
Di dalam mobil menuju Bandara kedua nya duduk berdampingan di kursi belakang mobil namun tak satu pun dari mereka saling berbica.
Dara menatap samping jendela luar dengan penuh tanya akan sikap Nino pada nya tadi laki - laki itu terlihat begitu menyedihkan.
Rendi melirik Dara sesekali iya begitu benci saat mengingat laki - laki asing itu memeluk tubuh Dara , mengingat Dara yang begitu khawatir saat melihat laki-laki itu berdarah membuat emosi nya meningkat.
Telpon Rendi berdiring.
" Iya Do ..."
" Laki - laki itu adalah kekasih dari Ibu Dara , bisa di katakan cinta pertama dari Ibu Dara. Mereka berpisah ketika Bapak Surya yang Notaben nya ayah dari Nino itu tersandung kasus korupsi , bukan kah bapa juga sering bertemu dulu nya dengan walikota tersebut saat kita melakukan pembangunan hotel dan perumahan di kota tersebut. Nino pergi meninggalkan Dara tanpa kabar dan itu sempat membuat Dara begitu Tertekat dan karena melihat keadaan Dara itulah inisiatif perjodahan Bapak dan Ibu di rencanakan oleh Nyonya besar dan Tante Dara. "
" Nanti saya telpon lagi do Saya sudah sampai Bandara "
" Baik pak "
Ketika sudah sampai di bandara kedua nya turun. Rendi begitu kesal melihat Dara yang seolah benar - benar enggan pergi dari Laki - laki itu. Ditarik nya tangan Dara dan di genggam nya, Dara semula kaget namun karena iya malas berdebat akhirnya iya membiarkan nya.
" Juahi Devan .. Jauhi laki - laki gila itu kalau kamu masih ingin merahasiakan perceraian ini dari Tante Nita. " Ucap Rendi tanpa melihat wajah Dara.
" Bisakah kita bersikap layak nya orang lain saat seperti ini , tidak perlu mengenggam , tidak perlu Menapar teman ku , tidak perlu mengatakan kalau kamu suami ku , Bisa kan ...??? "
Rendi melapskan genggaman tangannya pada Dara, dia menatap bola mata hitam yang terlihat memancarkan kemarahan pada nya.
"Teman ...??? yakin dia cuman teman kamu ??? "
Rendi mendekatkan wajah nya dengan Dara , Dara mencoba menghindar namun kepala nya di tahan oleh Rendi. " Yakin teman ...???? "
Dara hanya mengangguk kalau sudah di tatap sedekat ini iya pun menjadi takut dengan Rendi , kemana sifat membangkang nya tadi rasa nya iya benar - benar mengutuk kepergian sifat pembangkang nya itu , kenapa saat seperti malah pergi.
Deru nafas mereka sudah mereka rasakan satu dan yang lain, " Ren, menjauhlah kamu tidak malu ?? " ucap nya pelan namun karena jarak nya mereka yang begitu dekat Rendi pun mampu mendengar dengan jelas.
" Aku tidak peduli mereka ...??? kau mau tau seberapa aku tidak memperdulikan mereka jika menyangkut kepentinganku ...?? "
__ADS_1
Rendi mencium Dara tanpa peduli tatapan mereka yang sesekali melirik pada kedua insan tersebut yang akan di akhiri geleng - geleng kepala oleh orang-orang. Dara mencoba mendorong dan memukul mukul Rendi berharap Rendi melapaskan ciuman nya.
Selain karena iya tidak peduli dengan orang - orang yang melihat ciuman mereka karena rasa cemburu yang sekarang begitu menggelora di hati nya membuat nya memang ingin mencium Dara seolah menegaskan pada hati kalau Dara masih milik nya.
Karena pukulan yang tak henti Dari Dara iya kemudian melepaskan nya. " Mau lagi ....??? " Ucap Rendi dengan senyum yang mengembang di wajah nya, Dara menggandeng lengan Rendi dan memenamkan wajah nya di pergelangan tangan itu iya sanagt malu. Sikap Dara membuat Rendi tersenyum puas melihat wajah yang marah pada nya tadi telah berubah menjadi wajah yang memerah karena malu.
" Kamu milik ku Dara sampai kapan pun kamu adalah milikku , suka atau tidak kamu dengan sikap ku yang akan menjauhkan mu dari laki - laki masalau mu atau laki - laki yang mencoba mendekati mu aku tidak peduli " Lirih nya dalam hati nya.
" Ayok duduk ..."
******
Sesampai nya di kediaman Gunawan, Dara di sambut baik oleh Mira , Oma , dan Gunawan. Mira tak henti henti mencium menantu nya itu, Oma terlihat tersenyum bangga pada Cucu laki - laki nya itu karena telah berhasil membawa Dara kembali kerumah ini.
" Ma , ....??? " Ucap nya lirih
" Iya sayang ..." Ucap Mira menatap Dara.
" Dara dan Rendi ...."
" Kamu sudah seperti Anak ku , Maaf telah memaksa mu untuk menikah dengan putra ku "
" Mah ... " Ucap Dara terharu dan memeluk erat Mira.
Dara pindah pada Oma dan memeluk Oma " Maaf Oma ..."
" Tidak apa - apa sayang " ucap Oma lembut dan tidak judes seperti biasa nya.
Keluarga itu duduk bersama di ruang tamu sementara menunggu kamar Dara di bereskan.
" Apa rencana kamu Dara ... " Ucap Gunawan.
" Aku akan kerja kembali pah "
__ADS_1
" Di tempat Devan ...??? "
Dara hanya menatap Rendi tidak berani menjawab pertanyaan Ayah mertua nya itu.
" Tidak pah, Dara akan bekerja di tempat ku. " Ucap Rendi dengan tegas.
" Apa Dara setuju ...?? " Ucap Gunawan
" Iya pah ," Jawab Dara
" Dara dia bukan suami kamu lagi , kamu bisa membantah nya jika tidak sesuai dengan keinginan kamu , kamu juga bisa bekerja di perusahaan Papa di bidang Hotel. "
" Pah .... " Ucap Rendi tidak suka dengan saran dari papah nya.
" Dara kamu bukan istri nya lagi ingat sayang papa bisa mengenalkan kamu dengan laki - laki baik selain Devan ada juga Manager Yo dia laki - laki yang baik lebih baik dewasa dan bijak cocok untuk kamu "
" PAPAH " Rendi benar - benar marah dia menatap lekat wajah sang ayah menyirat kan ketiksukaan yang begitu dalam.
" Kenapa ....??? " Ucap papa nya menantang. " Kau yang mengabaikan istri mu bukan kah sejak awal kau tidak menginginkan dia, Dara berhak bahagia Ren ...??? apa sekarang kau menyesal ...??? " .
" Papah ... sudah pah ... " Ucap Dara lembut " Dara gak papa kok kerja sama Rendi "
" Dara ... kenapa kau masih mematuhi laki - laki ini " Ucap Gunawan.
" Pah , Sudah " Ucap Mira
Rendi berlalu pergi meninggal kan mereka yang masih ada di ruang keluarga tersebut. Sementara Guanwan tersenyum sekarang iya tau kalau putra nya yang bodoh itu sudah menaruh hati pada Dara. Dia berjanji dalam hati nya untuk membatu putra nya itu untuk kembali pada Dara.
Mereka mengobrol tentang Perusahaan orang tua Dara hingga keseharian yang di lakukan Dara di sana beberpa hari ini , Oma begitu senang gelak tawa menggema di ruangan tersebut.
Sementara di kamar Rendi terlihat begitu gusar , ayah nya tidak berada di pihak nya belum masalah Nino sekarang ayah nya sendiri melah menjodoh kan Dara dengan Manager Yo, Iya benar - benar kesal di buat nya.
" Hari Sial " Ucap nya Rendi melempar jaket kulit itu.
__ADS_1
Happy Reading
Aku lagi males banget sumpah , maaf ya. tulisan nya jelek kehilangan Feel akoh nya.