ... "
Saat seperti ini Rendy seperti sosok yang pertama kali iya kenal dingin , sombong , dan angkuh. Namun Pria ini kadang sewaktu- waktu bisa berubah menjadi laki laki paling mesum.
" Selesaikan sarapan nya dan segera kembali ke kamar tunggu hingga aku kembali !! "
" Iya ..." lagi lagi Dara hanya memberikan jawaban singkat tanpa menengok sedikitpun pada Rendy yang sudah terlihat menyelesaikan sarapan nya.
Rendy berjalan mendekati istri nya , kecupan hangat mendarat tanpa permisi di kening Dara. " Kau harus terbiasa seperti ini ! aku pergi..."
Dara masih bengong , kepribadian laki - laki yang sudah berstatus sebagai suami nya itu memang sulit di pahami oleh nya.
****
" Dara .... " Sayup - sayup iya mendengar seseorang memanggilnya dari belakang suara itu semakin keras ketika langkah nya sudah ingin memesaki pintu Lift.
" Dara... "
" Devan .."
" Benar kau ternyata !! " Devan sebenar nya ragu karena ruangan di lantai ini hanya akan di lewati oleh petinggi - petinggi penting perusahan atau tamu VVIP dari para pengusaha.
"Hemm ... "
"Kau mau kemana ...?? " Tanya Devan dengan senyum yang begitu manis.
" Aku ingin kembali ke kamar ku " Ucap Dara
" Kau tidur disini ...?? " Tanya Devan sebenarnya banyak hal yang ingin iya tanyakan pada Dara. kenapa dia disini?? bersama siapa Dara disini ..??. Namun iya urungkan Dara pasti akan merasa sangat risih.
" Ya .., Kau sedang apa disini ..?? "
" Aku ada pekerjaan "
" Oohh ... "
" Kau mau minum kopi bersama ku ...?? " Ragu Devan untuk mengatakan ini, namun iya enggan untuk melewatkan kesempatan bisa bertemu Dara yang akhir akhir ini memang mengusik pikirannya.
" Apa aku tidak mengganggu pekerjaan mu ?? " tanya Dara sebenarnya iya ingin sekali pergi ke kamar nya tubuh nya masih leleh karena acara tadi malam. Namun perasaan tidak enak pada Devan membuat nya akhirnya menyetujui nya.
__ADS_1
****
Disebuah Cafe yang tak jauh dari Hotel tersebut terdapat sebuah cafe dengan nuansa clasic bergaya anak muda.
" Ada apa Dev ...?? " Melihat Devan memanadang nya dengan begitu tajam dengan mata yang tak berkedip membuat Dara merasa canggung.
" Aku merindukan mu !! " Devan berucap tanpa sedikit pun mengedipkan mata nya memandang gadis yang begitu iya rindukan akhir - akhir ini.
" Devan, Kau baik baik saja ..?? apa yang saja kau katakan ..?? "
" Aku merindukan mu.."
Dara diam, bukan iya tidak mendengar apa yang di katakan Devan hanya saja Dara berusaha membuat Devan menyadari kata kata nya dan berharap laki - laki itu sadar akan ucapannya.
" Devan peryataan mu membuatku menjadi canggung " Dara mulai merasa risih.
" Maafkan aku " Devan tersenyum " Aku hanya mengungkapkan isi hati ku saja " Dia kembali menatap dan menikmati wajah cantik itu.
" Kau ini , apa kau mengajak ku kesini cuman sekedar basa basi seperti ini .." Dara tersenyum.
" Iya karena aku hanya ingin berdua denganmu " Devan mengerjipkan mata seperti seorang laki - laki buaya. " ohh .. iya kau kerja dimana sekarang ?? kata Astrid kau sudah berhenti ..?? "
" Iya aku sudah berhenti ini lagi mau cari kerja juga sih .."
" Yasudah kerja di tempat ku saja , sebagai sekretaris ku ? " Devan begitu senang iya seperti sedang mendapatkan oase di gurun pasir yang gersang. Kalau Dara menjadi sekretaris nya dia tentu tak perlu bersusah payah untuk bertemu dengannya.
Dara benar - benar senang di buat nya , iya tidak perlu susah payah mencari kerja.
" Iya aku serius , aku sedang perlu sekretaris untuk membantu ku mengatur jadwalku kerja ku dan lain-lain "
" Baiklah aku mau " Dara mengangguk nganguk kan kepala nya. " Kapan aku mulai masuk kerja nya ?"
" Besok juga bisa lebih cepat lebih baik "
" Baiklah aku akan menyiapkan semua nya , terimakasih ya Dev. "
" Sama - sama Dara "
****
Selepas pergi bersama Devan Dara kembali ke kamar hotel merebahkan diri nya.
Suara dering telpon genggam nya mengusik sejenak istirahat nya , di lihat nya Nama Tante nya di layar.
__ADS_1
" Ada apa Tante ...? "
" Kau sedang apa ..? apa ada Rendy di samping mu ? "
" Aku sedang tiduran Tante , tubuh ku begitu lelah. Rendi baru saja pergi ada pekerjaan yang harus iya selesaikan sebentar. "
" Kau begadang ...Apa Rendi begitu kejam padamu kemaren malam !!"
" Tante ngomong apa sih , Dara cuman lelah karena acara kemaren memang menguras tenaga Dara. " Dara berusaha menjelaskan pada Tante nya , terdengar suara helaan nafas kekecewaan di balik ponsel tersebut.
" Tante Dara dan Rendy juga perlu waktu untuk membiasakan diri , semua tidak semudah itu Tante Dara atau pun Rendy harus belajar dan menerima pernikahan ini di mulai dari membiasakan Diri tidur berdampingan bukan nya begitu Tante. "
" Iya sayang , Tante cuman tidak sabar ingin mengendong anak dari keponakan Tante "
" Tante ... teruskan program hamil nya lagi ya demi Dara, Tante mau kan ?? " Dara meneteskan air mata nya suara nya iya tahan begitu baik agar tidak terdengar oleh Tante nya.
" Tante sudah capek Dara .."
" Tante ayolah berjuang sedikit keras lagi , demi aku dan om Samuel "
" Tapi Dara ...Tante sudah lelah, sudah sering kecewa , dan sakit hati melihat hasil nya yang sering membawa kami menemui titik kegagalan. "
" Tante tidak ada salah nya lagi mencoba kan .. ayolah Tante Dara bisa menemani Tante "
" Tante takut dara , Tante juga sedih pasti lagi - lagi akan melihat wajah kekecewaan dari
Mas Samuel saat iya melihat Tante gagal memberikan nya seorang anak. "
" Tante ayolah , jangan menyerah lakukan demi kami Tante " lakukan demi keutuhan rumah tangga kalian , lakukan karena cinta kalian " itulah yang sebenar nya Dara ingin katakan.
" Akan Tante pikirkan sayang , oh ya kapan kalian pulang ...?? " Nita berusaha mengalihkan pembicaraan , membahas tentang kehamilan membuat perasaan ngilu di hati nya.
" Sore ini akan pulang ke rumah Tante Mira tan ..?? "
" Baik baiklah di sana !! Tante senang kau berada di keluarga mertua yang jelas - jelas begitu menyayangi mu. "
Sakit rasa nya hati Dara , selama ini bahkan iya tidak tau jika Tante nya memiliki permasalahan yang begitu besar yang iya sembunyikan begitu apik dari keluarga nya.
" Iya Tante .."
" yasudah kalau begitu , istirahatlah lagi. Salam Tante buat Rendy yang Dar ."
" Iya Tante akan Dara sampaikan "
__ADS_1
.Happy Reading
Kurang lancar lagi up masalah feel ...