
Pagi Hari Matahari telah menunjukkan sinar tanpa Rasa malu , Membuat sang empunya kamar merasa tersapa oleh sinar nya hingga membuka mata nya pelan.
Kembali Nya iya pada Kehidupan membuat nya kembali terpuruk iya senang saat tidur karena hidup nya sangat indah di dalam mimpi itu ayah yang memeluk nya ibu yang memarahi nya tawa mereka menggema di rumah yang kini tampak sunyi saat pagi hari ini.
" Non... "
" Iya Bi... Buka aja pintu nya gak di kunci ..."
" Ada Den Nino dan Om Surya di bawah .."
" Emm Iya bi .. Dara mandi dulu .."
Surya adalah ayah Nino , Surya teman dekat Azmi Kedua keluarga itu sering sekali bertemu di rumah ini maupun di luar
Hanya Nino Laki laki yang dekat dengan Dara tidak ada laki laki manapun yang dapat mendekati Dara selain Nino
karena Surya juga lah dara punya kesempatan untuk kerja di pemerintahan meskipun sebagai honorer.
Surya menjabat Sebagai Petinggi pemerintahan Di kota ini orang nomer satu di kota ini.
Mereka sudah berkumpul , Dara turun dengan baju hitam nya dengan rambut ikat kuda nya nya terlihat simple lebih fresh dari kemarin.
Namun Gurat sedih masih terlihat jelas di wajah gadis itu.
" Apa kabar sayang .."
" Baik Om ..." Hiks... air mata nya itu tumpah pada sahabat papa nya itu dara memeluk erat Surya .
" Maaf om Surya kemaren gak datang sayang ...om sedang dinas luar "
Dara menganguk " Mimi ... " panggil nya pada ibu Nino yang sekaligus ibu dari Nino
" Sayang " Eva memeluk dara yang sudah dianggap nya sebagai anak nya " Yang kuat masih ada kami disini yang akan menyayangi mu "
Dara kembali mengangguk entah lah kata kata bijak apapun saat ini yang iya dengar hanya terdengar indah tanpa makna saja ,, hanya pelukan dari mereka yang dapat menenangkan dara
Mereka duduk di ruang keluarga setelah sarapan. Nino tampak memperhatikan dara sejak tadi "seperti bukan dara ...gadis itu apa dia begitu kehilangan semangat hidup setelah ini... "
Om Surya dan Eva serta Tante Nita dan Samwel telah berada diruang tamu. sedangkan Nino dan dara masih berada di meja makan itu
" Apa aku terlihat menyedihkan " Dara mengunyah roti dengan balutan series kesukaan nya itu namun kali ini makan itu tampak tidak mengundang selera makan nya hingga sedari tadi iya belum menghabiskan nya ketika yang lain telah selesai.
__ADS_1
" Ya ... bahkan kejelekan mu 5 level naik nya saat ini .." Begitulah Nino iya menghibur dan mengajak dara bangkit dengan cara nya sendiri .
" Menyebalkan ... " dara memanyunkan bibir nya ketika iya kesal kebiasaan yang aneh
Nino tersenyum saat melihat itu "itulah dara ku " gumam Nino di dalam hati
***
Diruang tamu sudah ada Nita dan Samwel serta Surya dan Eva
" Kebetulan Kak Surya dan kak Eva ada disini .."
"Senang bertemu dengan mu Nit.. " Kata Surya yang juga mengenal baik Nita adik ipar dari sahabat nya
" Iya Nita juga kak ...kak... Nita berencana ingin mengajak dara ikut dengan Nita "
" Tapi Kenapa ...??? biarkan Dara disini dara juga kerja disini ada banyak yang harus iya kerjakan disini "
" Nita Tidak tenang kak meninggalkan nya sendiri disini dia tidak punya siapa siapa selain aku "
" Dia punya aku Nit ... aku menyayangi nya .. dia putri ku ..." Suara Surya mulai meninggi karena kesal dengan ucapan Nita yang bilang dara tidak punya siapa siapa disini
"Biarkan dia memilih Nit... jika dia ikut dengan mu maka aku tidak bisa melarangnya dan akan aku urus pengunduran diri nya di kantor nanti tapi jika dia memilih untuk menetap disini kamu pun tidak usah khawatir aku ada disini menjaga nya dengan nyawa ku juga "
Nita menangis " Kak Surya ..." betapa beruntungnya kakak ipar nya itu memiliki sahabat seperti ini
" Nita ... Azmi bukan sahabat ku saja dia teman yang melindungi ku didalam keadaan apapun hidup ku .. Azmi yang membantu hingga saat ini dia begitu berarti dalam hidup ku Nit... Bahkan aku berencana ingin menikahkan dara dengan Nino tapi secara perlahan karena Azmi tidak mau memaksa putri nya "
" Nita ... jangan paksakan kehendakmu kami akan menjaga nya disini " Eva menggengam tangan Nita dengan lembut
" Kak Surya aku setuju dengan mu " Kata samwel
" Sayang kata kak Surya benar kita tidak boleh memaksa nya kita bisa berkunjung dan juga menelpon nya untuk menjaga nya. .."
" Iya ... " Nita menarik nafas nya
*****
Dara menyelesaikan nya dan bergabung dengan mereka di ruang tamu.
" Dara "...
__ADS_1
" Iya om ....."
" Dara apa selanjut nya yang ingin kamu lakukan ..."
Dara menggelengkan kepala " bahkan dara tidak ingin hidup om ... dara mau ikut papa sama mama ..."
" Dara .. " Eva berpindah dari tempat duduk nya dan memeluk dara penuh kasih sayang " Sayang jangan katakan itu "
" Dara tidak sanggup Mimi ..." dara membenamkan muka nya di dada wanita paru baya itu "
" Kau harus bangkit dara ...bisnis ayah mu banyak menghidupi orang banyak .. kalau kamu terpuruk bagaimana nasib keluarga nya "
Dara menangis kata kata itu adalah kata kata yang sering ayahnya ucapakan ketika iya merengek meminta ayah di rumah saja dan menemaninya seharian
" Dara banyak orang yang harus papa kasih makan.. sayang kalau papa tidak kerja bagaimana Nasib mereka "
Dara kembali memeluk erat Eva " Mimi ... "
Eva terus mengelus anak malang itu " Ayok kuat sayang demi papa dan mama mu ,, mereka pasti sedih melihat mu seperti ini di sana "
mereka hanya saling tatap tidak ada yang berani bicara lagi melihat dara menangis dengan terisak
" Dara ..." Nino bicara dara melihat Nino meskipun masih dalam dekapan mama Nino
" Tentukan hidup mu dara sudahi sedih mu ... orang tua mu akan selalu bersama mu mereka ada disini " Nino meletakkan tangan nya Dida nya
"Dara ... esok beri kami keputusan kami ingin mendengar nya .. kau sudah besar dara jangan manja lagi menangis tidak akan membuat waktu mengembalikan orang tua mu "
" Nino " Eva bersuara memberi kode jangan katakan hal yang menyakitkan dara.
" Kau kejam Nino ..."
" Dunia memang kejam dara .. selama ini kamu merasa dunia sangat baik karena om Azmi selalu melindungi mu .. hadapilah sekarang dunia ini dengan dirimu sendiri buktikan pada papa mu kau membuat nya berhasil mendidikmu "
semua terdiam " aku pulang dara .. Papa mama aku duluan ada yang laporan yang harus aku kerjakan . "
Nino berlalu sakit rasa nya melihat dara seperti itu .
" Aku sayang kamu dara " ucap nya saat tidak ada seorang pun mendengar nya
Vote ya ,,😆
__ADS_1