
Dara begitu kebingungan , iya tak punya pilihan selain menelpon Astrid temannya tak berselang berapa lama Astrid tiba.
" Kenapa kau berada di pinggir jalan ..?? " tanya nya kemudian.
" Suami gila itu menurunkan aku di jalan "
" What... Demi apa ...??? " Astrid me rem mendadak mendengar jawaban sahabat nya tersebut.
" Astrid ini bahaya " Suara klapson mobil bersahutan di belakang.
" Iya .. iya ..Maaf aku kan hanya kaget , jadi katakan padaku kau hanya bercanda .."
" Aku tidak bercanda Astrid. Begitulah pernikahan kami "
" Apa kau bahagia ..?? "
" Menurutmu ..!!! "
Astrid menggelengkan kepala nya, iya sungguh tidak menyangka akan nasib dari sahabat nya tersebut.
Mobil sudah tiba di halaman Hotel tempat Dara berkerja.
" Makasih ya Astrid... " Dara mencium pipi Astrid.
" Jangan sungkan minta bantuan ku , apalagi kalau kau ingin berencana membunuh suami mu itu "
" Hahahaha kau ini.. kau mau aku jadi janda heh..menyebalkan .." Dara mendorong kepala Astrid. " Bye ... "
" Hem.. "
***
" Nona sekarang berada di depan Hotel Flower Tuan , iya di antar oleh seorang wanita. apa kau ingin aku mencari tau wanita itu .. ??? "
" Tidak perlu , tugas mu sudah selesai kembali lah .." Ucap Angga pada anak buah nya yang di suruh nya untuk mengintai Dara karena permintaan Rendi.
Rendi kemudian masuk kedalam ruangan Bos nya tersebut iya memberikan laporan sesuai dengan laporan yang iya dapat dari orang suruhannya.
" Hotel Flower apa dia bekerja di sana , apa dia bekerja dengan Devan ..??? "
" Apa bapak ingin saya mencaritahu nya ..?? "
" Untuk sekarang tidak usah "
Rendi kembali fokus pada pekerjaan nya , sementara Angga sudah kembali ke ruangannya.
****
" Kau sudah datang Dara ...??? " Iya tak sengaja berpapasan di Loby hotel dengan Devan laki - laki itu tampak begitu gagah dengan stelan jas berwarna Grey.
" Seperti yang Bapak liat !! " jawab nya sambil mengangguk.
__ADS_1
" Jangan panggil aku Bapak , Panggil aku Devan seperti biasa "
" Tapi saya tidak nyaman "
" Yasudah terserah kamu saja , buatlah senyaman mungkin diri kamu aku tidak akan memaksa nya "
" Makasih Dev "
Devan tersenyum melihat gadis yang sudah membuat nya jatuh cinta saat pertama kali mereka bertemu. Keduanya merasa canggung sampai Lift itu berhenti di lantai 8 khusus bagian Office hotel.
" Kau sekarang jadi Asisten Pribadi ku Dara .."
" Aku ... "
" Kau keberatan...?? "
" Tidak Pak .."
" Yasudah , Meja kamu di sana " tepat di dekat pintu masuk ruangan Devan , ya mereka berada dalam satu ruangan.
" Di sana ...??? kita satu ruangan Pak ..?? "
" Iya ..."
Hari pertama Dara bekerja iya belajar untuk menyusun Jadwal harian Devan , Dilanjutkan jadwal kunjungan bulanan pada beberapa hotel yang memiliki cabang di Luar Kota.
Tidak begitu sulit untuk dara memanahami pekerjaan nya.
" Aku harap kau betah berkerja dengan ku ..?? "
"Kalau kau tetap baik dan tidak galak dengan ku, aku akan betah .."
" Hahaha , aku tidak akan memarahi mu ...?? kau tenang saja. Aku hanya akan memakan mu ."
Keduanya tertawa bergantian saling melempar canda dan berbincang riang menikmati sore itu dengan bahagia.
" Mau aku antar pulang ..?? " tawar Devan pada Dara.
" Tidak usah , aku pulang sendiri saja. "
" Serius mau pulang sendiri...?? "
Dara mengangguk , Devan tersenyum entah mengapa iya begitu senang ketika wanita ini ada di dekat nya , apalagi sekarang mereka akan bertemu setiap hari nya.
Devan mengusap rambut dara sebelum pergi meninggalkan nya sendiri di depan pintu Cafe tersebut, meski khawatir pada wanita itu iya juga tetap tidak ingin memaksakan kehendaknya untuk mengantar Dara pulang.
" Devan .. " lirih nya kesal mengapa hari ini semua orang begitu senang mengacak rambutnya.
Dara pulang ke rumah menggunakan taxi , di bandingkan menerima ajakan Devan jelas iya memilih untuk pulang menggunakan taxi.
Taxi berhenti di depan gerbang rumah tersebut , Dara keluar.
__ADS_1
Melihat Nyonya Muda nya menggunakan taxi membuat nya Mang Kuy satpam rumah itu terheran heran.
" Orang kaya itu kenapa begitu aneh ternyata setelah memiliki koleksi berbagai macam mobil mewah nyata nya mereka memilih pulang dengan menggunakan taxi , benar - benar " ucap Mang Kuy yang tidak terdengar oleh Dara.
Dara melongos masuk , sembari memberikan senyum manis pada satpam rumah nya tersebut .
Jarak yang cukup jauh dari gerbang ke depan pintu membuat nya kelelahan.
" Dara ..." Panggil Oma yang berada di pekarangan menikmati teh nya seorang diri, Dara tidak menyadari keberadaan Oma karena jalan nya yang menunduk.
" Oh , Oma !!! " tanya mendekat lalu duduk di depan Oma. " Oma sedang apa ..?? "
" Meminum teh apa kau tidak melihat nya ..?? " Jawab nya ketus pada gadis itu.
" Galak sekali " Ucap dara dengan suara yang rendah namun masih bisa terdengar oleh Oma
" Kau bilang apa ..?? GALAK " tanya Oma dengan tatapan begitu tajam pada nya.
Dara tersenyum , iya tidak menyangka pendengaran Oma masih berfungsi dengan baik meskipun umur nya sudah memasuki 65 tahun. Dara kemudian memeluk Oma , Wanita tua yang begitu iya sayangi sekarang. Meskipun ucapan nya begitu ketus pada Dara, Dara tidak pernah mengambil hati karena iya tau Oma begitu baik hati nya.
" Kau mengatai ku ...?? " Tanya Oma , namun iya tersenyum melihat ulah Dara yang memeluknya dari belakang.
" Aku hanya memastikan pendengaran Oma saja , ternyata bukan hanya masih cantik di hari tua saja , pendengaran Oma pun begitu baik untuk usia seperti Oma " Dara mengeratkan pelukan nya lagi.
" Kau sedang mencoba merayu ku agar aku memaafkan mu ??? "
Dara menggelengkan kepala nya, " Aku tidak mencari maaf Oma ?? , aku kan tidak salah apa - apa " Dara kemudian duduk di samping Oma.
" Kau ini , kenapa kau jalan kaki pulang kerja ..??"
" Aku naik taxi Oma tapi aku menyuruh nya berhenti di depan , siapa sangka berjalan dari gerbang ke pintu begitu jauh dan aku merasa lelah , aku menyesal berhenti di depan gerbang saja "
" Mana Rendi ..?? "
" Dia kan kerja Oma , dia sedang mencari nafkah untuk ku mana mungkin dia pulang cepat , di tambah lagi dia seorang CEO yang mempunyai tanggung jawab yang begitu tinggi "
" Aku baru saja memuji Oma ,tapi ternya ingatan Oma tidak sebanding dengan baik nya pendengar Oma " Dara tersenyum.
" Kau ini begitu menyebalkan ternyata selain itu kau juga terlalu banyak bicara " jawab Oma ketus seakan memarahi nya namun iya tersenyum di dalam hati nya.
" Oma kemana Mama ?? "
" Sedang Arisan apalagi yang di lakukan menantu ku itu "
Dara tersenyum." Oma kesepian ..?? "
" Aku tidak bilang seperti itu " Jawab Oma kesal.
" Ohya , jangan membohongi ku Oma aku punya Indra ke enam " Dara tergelak mendengar ucapan nya sendiri.
Happy Reading ,
__ADS_1
Kalau gak di acam oleh Noveltoon aku mungkin males untuk Update maaf ya 🙏🙏