Cinta Yang Sempat Tak Terlihat

Cinta Yang Sempat Tak Terlihat
Foto - Foto Di Dinding


__ADS_3

" Kalian ini ,...kalau mau lanjutin Tante matiin ya telpon nya "


Rendi dan Dara masih saling tatap, Telpon Video sudah terputus, Wajah Dara menatap dengan kekesalan penuh akan tindakan Rendi. Sedangkan Rendi hanya bersikap santai seakan tidak terjadi apa - apa.


" Kamu lupa sama talak yang sudah kamu kasih ke aku ...?? "


" Aku akan menikahi mu kembali " Jawab nya santai


" Hah, gampang sekali kamu menceraikan aku dan meminta aku kembali dengan sesederhana itu, kamu pikir aku masih mau ?? "


Rendi menatap tajam mata Dara posisi mereka belum berubah ketika Tante Nita mematikan Video call nya hingga Rendi mempererat pelukan nya dan membuat mereka begitu dekat saking dekat nya deru Nafas dan detak jantung Dara Rendi bisa merasakan nya.


" Aku akan memaksa mu kembali padaku Dara suka tidak suka mau atau tidak, aku tidak peduli "


Dara terdiam membeku , Debaran jantung nya begitu kuat, Hati nya memang sudah untuk laki - laki itu , laki laki yang sudah menceraikan nya.


" Berhenti kerja dengan Devan , dan besok pulang bersama ku "


Dara mencoba mendorong dan berusaha lepas dari situasi ini, namun lagi - lagi Rendi menarik nya dan mendekatkan tubuh mereka.


" Kalau kau membantah perkataan ku , Perceraian ini akan aku kasih tau Pada Tante Nita dan Om Samuel " Rendi melepaskan dekapan nya.


" Kau ...... "


" Sayang , dimana kamar ku....?? , aku lelah sekali " Rendi tidak peduli dengan tatapan Dara yang kesal dan marah.


" Siapa yang mau memberikan mu penginapan , pulanglah aku tidak mau kau ada di sini " Ucap Dara melangkah pergi sejurus kemudian langkahnya di hentikan dengan cengkraman pada lengan tangannya.


" Aku telpon Tante Nita saja kalau begitu kira - kira penginapan terdekat dari rumah mu ini dimana ...?? , mungkin dia lebih tau di bandingkan aku. "


Dara menatap kesal " Rendi .... "

__ADS_1


" Iya sayang sekarang di mana kamar ku , apa kita harus satu kamar ...?? "


Dara melangkah kan kaki nya menuju lantai Dua di sana ada kamar yang biasa nya untuk Samuel dan Nita menginap.


" Aku bersihkan dulu... kau mau nunggu disini atau di bawah ??? " Rasa kesal Dara masih ada namun rasa rindu jauh lebih banyak pada laki - laki ini terlebih muka kusut dan lelah Rendi begitu iya lihat di wajah nya.


" Aku nunggu di kamar mu saja !!! aku lelah sekali Sayang "


Dara mendengus pasrah " Di samping kamar ini "


Rendi keluar dari kamar tersebut , kemudian pintu dengan nuansa klasik dengan gagang yang berwarna emas itu iya buka. Kamar itu tidak seperti kebanyakan kamar wanita lainnya Nuansa putih mendominan di tambah dengan spray berwarna gold Tv berukuran 34 in.


Mata nya menelanjangi semua isi ruangan tersebut terdapat beberapa foto yang terpajang di kamar tersebut baik yang di gantung pada dinding atau pun yang berjejer rapi di meja Telivisi.


Yang begitu menarik perhatian Rendi adalah berbagai kumpulan Foto Dara dengan seorang laki - laki yang tergantung di dinding dengan jendela kaca kamar nya. Foto itu seperti di ambil dari tahun ke tahun nampak kedua nya begitu dekat. Bahkan salah satu pose nya adalah ketika Dara di gendong dari belakang oleh laki - laki tersebut. Membuat gempalan tangan Rendi mengeras.


Dengan cepat semua foto itu iya turunkan dari dinding tersebut tanpa seijin dari Dara.


" Apa yang kamu lakukan ...??? " Rendi sudah selesai melepas semua foto yang ada di dinding kamar tersebut.


Dara kaget semua kumpulan Foto nya dengan Nino sudah di lepas dari dinding tersebut.


" Apa Hak kamu ...?? " Dara mendekat dan di bawah iya melihat tumpukan foto tersebut.


" Aku Suami mu ..."


" Mantan apa kau lupa ??? " Dara memungut Foto itu satu persatu.


" Cih , " Amarah Rendi memuncak melihat Dara yang sigap memungut semua foto yang telah iya letakan sembarangan " Pungutlah , aku yang akan membatu kamu membuang nya "


" Aku akan memasang nya kembali "

__ADS_1


" Kalau kau berani memasang nya kembali akan aku pecahkan itu satu persatu " Rendi merebahkan tubuh nya di kasur kamar Dara.


" Keluarlah kamar mu sudah selesai aku bersihkan " Tapi Rendi tetap tidak beranjak dari kasur tersebut " Rendi ..."


Dara mendekat tidak ada pergerakan dari tubuh Rendi ataupun respon dari mulut nya. Dara mencoba menarik tangan Rendi. " Keluar Ren.... " Dia terus menarik beberapa kali namun Rendi tetap tidak beranjak dari kasur tersebut " Ren ... keluar lah ... aku juga mau istirahat "


Ditarik Rendi tubuh Dara hingga tubuh Dara terbaring di kasur di samping tubuh Rendi , Rendi memeluk nya begitu erat sedangkan Dara mencoba untuk berontak ingin menjauh.


" Ren ... Ayolah jangan seperti ini "


" Aku sedang marah jadi diamlah , aku tidak ingin mengatakan apapun di hadapan mu kalau aku sedang marah. "


Dara diam ,kilas balik saat Rendi marah dan mengatakan perpisahan terngiyang kembali di ingatan nya. Dara hanya membeku. Hati nya begitu ngilu Rendi seakan trauma akan hal tersebut membuat hati nya melembut.


Nafas Rendi teratur tangan itu berada berat bertumpu di tubuh Dara , memberi keberanian Dara untuk sedikit menjauh dan melihat Wajah Rendi yang telah terlelap. Dipandangi nya wajah tersebut.


" Kenapa Cinta akhirnya terlihat setelah kita berpisah Ren ??? Kenapa akhirnya bukan bahagia yang kita dapatkan setelah perpisahan yang sempat begitu kita inginkan di pernikahan kita " Air mata nya lolos dari mata Dara iya menahan isak tangisnya agar tidak terdengar Rendi."


" Bahkan lihat lah aku sekarang Rendi saat aku punya kesempatan pergi dari pelukan kamu , aku malah tidak mengunakan itu , hati ku nyaman saat ini seperti ini dengan mu " Dara kembali terisak.


Rendi mendengar semua apa yang Dara katakan tapi iya masih berpura - pura untuk tidur , iya senang mendengar Dara yang juga memiliki perasaan yang sama dengan nya.


" Tapi aku akan melepaskan mu seperti keras nya aku melupakan Nino "


Deg ... jantung Rendi berdegup begitu kencang kata-kata terakhir Dara begitu menyayat hati nya " Melepaskan " Ucap nya lirih Dalam hati nya.


" Ren, Apa jangan - jangan orang tua mu yang memaksa kamu untuk menyusul ku kesini, mamaksa mu un..."


" Tidak ada satupun orang yang memaksa ku " Ucap nya menatap mata yang sudah bergelinang air mata itu , diusap nya dengan satu tangannya " Karena aku mencintai mu "


Rendi medekap erat tubuh Dara , tangis Dara pecah di pelukan Rendi. " Kembali lah dengan ku kita nikah lagi " ucap Rendi kembali.

__ADS_1


" Aku tidak bisa Ren ... " Ucap Dara lirih entahlah perasaan ini begitu rumit namun kembali bukan keinginan nya meskipun iya sekarang sadar hati nya telah terpatri pada Rendi.


Happy Reading.


__ADS_2