
Pagi hari jam 9 Dara bersiap untuk kembali kota yang telah iya anggap sebagai pelarian dari luka di tinggal pergi orang tua , nyata nya sekarang kota itu malah enggan iya tapaki kembali.
Semalam suntuk mereka berdebat , Dara bersikeras tidak ingin kembali tapi Rendi terus saya mencecar nya dengan begitu banyak ancaman jika iya mengindahkan ajakan Rendi untuk pulang , Mengingat Nita yang masih hamil muda membuat Dara mau tidak mau harus mengikuti Rendi. Saat mereka berdua sarapan terdengar suara pintu di ketuk .
Dara melangkah kan kaki nya membuka pintu tersebut , Dan betapa kaget nya iya melihat sosok pria dengan tubuh tegap , ganteng , dan di wajah nya terdapat breok yang membuat nya terlihat begitu sempurna.
" Nino " Suara itu begitu halus namun terdengar begitu merdu di telinga Dara.
" Iya sayang ... Ini aku .."
Nino memeluk Dara tanpa menunggu ijin dari sang pemilik tubuh , tubuh nya begitu refleks melakukan itu karena rindu yang begitu besar pada wanita ini , wanita yang hampir 6 bulan lama nya tidak iya lihat namun wajah nya begitu terngiang di dalam hati dan pikiran nya.
Dara membeku , iya masih begitu kaget dengan kedatangan laki - laki yang hampir membuat nya gila karena meninggalkan nya tanpa kabar. Namun seseorang telah menarik paksa tubuh Dara dari belakang. Dan tangan nya melayangkan pukulan pada laki - laki yang baru kemaren iya lihat di dinding kamar Dara.
Nino tersungkar ke lantai karena iya tidak ada persiapan untuk menerima pukulan dari seorang laki - laki asing yang sekarang memegang tangan Dara begitu erat dengan tatapan tidak suka yang begitu jelas iya tampakan.
" Nino ...." Dara begitu terkejut iya bermaksud untuk menolong Nino. Namun tangannya kembali di cengkram erat oleh Rendi.
" Kau berani membantu nya , Dia tidak akan bisa bertukar udara lagi di dunia ini. "
" Rendi .... " Lirih Dara
Melihat tatapan Dara yang begitu memohon dan terlihat khawatir seperti itu pada laki laki itu membuat nya begitu geram. " Patuhi Aku ..."
" Dara ..... " Ucap Nino.
" Kalau kau tidak ingin berakhir di rumah sakit , maka pulang lah sekarang ..." Bahkan Saat Laki - laki masa Lulu dara ini hanya memanggil nama saja membuat nya begitu ingin menghabisi Orang itu.
" Kau pikir aku laki - laki pengecut " Nino berdiri melangkah kan kaki nya mendekat dengan Pria yang tidak pernah iya kenal itu. " Meninggalkan Dara dengan mu adalah ketakutan terbesarku dari pada hanya kehilangan nyawa ku sendiri. "
Rendi kembali ingin memukul Nino , namun Nino begitu sigap mampu menghalau pukulan tersebut. Membuat Dara berteriak atas perbuatan kedua nya.
" Ren .... Udah ya " Dara memeluk Rendi dari belakang iya tahu hanya dengan seperti itu lah Rendi akan luluh. Nino begitu sakit melihat Dara bertindak seperti itu. " Ren .... " Panggilan lembut dan pelukan Dara membuat emosi Rendi berlarian pergi.
Rendi melihat wajah Nino iya tersenyum miring , laki - laki itu begitu syok melihat tindakan Dara. Mebuat Rendi kali ini merasa begitu senang.
__ADS_1
" Iya sayang , aku tidak akan memukul nya kalau dia segera pergi dari Rumah ini "
" Ren "
" Tidak ... "
Dara memohon untuk meminta ijin bicara dengan Nino lewat tatapan mata nya , namun Rendi begitu paham hingga iya dengan tegas mengatakan tidak.
" Ren .... Please ..." ucap nya iya ingin sekali bicara dengan Nino sekedar ingin mendengar penjelasannya saja.
Rendi benar - benar kesal melihat permohonan itu. Iya mencium Dara di depan Nino seolah ingin menegaskan kepemilikan nya pada laki - laki yang baru saja memeluk mantan istri nya. Dara hanya diam iya mencoba membenarkan tindakan Rendi.
" 30 menit cukup " ucap nya lalu berlalu pergi meninggalkan mereka.
Dara hanya bisa mengangguk.
Rendi kembali pada meja makan.
" Cari tau Tentantang Nino "pesan yang iya kirimkan untuk Aldo. maskipun. Rendi yakin kalau mereka pasti pernah menjalin hubungan serius di masa lalu.
" Dara ..... "
" Nino aku .... "
" Kau memiliki kekasih ...??? "
" Nino... "
" Aku bodoh Dara , aku yang terlalu yakin akan cinta kamu yang begitu besar padaku akan membuat mu menungguku hingga saat ini tiba , saat di mana kita kembali bertemu. " Nino mengusap kepala nya prustasi air mata laki laki itu mengalir lolos dari mata dengan netra hitam pekat itu. Iya tertunduk lemas.
" Aku salah ... salah ... salah " Ucap Nino kembali dengan nada yang terdengar menyedihkan.
" Nino aku. ... " Dara bingung harus menjelaskan seperti apa tapi melihat Nino seperti itu hati nya juga merasa sakit , Dara mendekat dan menggengam erat tangan Nino.
" Kenapa tidak bisa menunggu Dara...?? " Nino memeluk Dara begitu erat melepas rindu nya iya tidak peduli lagi laki - laki yang baru saja menampar nya karena telah memeluk Dara.
__ADS_1
Dara mencoba melepaskan pelukan itu , iya takut jika Rendi akan melihat nya lagi dan mereka berdua akan kembali bertengkar " Nino lepaskan nanti dia liat ..."
" Aku tidak peduli ... tidak peduli ...bahkan keberadaan laki - laki itu di samping kamu lebih sakit di bandingkan tamparan dia Dara "
" Nino .... "
" Aku pergi kerana aku malu bertemu dengan mu , kamu pasti mendengar kasus papa kan ??? "
" Nino .... "
" Aku tau pada saat itu adalah hal yang paling bodoh karena meninggalkan mu tanpa kabar , kepercayaan diri ku menjadi redup saat semua aset keluarga ku di sita. satu satu nya yang aku miliki saat itu adalah usaha Cafe milikku aku mencoba mengembangkan usaha ku berharap sukses akan kembali menghampiri ku siang malam tanpa kenal waktu aku berusaha agar aku bisa bertemu dengan mu dengan layak dara sebagai Nino yang selalu kau banggakan. "
" Nino ... kepergian mu tanpa kabar membuat mental ku begitu tertanggu, kenapa kau bisa berpikir aku adalah wanita matrealistis apa kebersamaan kita sedari kecil tidak mampu membuat mu me genal baik aku Nin " Ucap Dara menangis.
" Dara , aku tidak pernah menganggap mu seperti itu , aku hanya memantapkan diriku jadi pendampingmu "
" Tapi kepergian mu membuat hidup ku berubah 180 derajat "
" Kau mencintai nya ...??? "
" Ya , dia mencintaiku " Kembali tubuh Dara di tarik oleh paksa oleh Rendi.
" Aku harap ini yang terakhir sayang aku melihat mu di peluk oleh laki - laki lain selain SUAMI mu " Rendi menatap penuh kemarahan Dara. membuat Dara begitu ketakutan. " Ayok pergi nanti ketinggalan pesawat. "
" Kemana Lo ngajak Dara gue pergi ... "
Bukkkk... satu tinju melayang kembali kepipi Nino Bukkkk... kembali di hantam nya perut Nino.
" Rendi .... lepaskan dia aku mohon jangan sakiti dia rend... " Dara menangis menaring lengan Rendi. " Dia memeluk tubuh Rendi.
Dara mentap Nino laki - laki itu kenapa membiarkan di pukul seperti itu. " Nino ... "
" Dara aku tau kamu masih punya perasaan untuk ku .... Dara dia bukan suami kamu kan ??? " ucap Nino dengan begitu ketakutan.
Happy Reading
__ADS_1