Cinta Yang Sempat Tak Terlihat

Cinta Yang Sempat Tak Terlihat
Hari Pertama Bekerja Sama Mantan


__ADS_3

" Aku tidak mau jika di tempatkan sebagai seketarismu !!! "


Dara berusaha menolak jabatan yang di berikan suami nya itu ,karena kalau untuk posisi sekretaris sudah jelas dirinya akan bersama dengan Rendi seharian penuh.


" Posisi ini sangat cocok dengan kau pernah punya pengalaman juga sebagai sekretaris ?? "


" Iya tapi aku ... " Kalimat nya tergantung iya mencoba mencari bahasa yang lebih realistis ketibang mengakui jika sebenarnya bukan soal jabatan Dara hanya tidak ingin jika harus satu hari penuh bersama Rendi " Aku tidak mau karena aku tidak menyukai nya "


" Tapi Sanyang nya aku tidak menerima alasan apapun dan perintah ku adalah keputusan "


" Ren ... "


Rendi keluar dari runagan HRD iya masuk kerana mendengar Dara menolak jabatan yang di berikan pimpinan HRD pada nya.


" Sekarang ikutlah ke ruangan Bu ..."


" Kau jangan panggil aku ibu do ... " Ucap Dara tersenyum.


Mereka berdua masuk kedalam ruangan CEO yang sangat mengah banyak pernak pernik yang berharga puluhan juta mengisi kekosongan sudut ruangan tersebut bahkan lukisan lukisan ternama terpajang indah sebagai pernytaan kekuasan tuan penghuni ruangan tersebut.


" Do, kau bisa keluar meninggal kan kami .."


" Baik pak "


Tatapan tajam kedua mata itu seakan menembus diri nya , Lagi - lagi iya merasa begitu takut saat Rendi sedang marah seperti ini.


" Kau mau terus berdiri di sana ...?? , Duduk " Tatapan mata nya mengarah pada kursi yang tepat berada di depan nya.


" Sekarang pilih lah , kau ingin bekerja sebagai sekretaris ku atau menjadi seketaris Dari Yo ... ??? "


" Ren ... " Keluh dengan nya manja.


" Tanda tangan kenapa aku memberikan pilihan pada mu ...??? "


Tanpa membaca satu pun isi dari kontrak tersebut Dara akhir nya mendatangai perjanjian tersebut , sebuah senyum yang begitu indah terukir jelas di wajah nya.


" Begitu polos istri ku ini ... " Ucap nya santai, Rendi pikir akan susah membuat Dara mendatangi isi kontarak ini ,karena beberapa aturan kerja Memang iya buat sesuka hati nya untuk membuat Dara terikat pada nya.


" Aku bukan istri mu lagi , kau Lupa ...?? "


" Aku akan membuat kau menjadi istri ku dengan waktu yang sebentar "


" Pede sekali ... "


Dering ponsel Dara membuat Rendi tidak berniat untuk meneruskan perdebatan mereka.


" Aku angkat telpon dulu ... !! " Saat Dara ingin beranjak dari kursi Rendi pun juga melakukan yang sama iya mengitari meja nya, sudah Rendi pastikan itu jelas bukan dari telpon orang rumah atau Tante Nita.

__ADS_1


" Mau kemana ??? " Rendi menahan tangan Dara yang ingin keluar dari ruangan tersebut.


" Aku mau ngangkat telpon dulu ?? " Ucap Dara kesal.


" Dari siapa ...??? " Rendi menatap dengan tajam


" Devan " Ucap Dara jujur.


Mendengar nama orang yang menjadi penyebab perceraian nya dengan Dara membuat Rendi tersulut emosi, Iya mengambil Hp yang berada dalam genggaman Dara.


" Ren ... " Dara mencoba merebut ponsel nya " Kembalikan " Ucap nya mulai kesal pada Rendi.


" Diam atau aku hancurkan Hp ini ...??? "


Kata - kata itu mungkin akan di anggap omong kosong jika laki - laki lain yang mengatakan itu pada Dara namun sekali lagi Laki - laki yang telah berhadapan dengan nya ini Adalah seorang Rendi. Dara akhirnya diam tanpa perlawanan.


Diangakat nya telpon itu yang sudah beberapa kali berdiring.


" Dara .... " Suara itu terdengar begitu panik " Kau baik - baik saja ... ??? bagai mana kabar mu ...??? kapan kau masuk kerja kembali Dara ??? aku begitu khawatir !!! "


" Untuk apa kau mengkhawatirkan istri ku ...?? " sudah jelas kan kalau bersama ku dia akan baik - baik saja aku bisa menjaga nya apa kau meremehkan ku ..??


" Rendi .."


" Kenapa ...?? "


" Mana Dara ...??? "


" Ren, jangan kekanak Kanakan , Dara masih sekretaris ku ada kontrak kerja yang mengikat dia, kau seorang pemimpin perusahan jelas tau tentang ini bukan . ?? "


" Bajingan ,aku akan membayar finalty dari kontrak yang Dara tanda tangani sebutkan saja nominal nya ...?? aku tidak akan jatuh miskin untuk hal itu kau tau pasti kan ...?? "


Mata Rendi menganus tajam pada Dara , membuat Dara tidak bisa berkutik bahkan bernafas aja begitu sulit bagi nya saat ini.


" Apa mereka berdua saling mengenal ,??? mereka seperti musuh lama yang bertemu kembali di waktu dan keadaan yang tidak tepat. " Ucap Dara di dalam hati nya iya merasa lucu dan tersenyum sambil menundukkan kepala nya.


Rendi mematikan telpon itu ketika melihat sedikit senyum di bibir Dara.


" Kau pikir hanya kertas kontrak dari Devan bisa membuat mu lolos dari ku ...?? " Ucap Rendi yang sekarang memegah wajah Dara.


" hah ..... "


Cup ... Rasa geram , marah , kesal dan khawatir menajdi satu berkecamuk dalam pikiran nya saat ini.


Rendi merasa Takut jika iya kembali tidak mendapatkan Dara, kepercayaan nya diri nya menjadi berkurang karena lelaki yang dulu di cintai Dara juga kembali menemui Dara dan sial nya adalah saat Dara sudah iya ceraikan secara agama. Ciuman itu penuh dengan kelembutan menuntun kedua nya untuk saling menikmati.


Rendi kemudian melepas nya lebih dulu " Jangan pernah mencoba pergi dari ku dengan begitu gampang ..!! " Iya kembali duduk di kursi kebesarannya. meninggalkan Dara yang masih termenung akan kalimat Rendi.

__ADS_1


" Do, keruangan ku sekarang ..."


Tak menunggu lama Aldo sudah masuk kedalam ruangan tersebut , iya mendapati Dara yang masih berdiri di depan pintu masuk.


" Jelaskan pada nya kerja nya , dan tunjukkan ruangan nya .."


" Baik Pak "


" Satu lagi Do , beli kan ponsel baru dengan Nomor baru untuk nya "


" Ren .... "


" Mau membantah lagi ...??? "


" Tolonglah . Jangan berlebihan seperti ini "


" Kamu mendengarkan perintah saya Do ...?? "


" Baik pak ... " Ucap Aldo dengan tegas nya " Mari .. Bu saya antar keruangan nya "


" Ren ... " Dara mencoba membatah namun Rendi seolah tidak mendengarkan kata kata nya iya kembali fokus pada kertas dan layar laptop nya.


" Bu , mari .."


Aldo Dan Dara pun keluar dari ruangan tersebut. Ruangan Dara tepat berada di sebelah Rendi dan tak kalah megah nya.


" Ini Rungan ku... ??? "


" Iya Bu ..."


" Panggil Dara .. aku kan sudah mengatakan pada mu ...??? "


" Maaf Bu , Saya benar - benar tidak nyaman dengan panggilan Itu . "


" Do , kamu ini seperti nya masih sangat muda ya ..??, kenapa kau betah bekerja dengan monster itu ...?? "


" Maaf Bu , saya akan melanjutkan untuk menjelaskan tentang pekerjaan ibu ...?"


" Kau mengabiakan Pertanyaan ku Do ...?? "


" Maaf Bu , Mari saya jelaskan "


" Hufttt ... " Dara menarik nafas nya lagi , ternyata dia lebih aneh dari Suami ku " ucap dara di dalam hati nya.


Aldo menjelaskan semua detail pekerjaan nya. ini lebih tepat nya pekerjaan seorang istri yang mengurus suami nya di rumah sampai ke kantor nya.


Membuat Dara menarik nafas panjang , sesekali Inya melayangkan protes namun Aldo selalu mengatakan

__ADS_1


" Protes anda akan saya sampaikan "


.Selamat membaca


__ADS_2