
Pemandangan yang di suguhkan begitu asri bagaimana dada bidang dan tubuh tegap dan tinggi itu dialiri sisa sia air yang tidak tersapu oleh handuk.
" Kau menyukai nya , mata mu tidak berkedip sedikitpun ?? "
" Idih apa - apaan sih... !! " Iya menyodorkan baju ganti pada suami nya itu.
" Mau aku ganti di sini ... "
" Menyebalkan , segeralah turun " Dara berlalu pergi meninggalkan Rendi yang masih tertawa.
" Imut sekali dia kalau sedang malu seperti ini .."
****
Setelah semua berkumpul di Ruang keluarga itu , Samuel dan Nita yang duduk berdampingan itu saling menggenggam erat tangan mereka satu sama lain.
Membuat Rendi dan Dara juga tersenyum melihat nya , Tanpa aba - aba atau persetujuan Dara Rendi menggenggam tangan Dara.
Membuat wanita itu tersentak , namun sejurus itu iya tidak mungkin menarik tangan nya alhasil iya membiarkan tangan nya di genggam oleh Rendi.
" Om cuman mau mengatakan kalau Tante Nita sedang hamil dan usia kandungan lima mingu " serta di barengi dengan senyum kebahagian itu.
" Kalian lah yang begitu andil dalam hal ini , berkat pernikahan kalian yang mendasari kebahagian ku hingga mood ku juga ikut stabil jadi seraya berterimakasih maka kalian lah yang kami beritahu terlebih dahulu " Ucap Nita.
Dara sudah bergelimang air mata , iya teramat senang mendengar ini.
" Tante " Dara berjalan memeluk Tante nya itu , iya menangis haru.
" Sayang ..." Nita mengusap rambut Dara " Ponakan Tante yang manja ini sekarang terlihat begitu dewasa setelah menikah, Tante senang sekali melihat kalian bahagia dan romantis seperti tadi. Orang tau mu pasti juga begitu senang melihat Dara yang sekarang "
" Tante Dara begitu bahagia mendengar nya " ucap nya begitu terisak.
" Makasih sayang" ucap nya mengecup kening itu dengan penuh kasih sayang.
" Tante Dara mau tidur di sini boleh ..?? " Dara masih setia di pelukan Tante nya. Sifat manja nya seketika menyeruak dengan sendiri nya.
Rendi tersenyum melihat itu iya tidak pernah melihat Dara yang manja seperti ini.
" Kekanakan sekali " ucap nya membatin.
" Kau tanya suami mu , kenapa tanya Tante ...?? " Ucap Nita tersenyum.
__ADS_1
Dara melirik Rendi , namun wajah nya begitu datar tidak bisa di tebak apa dia menyetujui atau tidak keinginan Dara membuat nya mendengus kesal " Kan Tante sama Om yang punya rumah ini ..!!"
" Tante sudah bilang kan siang tadi kalau rumah ini dan kamar itu akan selalu jadi milikmu kapan pun kamu ingin pulang pintu rumah ini terbuka lebar " Ucap Nita lembut.
" Iya Dara, namun ada seseorang yang bertanggung jawab penuh dengan mu sekarang ini , kalau suami mu mengijinkan untuk kamu tinggal di sini ya tentu kami tidak masalah " Ucap Samuel.
" Emmmm, baiklah. Aku tergantung kamu sekarang sayang !! jadi boleh gak tinggal di sini " Sekarang iya menatap suami nya itu berharap Rendi mengijinkan nya.
" Iya kita akan tidur di sini bersama - sama , kalau kau disini aku juga di sini akan tidur . Apa perlu ngangkut koper sayang " Suara tegas itu membuat keadaan mengecam.
Dara pindah ke samping suami nya itu , iya khawatir Rendi akan berkata - kata kasar " Kalau kau tidak mengijinkan nya kita akan pulang " ucap nya begelayutan di tangan suami nya.
" Aku tidak marah sayang " Rendi mengecup kening istri nya dihadapan Nita dan Samuel " Aku hanya bercanda saya , cukup malam ini saja. lain kali aku akan janji kita nginap lagi di sini "
Nita dan Samuel lagi - lagi merasa tenang melihat Rendi yang memperlakukan Dara dengan lembut seperti itu " Aku tidak salah memaksa nya menikah dengan Rendi "
Mata Nita berkaca - kaca karena haru
" Kau mau aku kecup di kening juga sayang " Cup , Samuel mengecup kening istri nya itu.
" Kau ini aku malu " Membuat kedua pasangan itu tertawa.
" Kau terlihat iri melihat Rendi melakukan Dara seperti itu "
Dara tersenyum pun dengan Rendi melihat sepasang suami istri itu.
" Gimana Dara apa kamu ada tanda - tanda hamil ,kau sudah satu bulan menikah ??? "
" Hah " Kedua nya sama - sama kaget mendengar pertanyaan itu.
" Kenapa kaget .." ucap Nita
" Belum Tante ...." Ucap Dara begitu canggung karena membahas masalah kehamilannya.
" Gak papa Dara , kalau usaha terus pasti dapet kok " Ucap Samuel seraya tersenyum
" Iya benar kata om Dara , Sebaiknya periksa juga ke Dokter Dar " Ucap Nita.
" Iya Tante ... "
*****
__ADS_1
Setelah keduanya selesai mengobrol Dara duduk di meja rias rutinitas setiap malam untuk merawat kulit wajah dan tubuh nya , sedang kan Rendi bersandar pada kepala ranjang nya memperhatikan istri nya itu Dan itu tertangkap oleh mata Dara kedua nya seketika saling menautkan manik mereka.
" Kita harus usaha kan , apa kita mulai dari malam ini " Rendi mengerjipkan mata genit nya , membuat seketika Dara bergidik.
" Usaha apa ...??? " tanya pura - pura tidak mengerti berharap agar Rendi tidak melanjutkan lagi pembicaraan ini.
" Usaha membuat kau hamil "
Dara diam membeku , jantung nya berdegup kencang. Apa itu artinya Rendi meminta hak nya padaku lirih nya di dalam hati nya.
" Apa kau tau aku seperti di remehkan om Samuel tadi ??? " Rendi berhenti sejenak dan menarik nafas nya " Aku terlihat menjadi laki - laki lemah karena tidak membuat mu hamil "
" Itu hanya pikiran mu saja "
" Kau mana paham bahasa tubuh seorang laki - laki seperti aku dan om Samuel "
" Sudahlah lupakan " Dara beranjak dari meja rias itu lalu pergi keranjang.
" Bagaimana bisa aku tidur setelah aku di remehkan seperti itu " Ucap nya serasa melihat Dara yang sudah tidur membelakangi nya.
Dara hanya diam , iya hanya pura - pura tertidur untuk membuat Rendi berhenti bicara tapi itu membuat Rendi begitu kesal iya mendekat kan diri dan memeluk Dara begitu erat.
" Wangi ... " Ucap Rendi
Dara membelalakkan mata nya , tubuhnya menjadi kaku. " Rendi ... "
" Kau bangun ?? aku pikir kau sudah tidur "
" Menjauh lah Ren aku merasa gerah " Ucap nya mengatur suara nya dengan susah payah agar tidak terlalu terdengar gugup.
" Buka saja baju mu kalau gerah .." Tadi nya iya hanya berniat bercanda saja , namun tubuh Dara yang wangi membuat nya hidung nya merasa candu ingin selalu menghirup tubuh itu lebih dekat lagi.
" Rendi ...." Ucap nya halus.
Sudah tidak ada jawaban lagi , Dara akhirnya memberanikan diri membalikkan tubuh nya.
" Ren , " Dara mencoba menjauhkan tubuh itu dengan seraya mendorong nya.
" Kalau kau mengganggu ku lagi , habis lah kau malam ini dengan ku "
Suara itu begitu tegas terdengar di telinga nya , membuat nya seketika melemaskan tubuhnya membiarkan tangan yang begitu kokoh itu memeluk nya dengan erat.
__ADS_1
Happy Reading