Cinta Yang Sempat Tak Terlihat

Cinta Yang Sempat Tak Terlihat
Menyusul Dara


__ADS_3

Rendi menarik nafas nya , dia pikir Anya kembali mendekati nya karena hubungan settingannya telah berakhir.


" Kau tau aku kaya kan ...?? Uang finalty itu bahkan bisa aku bayarkan jika kau meminta nya padaku "


" Ren , bukan hanya masalah uang saja hubungan ini bukan hanya terkait antara aku dengan nya saja. Kau tidak akan mengerti "


" Hah , kau selalu saja seperti itu "


****


Setelah nongkrong bersama dengan Devan di perjalanan Nita menelpon nya.


" Dara kau dimana ??? " ucap Nita sesaat setelah telpon itu tersambung.


" Dara sedang di Taxi Tante mau pulang, ada apa ..?? "


" Dara ke rumah sekarang bisa ..?? Tante juga mau makan malam bersamamu dan Rendi malam ini."


" Kok mendadak sih Tante , seperti nya Rendi sibuk hari ini " Belum tentu dia mau Tante , melihat sikap nya yang belakangan ini. aku gak punya keberanian menyapa nya apalagi menelpon nya. ucap nya di dalam hati nya.


" Kau saja dulu kemari "


" Iya Tante, Dara ke sana "


Dara mengirimkan pesan pada Mama mertuanya bahwa iya sedang di rumah Nita agar tidak membuat nya Khawatir.


***


Nita menyambut antusias kedatangan Dara iya sudah tidak sabar memberitahukan keponakannya kabar baik yang beberapa hari baru iya dapat kan.


" Sayang ..." Nita memeluk Dara begitu erat. Dara terlihat masih merasa canggung karena hubungan mereka yang kemaren sempat renggang.


" Tante ..." Ucap nya senang sekaligus rindu , rindu pelukan Tante nya.


" Kemana Rendi ...?? "


" Aku gak mau mengganggu nya Tante , dia sedang bekerja " Mereka berjalan keruang tamu " Mana Om Sam ..?? "


" Bentar lagi pulang " Kedua nya duduk berdampingan. " Emmm.... Kalian baik - baik ajakan ?? " Nita memberanikan diri bertanya , mulut nya bergetar tubuh nya panas dingin.


" Tante .." Dara menggenggam tangan Nita, Iya mengerti kekhawatiran Nita pada diri nya. " Aku dan Rendi baik - baik saja !! '

__ADS_1


Nita mencoba menatap wajah dan mata Dara , iya merasa bahwa saat ini Dara sedang berbohong pada nya. " Dara apapun yang terjadi pada kamu , jangan pernah lupakan Tante sebagai tempat pulang. Paham kan "


Dara dan Nita berpelukan sudah lama mereka tidak saling menghangatkan seperti ini, Rasa nya Dara ingin sekali menceritakan masalah nya dengan Rendi, kehidupan pernikahan mereka yang pada kenyataan nya tidak sebaik yang mereka pikirkan.


" Apa yang mau Tante kasih tau sama Dara ..?? "


" Nanti Tante kasih tau waktu kita makan malam. "


" Tante udah bikin Dara penasaran Tan " ucap nya memasang muka kesal.


" Tunggu lah saat Om Sam datang , tidak akan lama. Oh ya Dara istirahatlah dulu, kau pasti lelah .."


" Iya Tante , tapi dimana ?? " tanya nya bingung iya sudah hampir satu bulan tidak kesini.


" Emang kamu mau tidur dimana ..??,Kamar Tante ??? "


" Siapa tau kan kamar ku udah Tante rombak...!! " ucap nya tersenyum simpul.


" Sampai kapan pun itu kamar kamu Dara ,setiap hari di bersihkan jadi kapan pun kamu mau nginap kamar itu sudah siap menunggu tuannya."


" Makasih Tante ..." Dara memeluk Nita.


*****


" Sedang dimana kamu ...?? " Suara itu terdengar emosi ,Rendi benar - benar merasa bingung.


" Rendi di kantor mah apa mamah sudah lupa ingatan "


" Tuh kan mana mau dia pah menemani istri nya sendiri "


Rendi mendengar Mama nya yang berbicara dengan papah nya. Membuat kening Rendi terangkat. emang kenapa ..??


" Mungkin dia menyusul mah " ucap papah nya.


" Apa kamu lebih mementingkan pekerjaan kamu ketimbang istri kamu ...?? " Ucap mama terdengar semakin emosi.


" Dara memang mau pergi kemana mah ,?? kok mamah sampai marah - marah gak jelas sama Rendi seperti ini sih.. "


" Jadi Dara tidak mengabari kamu ...?? "


" Emmm, Handphone Rendi baru sama hidup mah ,?? "

__ADS_1


" Menyebalkan , Pergilah kerumah Tante Nita, Dara sedang berada di sana. Kalian tidak berantem kan ..??? "


" Lebih dari berantem mah , lebih dari itu !!! Rendi dan Dara baik - baik aja mah !!! "


" Awas loh ya kalau sampai kamu menyakiti Dara. Mama adalah orang pertama yang akan melindungi Dara dan membunuh kamu !! " Ancam Mira pada anak semata wayangnya.


" Dihh, aku yang anak mu mah !! "


Telpon itu kemudian di matikan sepihak oleh mamanya. Membuat Rendi mendengus kesal di buat nya.


" Uhh, seperti nya aku benar - benar tidak berarti apapun lagi sekarang di mata mama " Rendi merasa berdecak kagum pada Dara yang telah berhasil total membuat orang tua menyayangi nya dengan tulus.


" Kenapa dia tidak memberitahu ku. Dia tidak sedang berusaha menghindari ku kan ??? "


Ucap Rendi kesal hubungan nya semakin dingin setelah kejadian itu.


Rendi akhirnya memutuskan untuk menghubungi Dara, namun gadis itu sedang terlelap di dalam kamar sehingga suara Handphone nya tidak terdengar di telinga nya.


" Sedang apa sih dia ..." Rendi begitu kesal setelah beberapa kali Rendi mencoba menghubungi Dara, telpon nya tak kunjung menerima balasan.


" Kerjaan ku sedang banyak - banyak nya kenapa malah ada dua wanita sekaligus yang menjadi pengganggu ku hari ini " Gumam nya kesal , iya menarik nafas kepalanya bersandar pada kursi nya dan memejamkan mata nya. Bingung dengan perasaan nya sekarang, hati nya sudah tidak sehangat itu saat bersama Anya. Namun jantung nya berdegup kencang saat bersama dengan Dara.


" Dara ... " Lirih nya lembut terucap tanpa Rendi kehendaki, " Kenapa aku begitu tersiksa sendiri menjauhinya akhir - akhir ini."


" Apa aku sedang mencintai nya, huft !!! "


Rendi memutuskan untuk pergi menyusul Dara ke rumah Nita, Sebelum nya iya pergi untuk membeli bunga dan roti.


Tanpa sengaja iya melihat , Anya dan Hans di parkiran sedang berdua masuk kedalam toko kue dan bergandengan tangan.


Rendi tidak tau lagi perasaan nya kali ini harusnya iya marah dan kesal atau bahkan melabrak mereka tapi entah mengapa iya malam menyalakan mobil nya dan melanjutkan perjalan nya lagi , seakan kejadian itu tidak berarti apapun untuk nya.


Tidak ada kecewa sakit hati atau menuntut pernyataan dari Anya ,setelah apa yang siang tadi Anya ucapkan pada Rendi. Hati nya tidak lagi sakit seperti dulu.


Senja yang begitu cantik memancarkan sinar oranye nya menelusup di sala - sala gedung tinggi dan ranting pohon , burung - burung merepak kan sayap nya berlomba - lomba untuk segera kembali pada sangkar nya.


Padat nya jalan sedikit mengusik indah nya sore ini termasuk Rendi yang mengutuk keadaan ini " Cih, lama sekali ...."


Iya melirik ponsel nya sedikit kecewa " Apa dia tidak berniat untuk menelpon ku kembali , menyebalkan sekali wanita itu , awas aja setelah ketemu habis kau " iya menatap ponsel nya itu membayangkan itu adalah Dara.


Happy Reading

__ADS_1


uhh sedih gak lulus Review


__ADS_2