Cinta Yang Sempat Tak Terlihat

Cinta Yang Sempat Tak Terlihat
Diam Membisu


__ADS_3

Sesampai nya di kota itu Dara dan Nita bergegas menuju kediaman Surya, namun rumah itu terkunci rapat gerbang nya di gembok seakan memberi tahu pada nya bahwa tidak ada satupun mahluk hidup yang tinggal di sana.


" Tante ...!!!" hanya suara itu yang keluar dari mulut nya air mata nya tumpah lagi, lutut nya sudah tidak mampu menopang tubuh nya. iya terjatuh di depan pagar itu.


" Sudah sayang.. ayok kita pergi temui om Surya dan bertanya pada nya dimana Nino dan Bibi "


Ucapan Nita sedikit membuat lega, benar masih ada om Surya " Dara tidak ingin membuang waktu lagi.


*****


" Tinggalkan Nino Dara "


Suara itu benar benar seperti pisau yang menusuk tubuh nya berkali kali, sakit sekali sesak rasa nya iya mendengar itu dari Surya.


" Tidakk.... tidak...Om Surya tolong kasih tau Dara dimana Nino ...??" Ucap nya memohon dan menautkan kedua tangannya di depan dada nya. Dara menangis air mata sudah tidak bisa iya kendalikan lagi.


" Tinggalkan Nino Dara ... "


" Om Surya....Dara mohon katakan di mana Nino ....???"


" Pak saya sudah selesai... " Surya berdiri


" Om Surya..." Dara memegang tangan Surya yang buru buru di tepis oleh Surya.


" Om...... tolong om dimana Nino " iya menangis sesugukan. Punggung Surya mulai menjauh " Om Surya dimana Nino " suara itu melemah.


" Dara... " Nita memengang kedua bahu sepupunya itu.


" Tante ... Om Tante .. om jahat ... "


" Sayang .. Om Surya pasti punya alasan nya .." Nita mulai menangkan Keponakan nya itu. Rasanya iya benar benar sakit melihat Dara seperti ini.


" Dara benci Om Surya Tante ... Benci ..."


" Dara ... sudah ayok pulang kita kerumah ayah mu dulu "


" Dara gak mau Tante ... kita pulang lagi aja .. dara benci kota ini ... "


" Sayang ...."


" Dara mohon Tante....!!!! "


Seminggu waktu telah berlalu setelah pertemuan dengan Surya. Semenjak hari itu Dara mengurung diri di kamar. Iya menjadi gadis yang sangat menyedihkan kehilangan orang tua dan pacar yang meninggalkan nya tanpa kabar. Takdir sukses membuat nya menjadi orang yang paling menyedihkan di dunia itu.


Samwel dan Nita sudah kehabisan cara untuk membujuk Dara berbicara. Astrid yang datang menemui nya setiap hari mengajak nya berbincang namun selalu Dara acuhkan.


" Sampai kapan sayang .. menyiksa diri mu seperti ini ...?? "


Dara tetap diam pandangan nya menatap kosong awan biru yang membentang indah disiang hari ini.


"Hidup harus terus berjalan kan Dara..."

__ADS_1


Sudah tidak ada kehidupan lagi, Cinta nya pada Nino yang baru beberapa bulan terjalin dengan sangat indah ternyata mampu membawa nya ke ujung kehidupan yang paling gelap.


Setiap hari Nita mencoba mengajak bicara Dara namun keponakan nya itu tidak pernah meresponnya


Nita keluar dan menutup pintu Kamar Dara. Dan setiap kali juga Nita menangis, Samwel yang melihat itu pun tidak tega.


" Sayang.... " Samwel mendekat dan memeluk istri nya itu, mengecup kepala istrinya dengan lembut.


" Apa yang harus aku lakukan Mas ... ?? aku tidak bisa melihat nya seperti itu."


" Iya nanti mas pikir kan Sayang , sudah jangan sedih lagi "


*****


Nita pergi bersama Samwel ke Acara pernikahan keluarga Samwel tadi nya iya ingin mengajak Dara namun gadis itu tetap enggan untuk berbicara.


Dengan Nuansa putih Ruangan yang sangat besar ini sukses terihat Indah dan elegant membuat semua mata mampu terpukau.


" Nita.... " Seorang wanita telah berdiri di depannya " Nita kan ..." kata nya lagi memastikan. Namun Nita tidak kunjung mengenali nya iya masih bingung.


" Emm iya...maaf siapa ...??? "


" Aku Mira.. teman kakak mu Sarah ... dasar anak ini ...?? "


"Astaga Kak Mira itu benar benar kau kan kak ... " Nita memeluk Mira " Kau sungguh cantik aku tidak bisa mengenalimu ..."


" Emmm ... kau telah melupakan ku itu yang benar .."


" Ganteng ... pintar juga kamu cari suami ...?? "


" Samwel " mengulurkan tangannya pada Mira dan tersenyum.


" Mira "


" Aku tinggal dulu sayang, Ngobrol lah dengan Tante Mira dulu "


"iya .." Nita mengangguk kepala


" Kau pintar cari suami .. Ganteng "


" Kak ... "


" Aku senang bertemu dengan kamu disini Nit, aku berusaha mencari kontak kalian namun aku selalu tidak berhasil "


" Iya Kak, kau pergi dan meninggalkan kami "


" Apa kau masih bersamanya kak ...??? "


" Bocah ini ... kau dulu sangat kecil kenapa kau mengetahui nya ...?? "


" Aku selalu bertanya dengan kak Sarah tentang mu setiap hari nya, selalu menangisi mu ..?? "

__ADS_1


" Dari mana kau bisa menganali ku kak ... ?? bukan kah dulu aku masih bisa di bilang anak anak "


" Dari tanda ini " menunjuk pada tanda lahir yang berada di leher Nita.


" Kau Jeli sekali kak ... "


Usia Mira dan Sarah berbeda Mira lebih tua di bandingkan Sarah namun pertemanan Meraka waktu Remaja sukses membuat layak di kenang hingga hari ini.


" Mama ... Papa mencari mama sedang apa mama disini ...?? " Laki laki dengan postur badan tegap dan ganteng dengan Kemeja biru malam tampak berdiri di samping Mira saat ini.


" Tunggulah dulu ...?? " Kata Mira


" Cepat ya mah papa sudah mencari mama sedari tadi "


" Iya pergilah dulu ada yang ingin mama bicarakan dengan Dia "


Nita hanya melirik laki laki yang berbicara dengan Mira,


" Dia anak ku ...?? " Mira berbicara seakan mengerti dengan raut wajah penuh tanya yang terbaca oleh Mira.


" Ganteng.. "


" Terimakasih ... " ucap Mira


" Jadi kakak masih bersama nya .. ?? "


" Iya , Awal pernikahan ku dengan nya sangat tidak baik namun seiring itu cinta tumbuh sedikit sedikit di dalam hati kamu berdua, aku yang awal nya merasa tertekan lambat laut merasa nyaman " Mira


" Hidup itu terlalu banyak teka teki kau hanya perlu memcah kan nya satu demi satu, tidak ada yang tau akhir dari sebuah awal yang paling menyedihkan yang telah gariskan dalam hidup " Mira


" Beberapa ada yang membenci terlebih dahulu , beberapa mereka juga ada beruntung cinta hidup terlebih dahulu di hati mereka dan aku juga beruntung bisa mencintai meskipun harus membenci terlebih dahulu " Mira


" Kak Mira ... " Nita memeluk wanita itu dengan sangat erat rindu yang bertahun tahun coba iya lampiaskan pada wanita yang telah iya anggap seperti kakak nya ini


" Iya sayang ... "


" Aku merindukan kakak ... "


" Aku jauh lebih merindukan kalian, Sahabat ku Sarah dan adik bawel ku Ita ... "


" Kak berjanjilah kita akan bertemu lagi setelah ini "


" Aku akan memastikan itu pasti terjadi, Sekarang aku pergi dulu , sebutkan no telpon mu nanti aku akan menghubungi mu ..?? "


" Iya kak ..."


Meraka bertukar telpon dan juga alamat rumah.


" Salam untuk Sarah Oke ... " Mira berlalu langkah nya sudah membuat mata Nita tidak melihat tubuh Mira lagi


kak Sarah sudah tidak ada lagi ka....

__ADS_1


Baca Judul Receh yang lainnya ya ... happy Reading... Love Vote oke ...


__ADS_2