Cinta Yang Sempat Tak Terlihat

Cinta Yang Sempat Tak Terlihat
White Night Party


__ADS_3

Dara sudah bersiap untuk pergi ke pesta. Meskipun semua persiapan baru iya beli setelah pulang kantor tadi iya berganti dan berdandan di Apartemen Astrid.


Mereka berada di dalam kamar Astrid, Astrid sedang duduk di pinggir ranjang. Sedangkan Dara berada di meja Rias yang sudah memulai merias wajah nya.


" Kau yakin akan pergi ke pesta itu ..?? " Ucap Astrid yang merasa khawatir. Iya khawatir karena Dara tidak meminta ijin terlebih dahulu dengan Rendi suami nya.


" Aku gak enak sama Devan As.. " Ucap nya lirih sudah kesekian kali Astrid mengulang - ulang pertanyaan itu.


" Iya tapi...." Ucapan Astrid langsung di potong Dara.


" Udah As, kamu membuat aku jadi merasa bersalah dengan Rendi "


" Emm .. yasudah lah. Kau di jemput Devan ...?? "


" Iya aku di jemput nya .. "


Selesailah Dara merias wajah nya iya berbalik mengambil tas dan memakai sepatu dengan tinggi 5 cm.


" Kau akan di kira orang lain pacar Devan bukan sekretaris nya .." Astrid melihat penampilan Dara yang begitu anggun dan cantik malam ini dengan dress putih yang berada di atas lutut dan rambut yang di biarkan terurai indah.


" Hah, apa kau cemburu ..?? " tanya Dara dengan wajah yang serius.


" Untuk apa aku cemburu, kalau aku suka pada nya aku tidak memperkenalkan mu dengan nya sebelum dia menjadi milikku "


Dara tersenyum iya hanya bercanda saja tapi Astrid menanggapi nya terlalu serius. " Aku tau kau masih belum Move On dari mantan mu itu kan ?? "


Di lempar nya Dara menggunakan bantal yang ada di dekat nya " Kau ini menyebalkan sekali , keluarlah !!! "


Dara tergelak. " Bye Astrid ... "


Langkah nya pelan penuh kekhawatiran iya berusaha meyakinkan diri untuk pergi ke pesta tersebut. Iya menunggu pintu Lift terbuka.


" Gak papa ... aku yakin baik - baik aja "


Pintu Lift terbuka iya menuju lantai dasar. Dan saat pintu terbuka iya berjalan menuju basemen di lihat nya mobil Lamborgini itu terparkir di sana.


Dara membuka pintu mobil itu dan masuk di dalam nya. Devan tidak henti memperhatikan Dara iya begitu terpesona wajah nya nampak berbeda dari biasa nya.


" Kau terlihat lebih cantik .."

__ADS_1


Dara melihat ke arah Devan dan tersenyum " Makasih .. kau juga terlihat lebih tampan !! "


" Makasih atas pujian nya , kau siap ...??? "


Dara hanya mengangguk dan tersenyum ke arah Devan, Laki - laki itu sudah sering mengajak Dara pergi ke pesta kecil sebelum nya. Namun berbeda dengan pesta kali ini yang di selenggarakan begitu mewah di sebuah hotel ternama di kota nya.


Dara berjalan beriringan dengan Devan keduanya lebih terlihat seperti pasangan kekasih Cantik dan Tampan. Mereka berdua sedang mencari sang empunya hajatan Akbar ini guna memberikan selamat kepada Bapak Sanjaya dan Ibu Sanjaya atas Anniversary yang Ke 35 tahun sekaligus lounching produk kecantikan Perusahan milik istri nya.


Sosok yang di cari tampak berdiri tidak jauh dari mereka , Dara dan Devan menghampiri nya untuk memberikan selamat.


" Selamat atas Annaversary pernikahan nya tuan Sanjaya " Ucap Devan sembari menyalami tangan mereka bergantian pun di ikuti dengan Dara.


" Nyonya Selamat atas Lounching produk nya , sukses terus untuk bisnis nya " Ujar Devan


Dara benar - benar takjub dengan Devan melihat cara iya membuka pembicaraan dan sikap nya yang begitu sopan membuat Dara berdecak kagum.


" Terimakasih Devan " Pak Sanjaya mengamati wanita yang berdiri di samping Devan dan itu juga di rasakan oleh Dara.


" Maaf Pak- Bu. Saya adalah sekretaris dari Tuan Devan Nama Saya Dara "


" Aku pikir tadi nya kamu kekasih nya ..?? " Ucap Ibu Sanjaya menarik senyum nya.


" Dimana Ayah mu Dev ...?? " Ucap bapak Sanjaya, iya juga menepuk bahu Devan agar mencairkan suasana.


" Ayah sedang ada perjalan bisnis di Belanda Tuan Sanjaya , Dia hanya meminta ku untuk menitipkan salam pada mu dan meminta maaf karena tidak bisa hadir !! "


" Oh , begitu hingga saat ini jam terbang ayah mu tidak berkurang Dev dia tetap saja si gila kerja .." Tawa Sanjaya.


" Entahlah Tuan , bahkan dia masih saja belum ingin pansiun menikmati hari tua nya "


" Mungkin dia menunggu mu menikah dulu Dev " Ucap Ibu Sanjaya


" Iya Bu , sedang menunggu orang yang siap untuk saya lamar " Tatap nya tajam melihat pada Dara , iya mencoba memberikan kode pada wanita itu. Hati nya terpaut penuh pada gadis itu sejak pertama kali mereka di kenalkan oleh Astrid.


" Emm , baiklah Dev ... !!! "


Dara masih tidak menggubris apa yang di bicarkan Rendi karena iya benar - banar tidak paham.


" Nikmatilah Pesta nya Dev , aku harus menyapa tamu yang lainnya " Ucapn Tuan Sanjaya pada nya seraya berlalu.

__ADS_1


" Aku gugup sekali Dev ..!! " Ucap Dara


" Kenapa...?? " tanya Devan bingung


" Bagaimana aku tidak gugup , dia pembisnis terkenal dan begitu aku kagumi sekarang aku bisa bertemu nya langsung " Dara menarik nafas dan menghembuskan nya seraya mencoba menghilangkan ke gugupan nya.


" Kau ini ada-ada saja " Devan mengusap kepala Dara.


" Dev , kau menghancurkan tataan rambut ku " Kata nya menyingkirkan tangan itu.


Devan tersenyum " Aku melakukan nya dengan begitu pelan dan tidak akan membuat nya berantakan "


" Aku senang kau sekarang sudah terbiasa memanggilku dengan sebutan nama ku "


" Hem ... " Dara juga tidak tau tepan nya kapan iya menjadi nyaman memanggil Devan dengan sebutan nama nya karena Dara sudah merasa Devan bukan hanya sekedar Bos nya tapi juga sahabat yang senantiasa menjadi tempat nya mengeluh kecuali masalah Rendi.


" Kau mau makan ..?? "


Dara menggangguk " Iya , aku tidak akan melewat kan satu pun menu disini " Dara dan Devan tertawa bersama.


Dari kejauhan dua pasang sorot mata itu membidik Dara dan Rendi tanpa enggan melewatkan setiap gerak gerik mereka. Tangan nya menggempal rahang nya mengeras ingin sekali iya pergi dan menarik paksa Dara memukul laki - laki itu meskipun mereka masih terikat hubungan darah , kalau tidak di cegah oleh Aldo mungkin dia tidak akan diam seperti ini memantau dari kejauhan ini terlalu menjijikan.


" Sampai kapan kau menyuruh ku seperti ini Do ..??? "


" Sabarlah dulu pak , banyak wartawan disini. Kalau Bapak bertindak gegabah itu hanya akan membuat nama anda tercoreng dan besok langsung terbit di surat kabar. "


" Aku tidak peduli itu ..." Ucap Rendi.


" Sejak kapan mereka dekat seperti itu do, kau kecolongan ."


" Maafkan saya pak .!!! "


" Cih , Aku terlalu membebaskan mu ternyata sayang , lihat saja nanti "


Rendi berjalan ingin mendekat ke arah Dara dan Devan yang sedang menikmati makanan mereka.


" Pak , Saya mohon di luar saja " Iya kembali menarik tangan Rendi.


Belum sempat Rendi ingin mengumpat kesal pada Aldo seseorang memanggilanya.

__ADS_1


" Kau di sini Sayang ...??? "


__ADS_2