Cinta Yang Sempat Tak Terlihat

Cinta Yang Sempat Tak Terlihat
Kecupan Kening


__ADS_3

Mereka berdua sarapan bersama , semua orang memperlakukan mereka dengan begitu istimewa , terlihat dari menu makanan yang sudah bisa di tebak hanya dengan menggunakan kedua mata manusia , ruangan makan yang bernuansa gold menambah kesan mewah dan exclusive. View nya pun adalah gedung-gedung pencakar langit, sudah di pastikan fasilitas ini tidak bukan untuk sembarang orang.


" Setelah ini aku akan pergi kekantor !! Kau disini saja dulu nanti sore kita akan pergi ke rumah mama "


" Iya ... "


Saat seperti ini Rendy seperti sosok yang pertama kali iya kenal dingin , sombong , dan angkuh. Namun Pria ini kadang sewaktu- waktu bisa berubah menjadi laki laki paling mesum.


" Selesaikan sarapan nya dan segera kembali ke kamar tunggu hingga aku kembali !! "


" Iya ..." lagi lagi Dara hanya memberikan jawaban singkat tanpa menengok sedikitpun pada Rendy yang sudah terlihat menyelesaikan sarapan nya.


Rendy berjalan mendekati istri nya , kecupan hangat mendarat tanpa permisi di kening Dara. " Kau harus terbiasa seperti ini ! aku pergi..."


Dara masih bengong , kepribadian laki - laki yang sudah berstatus sebagai suami nya itu memang sulit di pahami oleh nya.


****


" Dara .... " Sayup - sayup iya mendengar seseorang memanggilnya dari belakang suara itu semakin keras ketika langkah nya sudah ingin memesaki pintu Lift.


" Dara... "


" Devan .."


" Benar kau ternyata !! " Devan sebenar nya ragu karena ruangan di lantai ini hanya akan di lewati oleh petinggi - petinggi penting perusahan atau tamu VVIP dari para pengusaha.


"Hemm ... "


"Kau mau kemana ...?? " Tanya Devan dengan senyum yang begitu manis.


" Aku ingin kembali ke kamar ku " Ucap Dara


" Kau tidur disini ...?? " Tanya Devan sebenarnya banyak hal yang ingin iya tanyakan pada Dara. kenapa dia disini?? bersama siapa Dara disini ..??. Namun iya urungkan Dara pasti akan merasa sangat risih.


" Ya .., Kau sedang apa disini ..?? "


" Aku ada pekerjaan "


" Oohh ... "


" Kau mau minum kopi bersama ku ...?? " Ragu Devan untuk mengatakan ini, namun iya enggan untuk melewatkan kesempatan bisa bertemu Dara yang akhir akhir ini memang mengusik pikirannya.


" Apa aku tidak mengganggu pekerjaan mu ?? " tanya Dara sebenarnya iya ingin sekali pergi ke kamar nya tubuh nya masih leleh karena acara tadi malam. Namun perasaan tidak enak pada Devan membuat nya akhirnya menyetujui nya.

__ADS_1


****


Disebuah Cafe yang tak jauh dari Hotel tersebut terdapat sebuah cafe dengan nuansa clasic bergaya anak muda.


" Ada apa Dev ...?? " Melihat Devan memanadang nya dengan begitu tajam dengan mata yang tak berkedip membuat Dara merasa canggung.


" Aku merindukan mu !! " Devan berucap tanpa sedikit pun mengedipkan mata nya memandang gadis yang begitu iya rindukan akhir - akhir ini.


" Devan, Kau baik baik saja ..?? apa yang saja kau katakan ..?? "


" Aku merindukan mu.."


Dara diam, bukan iya tidak mendengar apa yang di katakan Devan hanya saja Dara berusaha membuat Devan menyadari kata kata nya dan berharap laki - laki itu sadar akan ucapannya.


" Devan peryataan mu membuatku menjadi canggung " Dara mulai merasa risih.


" Maafkan aku " Devan tersenyum " Aku hanya mengungkapkan isi hati ku saja " Dia kembali menatap dan menikmati wajah cantik itu.


" Kau ini , apa kau mengajak ku kesini cuman sekedar basa basi seperti ini .." Dara tersenyum.


" Iya karena aku hanya ingin berdua denganmu " Devan mengerjipkan mata seperti seorang laki - laki buaya. " ohh .. iya kau kerja dimana sekarang ?? kata Astrid kau sudah berhenti ..?? "


" Iya aku sudah berhenti ini lagi mau cari kerja juga sih .."


" Yasudah kerja di tempat ku saja , sebagai sekretaris ku ? " Devan begitu senang iya seperti sedang mendapatkan oase di gurun pasir yang gersang. Kalau Dara menjadi sekretaris nya dia tentu tak perlu bersusah payah untuk bertemu dengannya.


Dara benar - benar senang di buat nya , iya tidak perlu susah payah mencari kerja.


" Iya aku serius , aku sedang perlu sekretaris untuk membantu ku mengatur jadwalku kerja ku dan lain-lain "


" Baiklah aku mau " Dara mengangguk nganguk kan kepala nya. " Kapan aku mulai masuk kerja nya ?"


" Besok juga bisa lebih cepat lebih baik "


" Baiklah aku akan menyiapkan semua nya , terimakasih ya Dev. "


" Sama - sama Dara "


****


Selepas pergi bersama Devan Dara kembali ke kamar hotel merebahkan diri nya.


Suara dering telpon genggam nya mengusik sejenak istirahat nya , di lihat nya Nama Tante nya di layar.

__ADS_1


" Ada apa Tante ...? "


" Kau sedang apa ..? apa ada Rendy di samping mu ? "


" Aku sedang tiduran Tante , tubuh ku begitu lelah. Rendi baru saja pergi ada pekerjaan yang harus iya selesaikan sebentar. "


" Kau begadang ...Apa Rendi begitu kejam padamu kemaren malam !!"


" Tante ngomong apa sih , Dara cuman lelah karena acara kemaren memang menguras tenaga Dara. " Dara berusaha menjelaskan pada Tante nya , terdengar suara helaan nafas kekecewaan di balik ponsel tersebut.


" Tante Dara dan Rendy juga perlu waktu untuk membiasakan diri , semua tidak semudah itu Tante Dara atau pun Rendy harus belajar dan menerima pernikahan ini di mulai dari membiasakan Diri tidur berdampingan bukan nya begitu Tante. "


" Iya sayang , Tante cuman tidak sabar ingin mengendong anak dari keponakan Tante "


" Tante ... teruskan program hamil nya lagi ya demi Dara, Tante mau kan ?? " Dara meneteskan air mata nya suara nya iya tahan begitu baik agar tidak terdengar oleh Tante nya.


" Tante sudah capek Dara .."


" Tante ayolah berjuang sedikit keras lagi , demi aku dan om Samuel "


" Tapi Dara ...Tante sudah lelah, sudah sering kecewa , dan sakit hati melihat hasil nya yang sering membawa kami menemui titik kegagalan. "


" Tante tidak ada salah nya lagi mencoba kan .. ayolah Tante Dara bisa menemani Tante "


" Tante takut dara , Tante juga sedih pasti lagi - lagi akan melihat wajah kekecewaan dari


Mas Samuel saat iya melihat Tante gagal memberikan nya seorang anak. "


" Tante ayolah , jangan menyerah lakukan demi kami Tante " lakukan demi keutuhan rumah tangga kalian , lakukan karena cinta kalian " itulah yang sebenar nya Dara ingin katakan.


" Akan Tante pikirkan sayang , oh ya kapan kalian pulang ...?? " Nita berusaha mengalihkan pembicaraan , membahas tentang kehamilan membuat perasaan ngilu di hati nya.


" Sore ini akan pulang ke rumah Tante Mira tan ..?? "


" Baik baiklah di sana !! Tante senang kau berada di keluarga mertua yang jelas - jelas begitu menyayangi mu. "


Sakit rasa nya hati Dara , selama ini bahkan iya tidak tau jika Tante nya memiliki permasalahan yang begitu besar yang iya sembunyikan begitu apik dari keluarga nya.


" Iya Tante .."


" yasudah kalau begitu , istirahatlah lagi. Salam Tante buat Rendy yang Dar ."


" Iya Tante akan Dara sampaikan "

__ADS_1


.Happy Reading


Kurang lancar lagi up masalah feel ...


__ADS_2