
Beberapa hari ini Dara tinggal di sini jauh di dalam hati nya iya merindukan keluarga Gunawan tak terkecuali Laki - laki yang sekarang berstatus sebagai mantan suami nya.
Mengingat itu hati nya kembali sakit , namun semua itu tak lain adalah karena dirinya sendiri yang tidak berkata jujur pada Rendi. Wajar saja rasanya jika Rendi menceraikan dirinya Laki - laki mana yang tidak jika istri nya pergi bersama laki- laki lain.
" Maafkan Aku Ren .. " Ucap nya mentap kosong pada kelopak bunga itu seakan itu adalah manin mata laki - laki yang sedikit gemuruh rindu di hati nya.
***
" Kamu yakin Ren akan menyusul Dara ...??? Mama ikut nya !!! " Pertanyaan itu berulang kali Ibu nya tanyakan.
" Mama , sudah berapa kali Mama bertanya seperti itu Rendi janji akan membawa Dara ke rumah ! "
Gunawan hanya tersenyum melihat tingkah sang istri.
Sebelum berangkat Mama memberikan saran dan petuha petuah untuk Rendi membuat Rendi begitu bosan.
Perjalan yang di tempuh menggunakan jalur udara hanya memakan waktu sekita satu jam , sedangkan untuk menuju rumah Dara harus kembali memakan waktu yang sama karena jalan yang begitu padat akibat terjadi kecelakaan sesama pengendara Motor.
Di pandang nya Rumah bernuansa klasik dengan pagar sederhana terbuat dari ukiran kayu yang terlihat begitu indah. Langkah kaki nya terasa begitu berat , kepercayaan diri nya kian meredup , dan rasa rindu itu semakin menggebu.
Rendi turun dari mobil meski langkah itu begitu pelan iya sudah sampai tepat di depan gerbang nya yang iya buka begitu pelan hamparan tanaman hijau bunga - bunga yang dari berbagai species telihat begitu di rawat oleh pemilik nya.
Tok ... tok... pintu telah di ketuk nya dengan jeda yang tak pernah di perhitungkan nya , saat ini wajah cantik nan alami itulah yang begitu iya harapkan muncul membuka kan pintu nya.
Tok ..tok...tok lebih keras tenaga nya mengetuk pintu membuat suara pantulan ketukan itu semakin nyaring namun tetap tak kunjung di buka rasa sabar nya sudah begitu tipis , rasa nya ingin sekali dia mendobrak pintu itu.
Tok.... tok...t..
" Bisa bersabar sedikit gak sih , Sa-saya La " Iya tergagap saat manik nya menangkap sosok laki - laki yang telah membuat nya patah hati kembali " Dengan gerakan cepat Dara kembali menutup pintu nya lagi namun tangan kokoh segera menahan nya.
" Kita harus bicara ..." Ucap Rendi seraya menahan pintu itu.
" Tidak ada yang harus kita bicarakan lagi " Gadis itu menahan tangis nya.
__ADS_1
" Tante Nita "
Mendengar Nama itu di sebut Rendi pelan - pelan iya menurunkan tenaga nya , namun tetap membuat pintu itu menjadi penghalang di antara mereka.
" Tante Nita menanyakan kabar kamu ...?? no kamu tidak aktif. " Begitu formal nya bahasa mereka saat ini membuat kecanggungan itu benar - benar tercipta.
" Kalau kamu masih tidak membukakan pintu aku pulang " Ucap Rendi , kata - kata itu hanya bentuk ancaman nya agar iya bisa berbicara pada gadis itu dengan langsung menatap muka nya. Langkah nya pada keramik sengaja di hentak nya lebih keras agar Dara tau iya mulai beranjak pergi. satu dua tiga empat
" Tunggu .... "
Sorak Sorai kemenangan bergemuruh di hati Rendi saat suara lembut itu menahan nya untuk tetap disini. iya membalikkan tubuh nya, Dara telah berdiri di depan pintu, menggunakan baju putih dan celana kain berwarna coklat dengan rambut di kuncir kuda membuat nya terlihat begitu cantik dan imut di mata Rendi.
" Masuklah ... "
Rendi tersenyum saat Dara membalikkan tubuh nya dan membiarkan pintu itu terbuka. " Aku tau ini kelemahan mu , Maaf Tante aku memakai nama mu untuk membuat nya kembali kedalam genggaman ku lagi. "
Sekarang mereka duduk di sofa dengan kursi yang berbeda. Rendi terus memperhatikan wajah Dara ingin rasanya iya memeluk Dara sekarang namun iya harus menahan diri, Dara masih begitu emosi. Lama mereka berdua diam dan keadaan itu membuat jenggah Dara.
" Apa yang kamu katakan ...??? " Ucap Dara memulai pembicaraan.
Rendi menyodorkan ponsel nya ' Telpon sekarang "
Dara terdiam membeku.
" Tidak mau ya.... Yasudah biar aku yang telpon. "
sambungan telpon itu dirubah Rendi menjadi Video call karena iya memiliki rencana baru.
" Hallo Ren , Mana Dara.... ??? "
" Ada kok Tan ,Sini sayang mendekat lah " Rendi menarik senyum nya melihat Dara yang begitu kaget.
" Sayang ayokkk .. " Dara terlihat begitu kesal iya menggepalkan tangannya. " Tunggu sebentar Tante Dara masih ada di dapur. "
__ADS_1
" Iya Ren , gak papa memang nya apa yang bisa di buat istri mu itu di dapur membuat racun untuk mu ya ...?? " Tawa Nita membuat Dara yang mendengar itu merasa yakin untuk menutupi masalah perceraian nya dengan Rendi.
" Dia udap pernah sesekali di ajarin mama Tan , Sayang sudah belum " Rendi memang sedikit berteriak melengkapi akting nya. Rendi begitu senang saat Dara melangkah kan kaki nya mendekat pada Rendi dan duduk di samping nya meskipun masih tersisa jarak di antara mereka.
Dara tersenyum iya masih pemula jika berakting seperti itu , muka nya masih terlihat kaku untuk mendalami peran ini.
Tangan Rendi iya pautkan pada pinggul Dara dan menarik nya agar lebih dekat dan itu begitu berhasil meskipun tangan kiri dara berusaha memukul tangannya untuk melepaskan nya namun iya tidak menggubrisnya.
" Tante ucap Dara, Apa kabar ...?? " Huh , rasa nya iya ingin sekali mengutuk kekakuan ini. Iya tidak piawai dalam berakting seperti ini.
" Dara kau kenapa ...?? " Ucap Nita sambil tersenyum. " Kau kelelahan ya ...??? "
" Hah ucap Dara "
" Iya Tante ..." Rendi tersenyum jenaka. membuat Nita terlihat begitu bahagia.
Rendi membenamkan wajah nya pada cerucuk leher Dara membuat nya Dara merasa geli. " Mas .... " Ucapan Dara membuat nya begitu bahagia tidak aku atau kamu Dara memanggilnya kembali dengan sebutan itu membuat Rendi semakit mempererat pelukannya dan mengendus ngendud aroma tubuh Dara seolah melampiaskan rindu nya.
" Mas.... " Ucap Dara bermaksud untuk membuat tingkah Rendi itu berhenti.
" Biarkan aja Dara dia manja seperti itu Tante paham kok. " Bagai mendapat dukungan Rendi semkin memanfaat kan moment itu , karena setalah panggilan video itu iya tidak akan lagi bisa melakukan ini pada Dara.
" Kenapa telpon mu tidak aktif ..? " Ucap Nita.
" Sengaja Dara matikan Tante supaya tidak terganggu ...?? " Ucap nya lancar karena memang seperti itu.
" Kapan kalian pulang .. ?? ucap Nita
" Besok Tante !! " Ucap Rendi menyahut mesikupun wajah nya masih bergulat manja di tubuh Dara. Dara mentapa Wajah Suami nya dengan begitu geram.
Cup , Bibir itu di cium sekilas oleh Rendi
" Mas ... Malu ...." Ucap Dara
__ADS_1
Happy Reading