Cinta Yang Sempat Tak Terlihat

Cinta Yang Sempat Tak Terlihat
Rumah yang sama


__ADS_3

" Kau bilang aku menggoda mu .. Huft kapan ...?? "


" Kau tidak sadar .. " Rendi menatap lekat gadis itu. " Keluar dengan cuman menggunakan handuk yang cuman menutupi tubuh bagian atas saja ,bukan kah kau berniat menggoda ku ..?? "


" Cih ... " Dara berjalan menuju kaca rias " Salah siapa masuk kedalam kamar orang dengan sesuka mu " Gadis itu pada akhirnya mengeringkan rambut nya dengan hairdrayer.


" Ikut aku pulang ke rumah ,Mama ingin bertemu dengan mu "


" Aku tidak bisa " Sahut dengan santai.


" Aku tidak sedang melakukan penawaran dengan mu . Tapi aku sedang memerintah mu "


" Aku bukan bawahan mu , jadi kenapa aku harus mendengar apa yang kamu katakan "


Rendi mendekat , menghampiri Dara yang masih terlihat sibuk dengan benda pengering rambut tersebut.


Rendi sudah mendekat kan wajah nya pada Wajah Dara , Dara spontan menjauhkan wajah nya dan memberanikan diri menatap laki - laki itu.


" Kenapa ..." tanya nya penuh ketakutan , bagaimana tidak iya melihat sebuah senyum tersungging jelas di wajah Rendi yang sarat akan kelicikan.


" Kalau kau tidak ikut dengan ku " Rendi memberikan jeda pada kata kata nya untuk menatap lekat wajah manis yang berjarak sekitar 20 cm dengan Rendi , iya menatap nya dari mata , hidung , dan bibir yang membuat nya candu. Ingin sekali rasanya iya menyatukan kembali


" Apa ....?? " Tanya Dara mulai gelisah berada di posisi nya sekarang.


Suara yang sarat akan ketakutan itu memecahkan lamunannya , iya tersenyum samar di sudut bibir nya " Kita akan menghabiskan malam ini berdua disini. "


" Jangan menggangu ku dan mencoba mengancam ku , pergilah " Dara mendorong tubuh laki - laki itu dengan sekuat tenaga namun tak membuat badan itu bergerak dari posisi nya.


Seringai jahat itu kembali Dara liat dari bibir Rendi " Pergi... " Dara melotot kan mata nya. Karena lawan nya tidak memberikan respon dan tidak kunjung pergi pada posisi nya , Dara mengalah meninggalkan laki - laki itu dan mengambil Mantel serta tas jinjing nya untuk keluar dari kamar tersebut.


" Menyebalkan .. " ucap nya sambil memakai mantel dan tas nya .


Rendi hanya memperhatikan Dara , terlihat rambut nya masih sedikit basah karena belum selesai mengeringkan nya. Wajah gadis itu tampak kesal dan merasa begitu terganggu akan hadir nya.

__ADS_1


Saat di ambang pintu , Rendi menarik tangan Dara untuk bersama - sama keluar dari kamar tersebut.


" Lepaskan aku ...!!!! " Iya terus berusaha melepaskan tangan nya dari tangan Rendi. Perlawanan yang iya lakukan tidak membuahkan hasil malah membuat tangan nya merasa sakit.


" Diam ...!!! " Rendi membawa nya masuk kedalam Lift dengan terus menarik dan menggenggam erat tangan kanan Dara lalu kemudian memencet tombol yang akan membawa mereka menuju lantai Dasar.


" Sakit .. " Dara meringgis kesakitan.


Setalah pintu lift tertutup dan Rendi merasa sudah aman iya melepaskan tangan Dara. Iya menatap gadis itu dengan lekat. Wajah tanpa polesan make up dan rambut yang masih terlihat basah.


" Apa kau berpikir aku akan minta maaf ??? "


" Saat ini aku hanya berpikir bagaimana aku bisa terlepas dari laki laki MESUM !!!! PEMARAH !!! KERAS KEPALA !!! TUKANG PAKSA !!! DAN GILA." Iya menatap dengan Rendi dengan penuh kekesalan dan kebencian.


" Apa itu ciuman pertama mu ?? " Tersirat senyum kebanggan. jadi itu pertama untuk nya , benarkah !!! .


" Ti - tidak " jawab nya terbata - bata , Ini memang ciuman pertama nya tapi mengakui kenyataan pada laki - laki ini tentu hanya akan merontokkan harga dirinya saja.


Rendi tertawa mendengar kegagapan pada suara Dara. Entahlah perasaan senang menyelinap dari relung hati nya.


" Tapi kau terlalu amatir ?? Apa pacar mu tidak pernah mengajarimu .. ?? " Baru saja iya merasa senang saat mengetahui gadis itu tidak pernah berciuman , mendengar nya pernah pacaran membuat emosi nya menyeruak iya begitu kesal mendengar penuturan Dara.


" Biar aku Ajari ...!!! " Tangan Dara di tarik paksa oleh Rendi, Dara yang tanpa persiapan itu pun dengan mudah jatuh dalam pelukan Rendi.


Cup ....


Untuk kedua kali nya mereka melakukan nya.


Dara mencoba berontak kali ini iya menggunakan kedua tangannya untuk memukul dada bidang Rendi , Dara juga mencoba menjauhkan wajahnya namun tangan Rendi yang berada di belakang kepala Dara membuat nya tidak bisa apa - apa.


Rendi benar benar kesal dan marah mendengar itu , Dengan buas dan Rakus iya menjamah bibir itu tanpa memperdulikan perlawanan dan penolakan Dara.


Ting pintu lift terbuka sudah ada beberapa orang yang menunggu dan terkejut melihat adegan kedua insan tersebut.

__ADS_1


Rendi berjalan dengan santai dan menarik tangan Dara tanpa memperdulikan tatapan keheranan mereka yang sedang menunggu di depan pintu Lift tersebut.


Dara menundukkan wajah nya , Rasa nya malu sekali hingga iya tidak mampu untuk memperlihatkan wajah.


Memalukan ...memalukan ..,


kutuk nya pada diri sendiri.


Dara mengikuti setiap langkah Rendi , hingga sekarang mereka sudah berada di dalam mobil mewah yang berbeda dari sebelum nya. Dara menatap laki laki itu dengan penuh kekesalan dan ingin mengutuk nya menjadi Buaya.


Dasar Buaya .. kadal .. larva....


" Kenapa mau lagi ...?? " tanya nya pada Dara tatapan nya lurus ke depan namun Rendi dapat merasakannya.


" Cih.... Turun kan aku ...?? "


" Kau masih amatir , kalau aku memiliki pacar seperti mu sudah aku tinggalin. "


Rasa kesal , marah , benci sudah tidak iya rasakan lagi yang ada hanyalah perasaan sedih yang iya rasakan dan perasaaan Rindu pada Nino pacar yang bahkan tidak pernah mencium nya. Mata nya berkaca - kaca mulut nya membeku seketika , Dara sudah tidak berniat lagi berdebat dengan orang di samping nya.


Dara hanya menatap kearah kaca jendela samping memperhatikan para pengendara dan melihat bunga jalanan yang bertenjer manis pada tepi jalan.


Rendi merasa aneh , iya mencuri - curi pandang untuk melihat Dara tersirat jelas kesedihan di raut wajah indah itu.


Keadaan Hening. tidak ada yang memulai pembicaraan. Dara juga sudah tidak memperdulikan lagi mau kemanapun pria ini membawa nya pergi, iya sudah pasrah melawan pun percuma pada anak sultan ini.


Mobil itu sudah membawanya memasuki pekarangan rumah yang pernah Dara kunjungi beberapa Minggu yang lalu.


Dara melihat sebuah mobil yang tidak asilng lagi bagi nya terparkir di depan Rumah tersebut.


" Mau kamu itu sebenarnya apa sih ...?? " Tanya Dara kesal pada Rendi. " Kalian itu terlalu ikut campur dengan urusan orang lain "


" Keluar ..." Tegas Rendi yang tidak memperdulikan pertanyaan Dara . Setelah mobil itu nampak terparkir dengan sempurna diri nya kembali menatap Dara. " Kau mau aku paksa lagi ...??? "

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2