Cinta Yang Sempat Tak Terlihat

Cinta Yang Sempat Tak Terlihat
Tertidur di Hotel


__ADS_3

Rendi menghentikan mobil nya tepat di depan pintu hotel yang berdiri sangat megah itu.


" Turun " Ucap nya pada Dara , yang masih bingung dan juga takut.


" Mau ngapain ke sini ...??? aku mau pulang "


Dara ingin melangkah pergi dari sana.


Namun tangan nya sudah di pegang Rendi dengan kencang saat dara beberapa langkah ingin menjauh dari Rendi.


" Jangan berpikir aneh - aneh .."


Rendi berjalan menuju meja resepsionis , mengambil kunci kamar dan berjalan menuju lift.


" Aku mau pulang ... " Dara melepaskan genggaman tangan Rendi yang sedari tadi memegang erat tangannya.


Rendi hanya diam, Tidak mengatakan apapun dan sesekali membalas chat dari Hp nya yang iya genggam.


" Tunggulah disini sampai aku kembali "


" Aku gak mau ... kamu mau apa...??? "


Kamar di buka dan Rendi memaksa Dara masuk, kemudian iya keluar dan mengunci pintu itu.


Dara menggedor gedor pintu itu namun jelas suara nya pasti sia - sia kamar ini pasti kedap suara.


Iya duduk di kasur yang berukuran king size tersebut, TV LED yang berukuran sangat besar terpajang Kokok sebagai pelengkap kemegahan kamar ini.


" Kenapa dia ngajak kesini .. ?? " jangan jangan " Kata kata tercekat iya berusaha mengabaikannya.


Dara membuka tas nya , iya mengambil ponsel nya untuk menghubungi Samuel namun no telpon Samuel tidak aktif. Dara menelpon Nita namun wanita itu tidak mengangkat nya.


" Astrid " terpikirkan nama sahabat nya itu untuk menolongnya menjemput nya keluar dari kamar ini."


" Hallo Dara "


" Astrid , apa kau sibuk ...?? "


" Sedikit aku sedang meeting dengan Distibutor , nanti aku telpon lagi ya . "


" Emm tapi ..." Belum selesai dara bicara telpon itu sudah di putus sepihak oleh Astrid.


" Bagaimana ini sekarang kenapa satu pun tidak ada yang bisa membantu ku."


Dara merasa pasrah, mau tidak dia harus menunggu Rendi datang. Dara masuk ke dalam toilet mencuci muka yang dirasa sangat lengket oleh make up nya.


Dara kemudian merebahkan diri nya di kasur. dengan kaki yang masih menjuntai, " Capek nya ... !!!" Dara merasa mengantuk dan pada akhirnya dia tertidur.


Di sebuah Room meeting , Rendi sedang menjelaskan pada Rekan bisnis nya dengan begitu jelas dan kadang di selingi tepuk tangan dari mereka.

__ADS_1


" Saya setuju pak Rendi , senang bekerjasama dengan Anda "


Mereka saling menjabat tangan tanda kedua nya telah sepakat untuk bekerja sama.


" Terimakasih pak Yohan. " Rendi membungkuk kan badan nya sebagai tanda hormat, Yohan dan beberapa orang nya pun meninggalkan Rendi yang masih di dalam ruangan itu bersama Aldo.


Meeting itu berlangsung hampir tiga jam lama nya.


" Selamat Pak Rendi atas keberhasilan kerja sama nya , apa bapak akan kembali ke kantor setelah ini ..? " Tanya Aldo yang merupakan Asisten nya.


" Tidak Do , aku ada keperluan di luar sebentar."


" Baiklah Pak , Saat bapak keluar Nona Anya ada di kantor mencari bapak. "


" Biarkan saja .. " Rendi berlalu meninggal kan Aldo. Sekarang masalah apa lagi ini, aku harus mengantar gadis itu. kapan kau berhenti bersikap semau mu mama.


Di buka nya pintu kamar itu dan masuk kedalam melihat Dara tertidur dengan posisi itu membuat merasa tidak tega untuk membangunkan nya, Di angkat nya kaki itu ke kasur.


" Bagaimana bisa dia tertidur dengan pulas seperti ini "


Deertttttt.....


Ponsel dara yang berada di kasur berdering, namun gadis itu masih terlelap dengan nyaman dan tidak merasa terganggu dengan nada suara telpon nya sendiri.


" Hallo " Rendi mengangkat telpon nya setelah iya melihat nama pemanggil di layar telpon itu.


" Rendi ..kau masih bersama Dara ...??? "


" Di mana Dara ...? "


" Ada di Toilet "


" Yasudah , saya titip Dara ya Ren, "


" Iya "


Rendi duduk di sofa belakangan ini iya sangat penat, kerjaan yang menumpuk, dan masalah nya dengan Anya Pacarnya juga belum selesai sekarang di tambah dengan keinginan mama yang ingin menjodohkan nya, membuat nya semakin pusing.


Rendi memejamkan mata nya, berpikir apa yang harus iya lakukan terhadap Anya dan perjodohan nya dengan Dara, Namun bukan nya mendapatkan solusi Rendi malah tertidur di sofa itu.


Hingga matahari benar benar telah terbenam dengan sempurna dan rasa lapar yang mulai menyergap Dara yang membuatnya terbangun.


" Lapar ... " itu yang pertama kali iya ucapkan mata nya melihat lihat keadaan ruangan, iya baru sadar kalau sekarang masih di dalam kamar hotel.


" Astaga ... apa Om Samuel dan Tante tidak mencari ku .." Dara berjalan menuju pintu dan iya melihat laki laki itu juga tertidur di sofa.


" Hey ... " Dara menggerakkan tangan Rendi mencoba untuk membangunkan nya, ternyata Rendi bukan type orang yang susah untuk di bangunkan.


" Kenapa ... " tanya dengan malas dan kembali menutup mata nya kembali .

__ADS_1


" Antarkan aku pulang, ini sudah malam "


" 15 menit lagi tunggu dan diamlah "


Dara tidak berani membantah, iya harus menurut kali ini tidak ada perlawanan meskipun iya begitu kesal.


****


Di dalam mobil tidak ada satu pun dari mereka berbicara, sampai mobil itu telah berhenti di depan sebuah rumah.


Rendi turun bersamaan dengan Dara. Rendi yang bermaksud untuk berpamitan dengan Nita.


" Dara ..., Kenapa baru pulang dari mana aja kalian ...?? "


" Nanti Dara ceritakan , Dara laper Tante " Rengek nya begitu manja.


" Rendi masuklah dulu makan bersama dara "


" Gak usah Tante , Rendi mau balik kekantor juga masih ada urusan " Rendi menolak bukan karena iya merasa tidak lapar namun iya memang merasa risih.


" Sayang sekali , baiklah Ren lain kali saja. Makasih sudah mengantar Dara, dan hati hati di jalan .."


" Iya Tante , Rendi permisi "


Setelah Mobil Rendi berjalan meninggalkan pekarangan rumah, Nita dara masuk. Dara langsung menuju meja makan bagaimana tidak perut nya merasa sangat lapar, untung saja tidak berbunyi .


" Dari mana saja kamu dara .. ? " Nita menatap dengan heran dan juga tersenyum, rencana ku dengan kak Mira kok bisa berkembang seperti ini .


" Tante jangan berpikir aneh aneh "


Dara bercerita dari awal secara rinci yang terjadi dengan nya hari ini, Nita menanggapi nya dengan senyuman.


" Kenapa malah Tersenyum " Ada perasaan kesal iya melihat Tante nya tersenyum.


" Seperti nya kalian sangat cocok "


" Tante jangan mulai deh, Tante bisa menghancurkan selera makan Dara "


" Dara lihat Rendi ganteng kan dia ..?? "


" Masih Ganteng Nino " Dara sekita terdiam menyadari iya telah menyebut nama laki laki itu tatapan nya kosong kembali , benar benar sulit untuk nya melupakan Nino.


" Dara .... " Nita memegang bahu Dara, mencoba menguatkan Keponakan nya itu.


" Dara sudah selesai makan Tante , Dara keatas dulu "


Sesampai nya di dalam kamar nya, air mata yang iya tahan di depan Tante nya tumpah, Nama Nino masih menancap kuat di dalam hati nya, begitu sulit menghapus nama Nino dalam hati dan ingatannya.


" Nino entahlah bisa atau tidak nyata nya aku harus melupakan mu kan .. " dengan suara bergetar Iya menguatkan diri nya sendiri.

__ADS_1


Happy Reading 💜


__ADS_2